Nyawanya Terancam, Seorang Wanita Arab Saudi Batal Dideportasi Dari Thailand

Mawardi Tombang
Senin, 7 Januari 2019 18:27:36
Rahaf Mohammed al-Qunun, seorang wanita Saudi yang mengaku melarikan diri dari negara dan keluarganya. (Foto: @rahaf84427714/via REUTERS)

KANALSUMATERA.com - Badan imigrasi Thailand menyatakan tidak akan mendeportasi wanita Arab Saudi yang memohon suaka. Pembatalan deportasi karena nyawa wanita itu dianggap terancam jika pulang ke keluarganya.

Diberitakan Reuters, Rahaf Mohammed al-Qunun, 18, mengunci diri di hotel Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, karena menolak dideportasi. Sebelumnya dia akan terbang ke Australia namun perjalanannya terhenti ketika transit di Thailand Sabtu lalu. Qunun dianggap tidak memiliki dokumen yang diperlukan, seperti tiket pulang. Melalui Twitter, dia mengadukan permasalahannya, meminta bantuan lembaga HAM dan UNHCR. Rencananya Qunun akan dideportasi ke Kuwait tempat keluarganya berada.

"Jika dia tidak ingin pergi, kami tidak akan memaksanya," kata kepala imigrasi Thailand Surachate Hakparn mengabarkan soal pembatalan deportasi Qunun, Senin (7/1).

Rahaf Mohammed al-Qunun, seorang wanita Saudi yang mengaku melarikan diri dari negara dan keluarganya.Qunun melarikan diri dari keluarganya di tengah liburan mereka di Kuwait. Kepada Reuters, dia mengaku nekat kabur karena tidak tahan dengan siksaan fisik dan mental yang dialaminya. Jika pulang, dia takut dibunuh.

"Saudara dan keluarga saya dan kedutaan Saudi akan menunggu saya di Kuwain. Mereka akan membunuh saya, hidup saya dalam bahaya," kata Qunun.

"Mereka memenjarakan saya di dalam rumah selama berbulan-bulan. Mereka mengancam membunuh saya dan melarang saya melanjutkan pendidikan," lanjut dia.

Menurut laporan Washington Post, ayah Qunun adalah seorang pejabat pemerintahan Saudi. Imigrasi Thailand akan berkonsultasi dengan UNHCR untuk menentuk nasib Qunun.

"Jika mendeportasinya bisa menyebabkan kematiannya, kami jelas tidak akan melakukan itu," kata Surachate.

Lainnya
DK PBB Tolak Keputusan AS Akui Klaim Israel atas Golan
DK PBB Tolak Keputusan AS Akui Klaim Israel atas Golan
Erdogan: Hagia Sophia akan Jadi Masjid, tidak Lagi Muse
Dalam 30 Detik, Pesawat Atlas Air Menukik Tajam Lalu Ja
Stephania Scolaro, Sang Selebgram London Dihukum Impor
Ekonomi
Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Pangkas Ja
Pasar Murah Pemprov Riau Sambangi Kampar dan Empat Keca
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Lifestyle
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Fokus Redaksi
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim Gabungan Sisir Sungai Kampar
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim Gabungan Sisir Sungai Kampar
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad,