Usai Mundur, Raja Malaysia Kembali Menunjuk Muhyiddin Yasin Sebagai Perdana Menteri Sementara

Mawardi Tombang
Selasa, 17 Agustus 2021 06:43:38

KANALSUMATERA.com - Kuala Lumpur - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia. Dia didesak mundur karena dianggap gagal mengendalikan Pandemi Covid-19.

Sebagai catatan, Muhyiddin yang baru menjabat 17 bulan yang lalu, memutuskan mundur usai mendapat desakan dari sana-sini buntut sejumlah kebijakan terkait pandemi COVID-19 memicu gejolak politik di negara ini.

Seperti dilansir AFP dan The Star, pada Senin (16/8/2021) waktu setempat, Muhyiddin mengajukan pengunduran dirinya kepada Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah.

Pengunduran diri diajukan Muhyiddin setelah partai-partai anggota koalisi pemerintahannya mencabut dukungan dan upaya terakhirnya mempertahankan kekuasaan gagal dilakukan.

Usai menghadiri rapat kabinet, Muhyiddin yang berusia 74 tahun ini mendatangi Istana Negara untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Sultan Abdullah. Dia tercatat sebagai PM yang menjabat paling singkat dalam sejarah Malaysia.

Raja setelah menerima surat pengunduran diri dari Muhyiddin dan seluruh kabinet yang berlaku. Raja menunjuk Tan Sri Mahiaddin Bin Md Yasin sebagai Perdana Menteri Sementara.

"Setelah pengunduran dirinya, Yang Mulia telah setuju bahwa Yang Terhormat Tan Sri Mahiaddin bin Md Yasin akan menjabat sebagai perdana menteri sementara sampai perdana menteri baru ditunjuk," tulis pernyataan Istana, dikutip dari CNA.

Istana menambahkan, demi keselamatan rakyat Malaysia, pemilihan umum selama pandemi bukanlah jalan terbaik.

Lantas, apa alasan utama Muhyiddin Yassin mundur dari jabatannya? Sebagaimana dikutip dari tribunnews, Muhyiddin menyatakan bahwa dia telah kehilangan dukungan mayoritas di DPR. Partai koalisi telah mencabut dukungan koalisinya.

Lainnya
India Tamu Kehormatan Sidang OKI, Menlu Pakistan Memilih Absen
India Tamu Kehormatan Sidang OKI, Menlu Pakistan Memilih Absen
Dua Jenazah WNI Korban Mutilasi di Malaysia Dipulangkan
Remaja Ini Duduga Bunuh Diri Karena Tidak Dibelikan Pon
Kesehatan Mental Warga AS Buruk di Bawah Pemerintahan T
Entertainment
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kur
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Nasional
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munie
Daerah
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Bupati Zukri  dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan T
Melihat Keindahan Lindok Alam Kampar, Cocok untuk Berba
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I