Perempuan dan Anak Rohingya Terdampar di Pantai Malaysia

Alwira Fanzary
Sabtu, 2 Maret 2019 09:10:27
Pengungsi Rohingya

KANALSUMATERA.com - Sekitar 34 perempuan dan anak-anak Muslim etnis Rohingya ditemukan di sepanjang pantai di utara wilayah Malaysia Jumat (1/3) pagi. Mereka diduga diturunkan oleh pedagang manusia.

Pejabat polisi di Kangar yang ada di utara negara bagian Perlis mengatakan, penduduk desa menemukan 34 orang etnis Rohingya. "Mereka termasuk anak-anak yang lemah, lapar, dan tertutup lumpur ketika berjalan melalui pantai yang berlumpur," kata polisi tersebut seperti dikutip dari laman Al Arabiya, oleh Republika.co.id, Sabtu (2/3).

Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu menambahkan, mereka diyakini dari Thailand. Ia melanjutkan, mereka telah diberikan makanan dan kemudian diserahkan pada pihak imigrasi.

Pejabat di Dewan Keamanan Nasional Nur Aziah Mohamad Shariff mengatakan, mereka mengetahui pintu masuk ilegal dan kemungkinan itu sedang diselidiki. Zafar Ahmad Ghani yang mengepalai Organisasi Hak Asasi Manusia Etnis Rohingya di Malaysia mengatakan, banyak masyarakat Rohingya ditipu oleh para pedagang manusia untuk meninggalkan Bangladesh. Mereka kemungkinan mengalami kematian jika dipulangkan ke Myanmar.

Foto dan video yang diperoleh anggota kelompok menunjukkan tali panjang diletakkan di pantai yang berlumpur. Tujuannya membantu masyarakat Rohingya melewati lumpur saat air surut.

Sebelumnya lebih dari 700 ribu etnis Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh sejak Agustus 2017, ketika sekelompok gerilyawan menyerang pasukan keamanan. Peristiwa ini kemudian memicu pembalasan yang dilakukan oleh tentara Myanmar. Ratusan ribu etnis Rohingya yang sebelumnya lolos dari serangan kekerasan dan penganiayaan kemudian melakukan eksodus. Kso



Lainnya
Pertemuan Sosek Malindo Dimulai, Ini Agenda Penting Akan Dibahas
Pertemuan Sosek Malindo Dimulai, Ini Agenda Penting Akan Dibahas
Pesawat Jatuh, 14 Orang Tewas Termasuk Wali Kota
Babak Baru Politik Thailand, Adik Sang Raja Maju Jadi P
Kereta Api Haramain Kurangi Waktu Perjalanan Makkah-Mad
Politik
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotri
Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gi
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Kriminal
Bau Menyengat Terdeteksi Sebelum Mayat Ditemukan di Gardu LRT Pancoran
Bau Menyengat Terdeteksi Sebelum Mayat Ditemukan di Gardu LRT Pancoran
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua T
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri