Bantu Utang Negara, Rakyat Malaysia Sumbang Rp 695,4 Miliar

Alwira Fanzary
Minggu, 10 Februari 2019 10:06:59
Bendera Malaysia

KANALSUMATERA.com - Sistem donasi yang dibuka oleh pemerintah Malaysia kepada rakyatnya untuk membantu membayar utang negara resmi ditutup setelah delapan bulan.

Donasi bernama Tabung Harapan Malaysia itu resmi ditutup pada 14 Januari lalu, dengan jumlah donasi 202.716.775,10 ringgit, atau Rp 695,4 miliar.

Menteri Keuangan Lim Guan Eng dikutip The Star via Asia One Jumat (8/2/2019) berkata, uang yang terkumpul setelah donasi ditutup, atau melewati batas waktu donasi, bakal dikembalikan.

Dalam keterangan resminya, Lim menjelaskan uang yang diberikan oleh warga seluruhnya bakal dipakai untuk membayar utang.

Saat ini, Kementerian Keuangan tengah mengurus penutupan rekening sebelum uang itu dihitung oleh Departemen Auditor Jenderal.

Setelah memenangkan pemilihan umum pada Mei 2018, pemerintahan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad langsung membuka rekening donasi.

Kebijakan itu muncul setelah Mahathir mengumumkan saat ini Negeri "Jiran" tengah menghadapi utang sebesar 1 triliun ringgit, atau Rp 3.430 triliun.

Juni 2018, mantan Raja Malaysia Sultan Muhammad V dari Kelantan memutuskan untuk memotong gajinya sebesar 10 persen untuk membantu mengurangi utang.

Langkah Sultan Muhammad V kemudian ditiru oleh jajaran menteri pimpinan Mahathir untuk memangkas 10 persen gaji sebagai simbol penghematan.

"Pemerintah federal mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Malaysia yang telah menyumbang sebagai rasa cinta kepada kalian," ujar Lim.

Menteri berusia 58 tahun itu menuturkan, donasi itu membuat pemerintahan Dr M, julukan Mahathir, harus bekerja keras untuk membayar utang negara.

Komite yang diketuai Sekretaris Jenderal Pendapatan Ahmad Badri Mohd Xahir saat ini tengah mempertimbangkan bagaimana kontribusi itu bakal disalurkan. Wto/Kso



Lainnya
Kelompok Bersenjata Serang Klub di Meksiko, 15 Tewas
Kelompok Bersenjata Serang Klub di Meksiko, 15 Tewas
Granat PD 1 Ditemukan di Kentang Ekspor Prancis ke Hong
Kesehatan Mental Warga AS Buruk di Bawah Pemerintahan T
Waspada..! Siklon Tropis Pabuk Landa Laut Cina Selatan,
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pendidikan
Kapolda NTB Tekankan Disiplin Pelajar, Jauhi Narkoba hingga Judi Online
Kapolda NTB Tekankan Disiplin Pelajar, Jauhi Narkoba hingga Judi Online
Wisuda Politeknik Kampar, Ahmad Yuzar Dorong Lulusan Ku
Syahrul Aidi Maazat Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Tr
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Nasional
Kemenag Tegaskan Etika Dakwah Usai Ceramah Habib Alwi Assegaf Viral, MUI Serukan Boikot
Kemenag Tegaskan Etika Dakwah Usai Ceramah Habib Alwi Assegaf Viral, MUI Serukan Boikot
Wagub Sumbar Desak Usut Penanaman Sawit di Bekas Karhut
Kapolda Metro Jaya Dorong Literasi AI Sejak Dini, Sekol
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I