Dalam 30 Detik, Pesawat Atlas Air Menukik Tajam Lalu Jatuh Menghunjam Teluk

Alwira Fanzary
Minggu, 24 Februari 2019 19:19:08
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Sebuah pesawat bermesin ganda, jet kargo Boeing 767 Atlas Air menghunjam Teluk Trinity dekat Anahuac, Texas, Amerika Serikat. Tragedi itu terjadi tak lama sebelum pukul 12.45 siang pada Sabtu 23 Februari 2019 sore waktu setempat.

Ada tiga orang di dalam pesawat Atlas Air Flight 3591 yang diduga membawa kargo Amazon Prime Air, demikian menurut laporan awal Administrasi Penerbangan Federal.

"Tidak ada yang selamat dalam kecelakaan mematikan itu," menurut Kantor Sheriff Kabupaten Chambers seperti dikutip dari Liputan6.com, Minggu (24/11/2019).

Penerbangan tersebut berangkat dari Miami menuju Bandara George Bush Intercontinental di Houston, Texas ketika menukik dan jatuh ke teluk, yang berjerak sekitar lima meter dan sebagian besar rawa lumpur.

Baca: Eksodus Tenaga Ahli dari Israel Meningkat, Sektor Teknologi dan Kesehatan Terancam Kehilangan SDM

Berdasarkan data pelacakan dari FlightAware.com, pesawat itu diketahui menukik tajam dari ketinggian 6.525 kaki menjadi 3.025 kaki dalam 30 detik.

Petugas dan tim penyelamat berbondong-bondong ke tempat di mana detritus pesawat yang pecah terlihat di air bersama dengan potongan-potongan muatan terapung seperti pakaian wanita dan kotak kardus.

Sherif Brian C. Hawthorne menggambarkan kecelakaan itu saat konferensi pers Sabtu sore sebagai 'kehancuran total'. Dia kemudian memberi tahu Houston Chronicle bahwa polisi telah menemukan jasad manusia di lokasi tersebut.

Dia mengatakan banyak saksi mata yang melaporkan kecelakaan pesawat itu mengaku melihat sesuatu seperti 'kilat'.

Baca: Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen

"Hal pertama yang saya lihat ketika keluar di sana hanyalah puing-puing mengambang. Dari selimut hingga pakaian wanita, sampai kotak kardus, lalu begitu banyak fiberglass. Ketika kami semakin dekat, barulah terlihat puing-puing pesawat," papar Brian C. Hawthorne.

Sejauh ini Brian C. Hawthorne belum memverifikasi nama perusahaan pengiriman yang diyakini beroperasi untuk Amazon Prime Air, menurut Flight Global.

Sebelum kecelakaan tragis terjadi, pengendali lalu lintas udara di Houston mencoba setidaknya dua kali untuk menghubungi pesawat Atlas Air tetapi tidak mendapat tanggapan.

Setelah kehilangan kontak, kemudian mereka bertanya kepada pilot United Airlines apakah ia melihat 'kontak darat' - puing-puing - di sebelah kanan atau belakangnya. "Jawabannya negatif," katanya.

Baca: Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional

Mereka juga bertanya kepada pilot Mesa Airlines pertanyaan serupa. "...Kami mencari pesawat yang hilang ... pesawat Boeing 767 yang berat, artinya ini pesawat besar...".

"Tidak ada kontak darat dari sini," kata pilot Mesa.

Menurut FlightRadar, pesawat nahas itu berangkat dari Miami pukul 11.33 waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Houston Intercontinental pukul 12.53 waktu setempat. Namun kapal terbang tersebut tak akan sampai ke tujuan, karena jatuh di sebuah teluk di Texas. Kso

Terkait
Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026, Berikut Tugas dan Wewenangnya
Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026, Berikut Tugas dan Wewenangnya
Lainnya
GKSB DPR RI Kutuk Serangan Israel ke Aqsha, Sebut Negara Barat Jangan Standar Ganda
GKSB DPR RI Kutuk Serangan Israel ke Aqsha, Sebut Negara Barat Jangan Standar Ganda
Remaja Ini Duduga Bunuh Diri Karena Tidak Dibelikan Pon
Lima Pelaku Pembunuhan Khashoggi Dituntut Hukuman Mati
Selundupkan Miras Rp 1,2 M, Polisi Tetapkan Nakhoda Kap
Bengkalis
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hukum
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegi
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar