Kecam Perlakuan Terhadap Kaum Muslim Uighur, China Kembali Warning Turki

Mawardi Tombang
Sabtu, 2 Maret 2019 13:16:02
Erdogan dan Xi Jin Ping dalam sebuah pertemuan

KANALSUMATERA.com - Hubungan Turki-China kembali memanas. Turki berisiko membahayakan hubungan ekonomi dengan Cina jika masih terus mengecam perlakuan Beijing terhadap kaum Muslim Uighur. Peringatan itu disampaikan utusan Cina untuk Ankara.

Bulan lalu, Turki mengeluarkan pernyataan keras atas nasib orang-orang Uighur Cina. Turki mengatakan, lebih dari satu juta orang menghadapi penangkapan, penyiksaan sewenang-wenang, dan pencucian otak di kamp-kamp yang didirikan Cina di Xinjiang, kawasan di bagian barat laut negara itu.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengulangi kembali kekhawatiran Ankara di satu sidang PBB pekan ini. Ia menyeru Cina untuk menghormati hak asasi manusia dan kebebasan beragama. Cina telah membantah tuduhan-tuduhan seperti apa yang Turki katakan dan mengecam kritik di PBB itu sebagai campur tangan atas kedaulatannya.

Beijing mengatakan, kamp-kamp tersebut merupakan fasilitas untuk mendidik kembali dan pelatihan guna mencegah atau menghentikan serangan-serangan oleh kalangan separatis.

Baca: Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu

"Mungkin ada ketaksepakatan atau salah pengertian antara teman-teman tetapi kita sebaiknya menyelesaikan masalah-masalah melalui dialog. Mengecam teman Anda secara terbuka di mana-mana bukan pendekatan konstruktif," kata Deng Li, diplomat tertinggi Beijing untuk Ankara.

"Jika Anda memilih jalan tak konstruktif, dampaknya akan negatif pada saling percaya dan pemahaman serta akan tercermin dalam hubungan ekonomi dan komersial," kata Deng, yang berbicara melalui penerjemah kepada Reuters.



Terkait
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel T
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Lainnya
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Gempa Magnitudo 7,8 Guncang Turki
Meningkatnya Islamophobia di Jerman
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I