Arab Saudi Diminta Publikasikan Nama Pembunuh Khashoggi

Alwira Fanzary
Jumat, 29 Maret 2019 17:16:50
Aksi solidaritas

KANALSUMATERA.com - Pakar Hak Asasi Manusia (HAM) independen, Agnes Callamard dari PBB mengecam persidangan tertutup di Arab Saudi atas tersangka pembunuhan jurnalis, Jamal Khashoggi. Ia meminta kerajaan untuk menyebutkan nama dari para terdakwa.

Dilansir dari laman Time oleh Republika.co, Jumat (29/3), Callamard yang diamanatkan Dewan HAM PBB turut menaruh tanggung jawab pada lima negara dewan keamanan permanen PBB. Callamard mengatakan, pemerintah Saudi mengundang perwakilan dari lima negara untuk menghadiri beberapa sidang pengadilan.

Ia menyampaikan, Cina, Prancis, Inggris, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) berisiko menjadi peserta yang gugur dalam sebuah keadilan. Mereka hanya bisa terlibat jika persidangan melibatkan pelanggaran hukum HAM.

Callamard mengungkapkan, keberadaan Khashoggi dan informasi tentang mereka yang awalnya ditangkap atas pembunuhan itu harus dipublikasikan. Adapun Callamard memimpin penyelidikan HAM atas pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober. Ia juga telah meminta izin untuk melakukan perjalanan ke Saudi sebagai bagian dari penyelidikannya.

Baca: Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

Di samping itu, sebelumnya Kepala Komisi HAM Saudi, Bandar bin Mohammed al-Aiban mengatakan, kerajaan menolak penyelidikan internasional terhadap kasus tersebut. Sejauh ini pelaku yang dituduh telah menghadiri sidang, beserta dengan pengacara mereka, namun tidak memberikan nama atau detail lebih lanjut.

"Keadilan di kerajaan Arab Saudi beroperasi sesuai dengan hukum internasional dan itu berlaku dalam semua transparansi," kata Aiban.

Ia mengatakan, kerajaan tidak akan menerima campur tangan asing baik itu urusan dalam negeri dan sistem peradilannya.

Sejumlah negara Barat, termasuk 28 anggota Uni Eropa menyerukan Saudi untuk bekerja sama dalam penyelidikan pada pekan lalu. Mereka meminta penyelidikan dipimpin oleh PBB terhadap pembunuhan seorang kritikus dan kolumnis Washingon Post.

Baca: Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang

Sebelumnya Khashoggi dibunuh oleh Agen Saudi pada 2 Oktober 2018. Pembunuhan secara sadis dilakukan di konsulat Saudi di Istanbul.

Juru bicara penuntut umum Saudi mengatakan, 11 orang Saudi telah didakwa di pengadilan atas kasus ini. Pihak berwenang meminta hukuman mati untuk lima orang.

Beberapa pemerintah barat menuduh Putra Mahkota, Mohammed bin Salman terlibat dalam pembunuhan tersebut. Namun pemerintah Saudi telah membantah keterlibatan Putra Mahkota. Kso



Terkait
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Lainnya
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
Oposisi Melaka Kritik Rencana Jembatan Melaka-Dumai, Ta
Banjir Bandang, 20 Orang Meninggal Dunia
Kim Jong-un Palsu Diusir dari Vietnam
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Hukum
BNNK Pelalawan Gandeng Tiga OPD Berdayakan Mantan Penyalahguna Narkoba
BNNK Pelalawan Gandeng Tiga OPD Berdayakan Mantan Penyalahguna Narkoba
Tong Biru Berisi Rp 934 Juta Jadi Barang Bukti OTT Bupa
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, T
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket