Kevin Lamour Dipecat FIFA Usai Kritik Proyek Gianni Infantino

Kanama
Selasa, 18 Agustus 2026 07:31:14

KANALSUMATERA.com - ZURICH — Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi mengakhiri hubungan kerja dengan Kevin Lamour, pejabat yang menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO). Keputusan tersebut diumumkan pada 17 Agustus 2026, hanya beberapa pekan setelah Lamour melontarkan kritik terhadap proyek bisnis yang dikaitkan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino.

Pemecatan Lamour menjadi sorotan karena waktunya berdekatan dengan kritik terbuka yang disampaikannya terhadap rencana FIFA Forward Enterprise. Proyek tersebut sebelumnya dirancang untuk mengelola hak komersial dan penjualan tiket berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Selasa (18/08/2026).

Juru bicara FIFA mengonfirmasi berakhirnya hubungan kerja tersebut. "hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour dalam kapasitasnya sebagai Chief Operating Officer telah berakhir pada 17 Agustus 2026".

Baca: Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM Kanada Tegas Menolak

FIFA juga menyampaikan apresiasi atas masa kerja Lamour selama dua tahun. "Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) berterima kasih kepada Kevin atas pengabdiannya selama dua tahun dan mendoakan segala kesuksesan untuknya di masa mendatang".

Kabar tersebut kemudian disampaikan kepada para pegawai FIFA melalui surat elektronik yang dikirim Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström. Dalam komunikasi internal itu disebutkan bahwa FIFA dan Lamour "sepakat untuk berpisah".

Baca: Ketua BKSAP DPR RI Sampaikan Pesan Dukungan Perdamaian Palestina dalam Sidang OKI di Azerbaijan

Kritik Lamour terhadap Proyek FIFA

Sebelum meninggalkan jabatannya, Lamour sempat memberikan kritik tajam terhadap proyek FIFA yang akhirnya dihentikan. Ia bahkan menyebut rencana tersebut sebagai "proyek satu orang".

Lamour juga menyampaikan pandangannya mengenai peran pemimpin dalam organisasi sepak bola. "Kini saatnya bagi para pemimpin politik dalam sepak bola untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat kepada diri mereka sendiri dan mengambil keputusan-keputusan yang tepat".

Ia menilai terdapat persoalan serius dalam proses pengambilan keputusan terkait proyek tersebut. Lamour menyebut manajemen FIFA telah "diperdaya" dalam proyek yang kemudian ditinggalkan.

Dalam pernyataannya, Lamour menekankan bahwa fokus utama para pekerja FIFA semestinya tetap pada kepentingan sepak bola. "Tugas kami — tugas ratusan karyawan FIFA yang bersemangat, berdedikasi, dan idealis — adalah mengabdi kepada sepak bola".

Ia juga melontarkan kritik terhadap kepemimpinan organisasi. "Presiden seharusnya mengumpulkan, menyatukan, dan menginspirasi orang-orang. Namun hari ini, kita menyaksikan yang sebaliknya".

Lamour menyadari kritik tersebut berpotensi berdampak terhadap kariernya di FIFA. Ia mengaku tetap memiliki kewajiban terhadap organisasi sekaligus prinsip yang diyakininya.

"Jika itu berarti saya akan kehilangan pekerjaan saya, biarlah. Saya akan memahami dan menghormati keputusan tersebut. Setidaknya malam ini saya bisa tidur dengan tenang".

Lamour Baru Bergabung dengan FIFA pada 2024

Kevin Lamour bergabung dengan FIFA pada November 2024. Sebelum masuk ke jajaran FIFA, ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal di Federasi Sepak Bola Eropa.

Posisinya sebagai COO berada dua tingkat administratif di bawah Presiden FIFA Gianni Infantino. Kepergian Lamour pun menambah perhatian terhadap dinamika internal FIFA, terutama setelah polemik mengenai rencana pengelolaan hak komersial organisasi.

Rencana pembentukan perusahaan baru untuk menangani hak komersial dan tiket FIFA sebelumnya menuai penolakan dari sejumlah konfederasi sepak bola. Usulan penjualan 21 persen saham kepada investor swasta akhirnya tidak berlanjut setelah mendapat kritik luas.

Situasi tersebut turut meningkatkan tekanan terhadap Infantino menjelang proses pencalonannya untuk masa jabatan presiden FIFA berikutnya. (SM)



Lainnya
Kapal Feri Tabrak Paus, 80 Orang Terluka
Kapal Feri Tabrak Paus, 80 Orang Terluka
Akibat Serangan Ayan, Seorang Wanita Tewas Dimakan Babi
Hujan Deras, Sebagian Distrik Di Makkah Banjir
Puluhan Siswa SD Korban Insiden Penikaman di Beijing
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Hukum
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Nasional
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI Jalankan Operasi secara Terencana dan Terpadu
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI Jalankan Operasi secara Terencana dan Terpadu
Prabowo Targetkan 70 Ribu Polisi Hutan, Rekrutmen 21 Ri
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2