Kevin Lamour Dipecat FIFA Usai Kritik Proyek Gianni Infantino
KANALSUMATERA.com - ZURICH — Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi mengakhiri hubungan kerja dengan Kevin Lamour, pejabat yang menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO). Keputusan tersebut diumumkan pada 17 Agustus 2026, hanya beberapa pekan setelah Lamour melontarkan kritik terhadap proyek bisnis yang dikaitkan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Pemecatan Lamour menjadi sorotan karena waktunya berdekatan dengan kritik terbuka yang disampaikannya terhadap rencana FIFA Forward Enterprise. Proyek tersebut sebelumnya dirancang untuk mengelola hak komersial dan penjualan tiket berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Selasa (18/08/2026).
Juru bicara FIFA mengonfirmasi berakhirnya hubungan kerja tersebut. "hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour dalam kapasitasnya sebagai Chief Operating Officer telah berakhir pada 17 Agustus 2026".
Baca: Ketua BKSAP DPR RI Sampaikan Pesan Dukungan Perdamaian Palestina dalam Sidang OKI di Azerbaijan
FIFA juga menyampaikan apresiasi atas masa kerja Lamour selama dua tahun. "Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) berterima kasih kepada Kevin atas pengabdiannya selama dua tahun dan mendoakan segala kesuksesan untuknya di masa mendatang".
Kabar tersebut kemudian disampaikan kepada para pegawai FIFA melalui surat elektronik yang dikirim Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström. Dalam komunikasi internal itu disebutkan bahwa FIFA dan Lamour "sepakat untuk berpisah".
Kritik Lamour terhadap Proyek FIFA
Sebelum meninggalkan jabatannya, Lamour sempat memberikan kritik tajam terhadap proyek FIFA yang akhirnya dihentikan. Ia bahkan menyebut rencana tersebut sebagai "proyek satu orang".
Lamour juga menyampaikan pandangannya mengenai peran pemimpin dalam organisasi sepak bola. "Kini saatnya bagi para pemimpin politik dalam sepak bola untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat kepada diri mereka sendiri dan mengambil keputusan-keputusan yang tepat".
Ia menilai terdapat persoalan serius dalam proses pengambilan keputusan terkait proyek tersebut. Lamour menyebut manajemen FIFA telah "diperdaya" dalam proyek yang kemudian ditinggalkan.
Dalam pernyataannya, Lamour menekankan bahwa fokus utama para pekerja FIFA semestinya tetap pada kepentingan sepak bola. "Tugas kami — tugas ratusan karyawan FIFA yang bersemangat, berdedikasi, dan idealis — adalah mengabdi kepada sepak bola".
Ia juga melontarkan kritik terhadap kepemimpinan organisasi. "Presiden seharusnya mengumpulkan, menyatukan, dan menginspirasi orang-orang. Namun hari ini, kita menyaksikan yang sebaliknya".
Lamour menyadari kritik tersebut berpotensi berdampak terhadap kariernya di FIFA. Ia mengaku tetap memiliki kewajiban terhadap organisasi sekaligus prinsip yang diyakininya.
"Jika itu berarti saya akan kehilangan pekerjaan saya, biarlah. Saya akan memahami dan menghormati keputusan tersebut. Setidaknya malam ini saya bisa tidur dengan tenang".
Lamour Baru Bergabung dengan FIFA pada 2024
Kevin Lamour bergabung dengan FIFA pada November 2024. Sebelum masuk ke jajaran FIFA, ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal di Federasi Sepak Bola Eropa.
Posisinya sebagai COO berada dua tingkat administratif di bawah Presiden FIFA Gianni Infantino. Kepergian Lamour pun menambah perhatian terhadap dinamika internal FIFA, terutama setelah polemik mengenai rencana pengelolaan hak komersial organisasi.
Rencana pembentukan perusahaan baru untuk menangani hak komersial dan tiket FIFA sebelumnya menuai penolakan dari sejumlah konfederasi sepak bola. Usulan penjualan 21 persen saham kepada investor swasta akhirnya tidak berlanjut setelah mendapat kritik luas.
Situasi tersebut turut meningkatkan tekanan terhadap Infantino menjelang proses pencalonannya untuk masa jabatan presiden FIFA berikutnya. (SM)
