Demo Pelajar di Prancis Makin Memanas, 488 Orang Ditangkap dan 43 Aparat Terluka

Kanama
Rabu, 7 Oktober 2026 10:02:20

KANALSUMATERA.com - PARIS — Gelombang demonstrasi pelajar di Prancis kembali memanas. Aksi yang menuntut perbaikan kondisi pendidikan dan fasilitas sekolah tersebut berujung bentrokan di sejumlah wilayah hingga menyebabkan ratusan orang ditangkap. Rabu (07/10/2026).

Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat 488 orang diamankan dalam rangkaian aksi pada Selasa. Selain itu, sebanyak 43 anggota aparat keamanan dilaporkan mengalami luka-luka.

Demonstrasi tersebut diikuti puluhan hingga ratusan ribu orang di berbagai wilayah Prancis. Pemerintah memperkirakan sekitar 256 ribu orang mengikuti aksi pada Selasa, sementara kelompok penyelenggara menyebut jumlah peserta mencapai sekitar 450 ribu orang.

Baca: Arab Saudi Kerahkan 100 Jet Tempur, Ratusan Target Houthi Jadi Sasaran di Yaman

Aksi sebagian besar berlangsung secara damai. Namun, bentrokan terjadi secara sporadis di sejumlah lokasi. Massa dilaporkan melempar benda ke arah aparat, sementara polisi merespons dengan penggunaan gas air mata.

Situasi juga memanas di kawasan Place de la Nation, Paris. Hingga malam hari, massa masih bertahan meski demonstrasi utama di ibu kota mulai mereda.

Baca: Profesor Biao Xiang Jadi Idola Gen Z China, Bahas Kecemasan Anak Muda

Ribuan Orang Sudah Ditangkap

Demonstrasi pelajar tersebut bukan aksi yang baru berlangsung sehari. Sejak pekan sebelumnya, jumlah orang yang ditangkap terkait gelombang protes telah mencapai 6.547 orang.

Protes bermula dari tuntutan pelajar terhadap kondisi sekolah yang dinilai buruk, termasuk persoalan fasilitas, kekurangan tenaga pengajar dan kondisi belajar yang dianggap tidak memadai. Aksi kemudian berkembang menjadi gerakan nasional yang melibatkan pelajar, guru, orang tua, hingga kelompok serikat pekerja.

Baca: KTT BRICS New Delhi Dibayangi Perang, Ketegangan Global Makin Memanas

Pemerintah Prancis menghadapi tekanan untuk merespons tuntutan tersebut sekaligus menjaga agar demonstrasi tidak berkembang menjadi kerusuhan yang lebih luas.

Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menegaskan pemerintah tidak akan membenarkan kekerasan yang terjadi selama aksi.

Baca: Prabowo Tiba di New Delhi, KTT BRICS Jadi Panggung Strategis Indonesia

"Membakar gedung sekolah tidak memperbaiki kondisi bangunan sekolah. Menyerang guru tidak membantu menggantikan posisi guru," kata Lecornu di hadapan parlemen, dilansir AFP, Selasa (06/10/2026).

Lecornu juga membantah tudingan bahwa pemerintah memerintahkan aparat melakukan tindakan represif terhadap demonstran.

"Sebuah kebohongan," tegasnya.

Baca: Teluk Persia Memanas, Iran Peringatkan Keras Pergerakan Militer Korea Selatan

Pemerintah Hentikan Kegiatan Belajar Formal

Di tengah meningkatnya ketegangan, pemerintah Prancis mengambil langkah untuk memberikan ruang dialog di lingkungan sekolah.

Baca: Malaysia Tetapkan Darurat Asap, Kemlu RI Tegaskan Penanganan Karhutla Terus Dikebut

Lecornu mengumumkan kegiatan belajar-mengajar formal di tingkat SMA ditiadakan hingga akhir pekan tersebut. Waktu tersebut akan digunakan kepala sekolah, guru dan siswa untuk membahas persoalan yang terjadi melalui forum internal sekolah.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka ruang komunikasi antara pelajar dan pihak sekolah tanpa harus mengandalkan aksi demonstrasi di jalanan.

Namun, tudingan mengenai penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat masih menjadi perhatian. Kelompok sayap kiri France Unbowed (LFI) bersama sejumlah organisasi hak asasi manusia menilai respons kepolisian terhadap demonstran tidak proporsional.

Baca: Inggris Murka, Anak Netanyahu Ikut Campur Sengketa Falkland dengan Argentina

Pemerintah sendiri membantah tudingan tersebut dan menyatakan aparat bertindak menghadapi situasi yang dalam sejumlah lokasi telah berubah menjadi aksi kekerasan.

Gelombang demonstrasi ini menjadi salah satu persoalan sosial-politik penting di Prancis menjelang pemilihan presiden 2027. (SM)



Terkait
Iran Ancam Balas Serangan AS di Pesta Pernikahan, 4 Orang Tewas
Iran Ancam Balas Serangan AS di Pesta Pernikahan, 4 Orang Tewas
Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Amban
Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Ten
Dan Driscoll Mundur dari Sekretaris Angkatan Darat AS d
Lainnya
Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Bukan untuk Menghadapi Iran
Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Bukan untuk Menghadapi Iran
Koalisi Rohingya Merdeka Serukan Dunia Tekan Myanmar
Tidak Bisa Bahasa Mandarin, Taiwan Tolak Visa 20 Mahasi
Malaysia Larang Israel Ikut Kejuaraan Renang
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hukum
PT Riau Vonis Eks Kadis PUPR 4 Tahun, Uang Pengganti Rp510 Juta
PT Riau Vonis Eks Kadis PUPR 4 Tahun, Uang Pengganti Rp510 Juta
Densus 88 Tangkap 12 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi,
WNA China Diduga Curi Barang di Pesawat, Imigrasi Soett
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Kriminal
Kajari Konawe Fachrizal Ditangkap, Kini Jalani Pemeriksaan di Kejagung
Kajari Konawe Fachrizal Ditangkap, Kini Jalani Pemeriksaan di Kejagung
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda