Malaysia Batalkan Proyek KA Cina

Alwira Fanzary
Sabtu, 26 Januari 2019 17:53:52
Kereta Api Cepat produksi Cina

KANALSUMATERA.com - Musyawarah Kabinet Pemerintahan Malaysia telah menyetujui pembatalan kontrak dengan China Communication Construction Company Ltd (CCCC). Kontrak yang dibatalkan adalah proyek Laluan Rel Pantai Timur (ECRL) yang dihentikan sejak Juli 2018.

Menteri Perekonomian Malaysia, Datuk Seri Mohamed Azmin Ali seperti yang dilansir dari kantor berita Antara mengemukakan hal itu ketika diwawancarai wartawan di Kuala Lumpur, Sabtu (26/1), usai meresmikan Majelis Anugerah Kecemerlangan dan Musyawarah Agung.

"Perdana Menteri Mahathir Mohamad telah mengambil keputusan karena biaya untuk membangun ECRL ini terlalu besar karena kita tidak mempunyai kemampuan keuangan," kata mantan Menteri Besar Negara Bagian Selangor tersebut.

"Sekiranya proyek tersebut tidak dikhiri, tanggungan yang perlu dibiayai pemerintah adalah hampir 500 juta ringgit setahun," katanya.

Azmin Ali mengatakan karena biaya tersebut tidak mampu kita tanggung maka proyek ini perlu dihentikan tanpa mempengaruhi hubungan baik dengan Pemerintah Cina. "Kita masih menyambut semua bentuk investasi dari Cina namun persoalan ini akan kita teliti kasus per kasus berdasarkan kemampuan keuangan negara pada hari ini," katanya.

Tentang nilai kompensasi kepada CCCC, Mohamed Azmin mengatakan jumlah kompensasi yang perlu dibayar akibat pembatalan kontrak tersebut akan diteliti oleh Kementerian Keuangan melalui kajian wajar menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk memastikan biaya kompensasi tersebut tidak membebani keuangan negara.

Azmin mengatakan pemerintah juga belum memutuskan pihak pengembang baru bagi proyek ECRL sebaliknya akan terus mengkaji permohonan investor baru ke dalam negara. Pembangunan ECRL semestinya dilakukan oleh CCCC dengan pembiayaan akan dipenuhi oleh Export-Import Bank of China (Exim Bank of China).

Proyek rela kereta api sepanjang 688.3 kilometer tersebut akan menghubungkan Pelabuhan Klang di Selangor dengan Pengkalan Kubor di Kelantan dan akan dibangunkan dalam dua tahap. Kso

Lainnya
Israel Diduga akan Bangun Lagi 4.500 Rumah di Tepi Bara
Israel Diduga akan Bangun Lagi 4.500 Rumah di Tepi Bara
Seorang WNI dan Suaminya Dilaporkan Hilang di Malaysia
Granat PD 1 Ditemukan di Kentang Ekspor Prancis ke Hong
Kesehatan Mental Warga AS Buruk di Bawah Pemerintahan T
Daerah
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Bupati Zukri  dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan T
Melihat Keindahan Lindok Alam Kampar, Cocok untuk Berba
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Pariwara
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Pj Wako Apresiasi Insan Pariwisata di Pekanbaru Majukan