Zakir Naik Berharap Masyarakat Mendengar Penyataannya Secara Menyeluruh

Amar
Rabu, 21 Agustus 2019 13:12:23
Zakir Naik

KANALSUMATERA.com - Ulama kontroversial asal India, Zakir Naik, akhirnya meminta maaf atas ucapannya yang dianggap memicu polemik di Malaysia. Selain itu, Zakir juga melayangkan somasi kepada sejumlah pihak yang dia nilai telah membuat ucapannya keluar konteks.

Sebagaimana diketahui, tekanan agar Zakir pergi dari Malaysia itu bermula dari komentarnya soal warga China di Malaysia. Dilansir media lokal Malaysia, Malaysiakini dan The Star, Kamis (15/8/2019), komentar Zakir Naik yang memicu kontroversi itu disampaikan saat dia berbicara dalam acara dialog keagamaan 'Executive Talk bersama Dr Zakir Naik' di Kota Baru, Kelantan pada 8 Agustus lalu.

Zakir Naik mengatakan awalnya warga China hanya datang untuk berdagang. Tetapi kemudian warga China menjadi tamu di Malaysia.

"Kemudian, lebih banyak orang datang dan Malaysia menjadi Muslim sepenuhnya. Kemudian Anda mendapati warga China datang, warga India datang, warga Inggris datang. Mereka adalah tamu baru kita," ucap Zakir Naik dalam acara tersebut.

Karena hal ini, Asosiasi China Malaysia (MCA) menyebut Zakir Naik terbukti menjadi ancaman bagi keselarasan ras di Malaysia. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman mendukung deportasi ulama asal India itu.

Baca: China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia, Nilai Mencapai Rp 1.760 Trilliun

Tak hanya itu, politikus Democratic Action Party (DPA) Andrew Chen mengatakan siap membelikan tiket pesawat untuk Zakir Naik agar enyah dari Malaysia. Bahkan Marina Mahathir, putri sulung Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad juga turut menekan Zakir Naik agar segera angkat kaki dari negeri jiran itu.

Zakir Naik kemudian diperiksa Kepolisian Diraja Malaysia terkait komentarnya yang dinilai provokatif tersebut pada Sabtu (17/8/2019). Zakir kembali diperiksa pada Senin (19/8). Pemeriksaan kedua ini dilaporkan berlangsung selama 10 jam dan berakhir lewat tengah malam.

Usai diperiksa, Zakir akhirnya menanggapi tekanan hebat yang memintanya pergi dari Malaysia. Zakir bersikeras menilai komentar-komentarnya yang memicu polemik telah 'diambil keluar konteks dan ditambahi rekayasa aneh di dalamnya'.

Hal ini diungkapkan Zakir melalui laporan polisi dan somasi yang dilayangkan dirinya terhadap kelima tokoh di Malaysia yang dituduh telah memfitnah dirinya, melalui komentar dan pernyataan via media massa.

Kelima tokoh itu adalah Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia M Kulasegaran, Wakil Kepala Menteri II Penang P Ramasamy, anggota dewan daerah Bagan Dalam Satees Muniandy, mantan Duta Besar Dennis J Ignatius, dan anggota parlemen Klang Charles Santiago. Zakir menuntut kelima tokoh tersebut meminta maaf dan membayar sejumlah uang ganti rugi.

Minta Maaf

Bersamaan dengan itu, Zakir Naik turut meminta maaf kepada publik Malaysia. Dia mengklarifikasi ucapannya.

"Meskipun saya telah mengklarifikasi diri saya sendiri, saya merasa saya berhutang maaf kepada semua orang yang merasakan sakit karena kesalahpahaman ini," ucap Zakir Naik dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Selasa (20/8/2019).

"Saya tidak ingin satu pun dari Anda untuk menyimpan sakit hati terhadap saya," lanjutnya.

Zakir menegaskan, dirinya tak pernah berniat membuat masyarakat kecewa. Apalagi, jelasnya, ucapan yang memicu perpecahan justru dilarang oleh agamanya.

"Itu bertentangan dengan ajaran mendasar dalam Islam, dan saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kesalahpahaman ini," ujar Zakir.

"Rasisme adalah kejahatan yang saya tentang keras, sama seperti Alquran (juga menentangnya) dan itu adalah kebalikan dari semua yang saya perjuangkan sebagai seorang pengkhotbah Islam," tegasnya.

Zakir pun meminta warga Malaysia, khususnya non-muslim, untuk mendengarkan pernyataannya secara menyeluruh. "Terakhir, saya sangat tersentuh oleh ratusan ribu orang yang mendukung saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Anda semua. Jazaak Allaahu Khairan. Semoga Allah membalas kalian semua dengan yang terbaik ," tandasnya.

Lainnya
Joe Biden sebut Putin telah Lakukan Kejahatan Perang
Joe Biden sebut Putin telah Lakukan Kejahatan Perang
Usai Mundur, Raja Malaysia Kembali Menunjuk Muhyiddin Y
Pemuda NTB Juara 1 MTQ Internasional di Turki
Protes Pemecatan 25 Imam Masjid di Perlis Malaysia
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Olahraga
Calon Ketua KONI Riau Edi Basri Hadiri Laga Final Gala Desa Pasir Sialang Bangkinang
Calon Ketua KONI Riau Edi Basri Hadiri Laga Final Gala Desa Pasir Sialang Bangkinang
Kadispora Riau dan Ribuan Penonton Saksikan Laga Final
PWI Kampar Berhasil Mengalahkan KONI Kampar dan Kampar
Pendidikan
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Sekda R
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Kadispo
Hukum
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto