Banjir Bandang, 20 Orang Meninggal Dunia
KANALSUMATERA.com - Sedikitnya 20 orang, termasuk anak-anak, meninggal dunia di Afghanistan selatan akibat banjir bandang yang menelan 2.000 rumah dan menyapu mobil.
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan dalam sebuah pernyataan, hujan deras melanda kota Kandahar dan enam distrik jelang akhir pekan ini.
Pejabat pemerintah Afghanistan mengatakan ratusan rumah di provinsi Herat hancur dalam banjir bandang.
Keluarga yang terkena dampak banjir telah dievakuasi ke tempat-tempat aman di distrik dan kota Kandahar, termasuk sekolah, masjid dan gedung-gedung pemerintah.
Baca: China Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia, Nilai Mencapai Rp 1.760 Trilliun
Setidaknya 10 orang, termasuk anak-anak, hilang di distrik Arghandab, Daman, Spin Boldak dan Dand.
Pernyataan OCHA mengatakan sejumlah besar keluarga Kochi (nomadik), sekitar 500 orang, terdampar di tepi sungai dan ada kebutuhan mendesak akan dukungan udara untuk menyelamatkan mereka.
Kondisindaerah yang berupa pegunungan dan berbukit-bukit, serta ketiadaan jalan memperlambat laju operasi pertolongan darurat dan penyelamatan. Rmol/Kso
