Eksodus Tenaga Ahli dari Israel Meningkat, Sektor Teknologi dan Kesehatan Terancam Kehilangan SDM
KANALSUMATERA.com - TEL AVIV — Gelombang warga Israel yang memilih meninggalkan negaranya dilaporkan semakin meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian karena kelompok yang keluar tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga mencakup pekerja berpenghasilan tinggi dan tenaga profesional di sektor teknologi serta kesehatan. Senin (10/08/2026).
Fenomena tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap potensi brain drain, yakni perpindahan tenaga kerja berpendidikan dan berketerampilan tinggi ke negara lain.
Data yang dikutip dari studi Otoritas Pajak Israel menunjukkan tingkat emigrasi warga Israel mengalami peningkatan signifikan. Dalam periode 2019 hingga 2024, jumlah warga berpenghasilan tinggi yang meninggalkan Israel disebut meningkat sekitar dua kali lipat.
Baca: Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Sementara itu, jumlah profesional dari sektor teknologi tinggi dan kedokteran yang meninggalkan Israel dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat dalam kurun lima tahun.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian karena sektor teknologi dan kesehatan membutuhkan sumber daya manusia dengan keahlian khusus. Jika berlangsung dalam jangka panjang, perpindahan tenaga profesional dapat memengaruhi produktivitas serta kemampuan negara mempertahankan tenaga ahli.
Baca: Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Dampak terhadap penerimaan pajak
Eksodus warga berpenghasilan tinggi juga berpotensi memberikan tekanan terhadap penerimaan negara.
Studi yang dikutip menunjukkan kerugian penerimaan pajak akibat emigrasi meningkat dari sekitar 500 juta shekel per tahun pada 2019 menjadi sekitar 1,2 miliar shekel pada 2023 dan 2024.
Baca: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026, Berikut Tugas dan Wewenangnya
Otoritas terkait bahkan memperkirakan kerugian tersebut dapat meningkat apabila tren perpindahan penduduk tidak mengalami perubahan.
Dalam skenario tertentu, kehilangan penerimaan pajak diperkirakan dapat mencapai sekitar 3,5 miliar shekel atau sekitar 1,16 miliar dolar AS per tahun dalam lima tahun mendatang.
Kondisi itu membuat emigrasi tidak lagi sekadar persoalan perpindahan penduduk. Pemerintah juga menghadapi tantangan mempertahankan kelompok masyarakat yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian.
Teknologi dan kesehatan ikut terdampak
Sektor teknologi tinggi menjadi salah satu bidang yang berpotensi paling terdampak apabila arus keluar tenaga profesional terus meningkat.
Berkurangnya tenaga ahli dapat memengaruhi kemampuan perusahaan dalam mengembangkan produk, melakukan penelitian, menciptakan inovasi, hingga memperluas kegiatan bisnis.
Hal serupa dapat terjadi pada sektor kesehatan. Perpindahan tenaga medis berpengalaman berpotensi menambah tekanan terhadap ketersediaan sumber daya manusia yang dibutuhkan rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Fenomena brain drain juga dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kemampuan suatu negara dalam mempertahankan inovasi, produktivitas, penelitian, serta daya saing ekonomi.
Generasi muda menjadi perhatian
Tren emigrasi yang melibatkan kelompok berpendidikan tinggi dan pekerja produktif menjadi perhatian tersendiri.
Jika kelompok tersebut menetap dalam waktu lama di luar negeri, Israel bukan hanya kehilangan tenaga kerja, tetapi juga berpotensi kehilangan kontribusi ekonomi dari pendapatan, konsumsi, investasi, dan pajak mereka.
Meski demikian, data yang tersedia belum memberikan gambaran lengkap mengenai faktor utama yang membuat warga Israel memilih meninggalkan negara tersebut, termasuk negara tujuan dan apakah mereka berniat menetap secara permanen atau hanya sementara.
Namun, meningkatnya jumlah tenaga profesional yang keluar menunjukkan bahwa persoalan emigrasi berpotensi berkembang menjadi tantangan serius bagi Israel.
Jika tren tersebut berlanjut, dampaknya dapat meluas dari persoalan demografi menjadi masalah ketenagakerjaan, penerimaan pajak, inovasi teknologi, sektor kesehatan, hingga daya saing ekonomi dalam jangka panjang. (SM)
