Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/08/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri sekitar 20 delegasi peraih Nobel dari berbagai bidang.
Ramos-Horta datang ke Indonesia bersama rombongan yang sebelumnya mengikuti pertemuan terkait sains di Timor-Leste pada 24–26 Agustus 2026.
Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan para penerima Nobel tersebut berasal dari sejumlah disiplin ilmu, termasuk sains, kimia, pangan, hingga bidang perdamaian.
Baca: Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
"Jadi hari ini Presiden (Timor-Leste) Ramos Horta membawa sekitar 20 delegasi yang merupakan Nobel laureate habis dari suatu pertemuan mengenai sains di Timor-Leste yang diadakan tanggal 24-26 (Agustus) yang lalu. Jadi hanya courtesy call kepada Bapak Presiden," kata Arrmanatha.
Pertemuan Prabowo dan Ramos-Horta juga menjadi kesempatan untuk membahas peluang kerja sama Indonesia dan Timor-Leste, khususnya dalam bidang pendidikan, riset, sains, dan inovasi.
Baca: Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
Sejumlah pejabat Indonesia turut mendampingi Prabowo dalam pertemuan tersebut. Di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.
Arif mengatakan kehadirannya dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan agenda penguatan riset dan inovasi. BRIN juga berpeluang terlibat dalam pembahasan mengenai sejumlah persoalan aktual dan solusi berbasis penelitian.
"Hari ini tentu kami diundang oleh Pak Presiden untuk mendampingi Beliau karena pertemuan dengan Presiden Timor Leste," ujar Arif.
Baca: HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
Prabowo Dorong Kolaborasi Peraih Nobel dengan Peneliti Indonesia
Dalam pertemuan itu, Prabowo juga mendorong para peraih Nobel untuk membuka peluang kolaborasi dengan peneliti dan akademisi Indonesia.
Baca: Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembunyikan di Botol Air Mineral
Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan bahwa keterlibatan para ilmuwan dunia tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset sekaligus pengembangan talenta sains di Indonesia.
“Presiden tadi juga menyampaikan kepada para peraih Nobel untuk bisa berkolaborasi dengan periset dan juga akademisi di Indonesia,” ujar Arif.
Selain kerja sama riset, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia dan Timor-Leste. Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga menyebut Ramos-Horta mengundang Prabowo untuk melakukan kunjungan ke Timor-Leste.
Baca: Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran pada 9 Juli
Kunjungan Ramos-Horta bersama para peraih Nobel dinilai membuka ruang baru bagi Indonesia untuk memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi. (SM)
