Israel Bersiap Perburuk Siksa Tahanan Palestina

Alwira Fanzary
Jumat, 4 Januari 2019 10:40:20
Perlawanan rakyat Palestina


Kanalsumatera.com - Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan mengumumkan rencana untuk memperburuk kondisi tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Langkah-langkah yang direncanakan tersebut akan mulai berlaku pada beberapa minggu mendatang setelah disetujui oleh kabinet Israel. Langkah itu dikritik tajam oleh para pemimpin dan aktivis Palestina yang menyebut mereka sebagai eskalasi pelanggaran HAM oleh Israel.

Al Jazeera pada Kamis (3/1) memuat, rencana itu, juga akan melihat penjara menghapus hak memasak dan membatasi akses tahanan ke televisi serta memblokir dana untuk Otoritas Palestina.

Baca: Tujuh Tentara AS Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan di USS Abraham Lincoln

Dia menambahkan, kunjungan keluarga telah dihentikan karena para tahanan yang berafiliasi dengan gerakan Palestina, Hamas.

"Rencana itu juga termasuk mencegah anggota Knesset (parlemen Israel) mengunjungi tahanan Palestina," tambah Erdan.

Bukan hanya itu, sambungnya, kebijakan memisahkan tahanan Hamas dari mereka yang berafiliasi dengan faksi Palestina Fatah juga akan berakhir. Dia menilai bahwa menahan narapidana di sel berdasarkan afiliasi organisasi mengakibatkan mereka semakin memperkuat identitas organisasi mereka.

Selain itu juga akan ada batas yang jelas pada jumlah air yang dikonsumsi seorang tahanan setiap hari, termasuk pada berapa kali mereka diizinkan mandi. Rmo/Kso



Terkait
Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Bukan untuk Menghadapi Iran
Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Bukan untuk Menghadapi Iran
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj d
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakam
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Lainnya
Penyidik PBB Mulai Usut Pembunuhan Khashoggi di Turki
Penyidik PBB Mulai Usut Pembunuhan Khashoggi di Turki
Langgar Privasi, Prancis Denda Google Rp 800 Miliar
Muhammad Ali Diabadikan Jadi Nama Bandara Di Kentucky
Meningkatnya Islamophobia di Jerman
Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat