Meningkatnya Islamophobia di Jerman

Alwira Fanzary
Jumat, 9 November 2018 09:23:24
Muslim di Jerman

KANALSUMATERA.com - Prasangka buruk terhadap Islam dan imigran semakin meningkat di Jerman, terutama di Jerman bagian timur. Hal itu diungkap sebuah studi terbaru tentang otoriterianisme di Jerman yang dilakukan oleh Pusat Kompetensi untuk Penelitian Demokrasi dan Ekstrimisme Sayap Kanan yang berbasis di kota Leipzig.

Sejak tahun 2002, lembaga riset tersebut membuat dan mempublikasikan laporan setiap dua tahun tentang pandangan kelompok sayap kanan dan otoriterianisme di Jerman.

Dalam studinya yang dilansir harian Jerman Die Welt, sebanyak 35.6% atau satu dari tiga orang Jerman percaya bahwa imigran datang hanya untuk mengeksploitasi kesejahteraan negara mereka. Angka tersebut lebih tinggi di Jerman bagian timur dengan 44.6% atau ada satu dari dua orang yang membenarkan hal tersebut.

Sentimen terhadap imigran memang meningkat di Jerman, terutama kepada imigran Muslim. Menurut studi dan poling yang dilakukan, 44% masyarakat Jerman setuju bahwa Muslim sebaiknya tidak diizinkan bermigrasi ke Jerman. Angka tersebut naik hampir 8% dibandingkan pada tahun 2014 dimana ada 36.5% masyarakat Jerman yang setuju akan hal tersebut.

Ketika ditanya apakah banyaknya Muslim membuat mereka merasa seperti orang asing di negaranya sendiri, 55.8% masyarakat Jerman menjawab “setuju”. Sementara di tahun 2014 ada 43% yang menjawab “setuju”.

Meskipun begitu, pandangan negatif tidak hanya terjadi pada Muslim saja. Sepuluh persen masyarakat Jerman tidak suka dengan Yahudi karena mereka menganggap bahwa Yahudi tidak cocok dengan Jerman dan masih memiliki terlalu banyak pengaruh sampai sekarang. Paham yang tidak suka pada sesuatu yang berhubungan dengan bangsa Yahudi itu disebut antisemitisme.

Perekonomian yang maju dan perkembangan yang positif memang tidak dirasakan secara sama rata oleh semua masyarakat Jerman, sehingga imigranlah yang sering menjadi kambing hitam atas terjadinya kesenjangan tersebut.

Tingginya sentimen terhadap imigran, Muslim, dan Yahudi lebih dirasakan di Jerman bagian timur yang secara umum memang lebih tertinggal dibandingkan dengan Jerman bagian barat.

Delapan persen masyarakat Jerman percaya bahwa memiliki pemimpin yang diktator dapat mengubah hidup mereka menjadi lebih baik dibandingkan dengan sistem pemerintahan yang demokratis.Kmp/KS

Lainnya
Prabowo: Meski Tak Jumpa Bu Ani Langsung, yang Penting Doa Tersampaikan
Prabowo: Meski Tak Jumpa Bu Ani Langsung, yang Penting Doa Tersampaikan
Harapan Putri Thailand Jadi Perdana Menteri Pupus
Granat PD 1 Ditemukan di Kentang Ekspor Prancis ke Hong
Protes Pemecatan 25 Imam Masjid di Perlis Malaysia
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Hukum
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Olahraga
Calon Ketua KONI Riau Edi Basri Hadiri Laga Final Gala Desa Pasir Sialang Bangkinang
Calon Ketua KONI Riau Edi Basri Hadiri Laga Final Gala Desa Pasir Sialang Bangkinang
Kadispora Riau dan Ribuan Penonton Saksikan Laga Final
PWI Kampar Berhasil Mengalahkan KONI Kampar dan Kampar