Tenggak Miras Palsu, 100 Lebih Warga India Tewas

Alwira Fanzary
Minggu, 24 Februari 2019 09:03:07
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Lebih dari 100 orang tewas setelah meneggak minuman keras (miras) palsu di negara bagian Assam, India timur laut, dalam 48 jam terakhir. Jumlah korban meninggal kemungkinan bisa bertambah karena lebih dari 300 orang masih dirawat di rumah sakit.

Para korban, sebagian besar pekerja perkebunan teh di Golaghat dan distrik Jorhat di Assam, dilarikan ke rumah sakit terdekat pada Kamis malam.

Departemen Kesehatan mengatakan pada hari Sabtu (23/2/2019), jumlah korban tewas mencapai 102 orang. Sedangkan laporan media lokal mengatakan jumlah korban meninggal hampir 125 orang.

Kasus ini hanya berselang kurang dari dua minggu setelah lebih dari 100 orang meninggal setelah minum alkohol oplosan di negara bagian Uttar Pradesh dan Uttarakhand, India utara.

Baca: Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

"Jumlah korban tewas mungkin meningkat dari distrik Jorhat dan Golaghat. Ini insiden yang sangat disayangkan. Kami sangat berhati-hati untuk menyediakan fasilitas medis terbaik," kata menteri cukai wilayah Assam, Parimal Suklabaidya kepada Al Jazeera.

Para pekerja perkebunan teh mengonsumsi minuman keras yang tercemar metil alkohol, bahan kimia yang menyerang sistem saraf pusat. Mereka mulai jatuh pingsan pada hari Kamis.

Mamoni Telenga, 35, kehilangan tiga anggota keluarganya. Dia mengatakan para kerabatnya jatuh sakit pada malam hari tetapi baru bisa dibawa rumah sakit keesokan paginya, di mana para dokter menyatakan ketiganya telah meninggal.

"Ibu mertua, ipar dan ipar saya telah meninggal," kata Telenga kepada Al Jazeera, Minggu (24/2/2019).

Baca: Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu

Suami Puja Ghatowar, Rupjyoti, saat ini sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Jorhat.

"Dia pulang muntah dan kami segera bergegas ke pusat kesehatan. Saya bisa melihat pertemuan di sana dan semua orang memiliki masalah yang sama. Dokter mengatakan kepada saya agar membawanya ke rumah sakit Jorhat untuk perawatan yang lebih baik. Dia jatuh pingsan di jalan," katanya.

Rumah sakit pemerintah di daerah terdekat merasa terbebani karena jumlah pasien meningkat. Menteri Kesehatan Assam Himanta Biswa Sarma mengatakan mereka telah memanggil dokter dari rumah sakit lain untuk membantu.

"Sudah dokter dan ahli dari berbagai pusat telah tiba dan mereka merawat para pasien," kata Sarma kepada wartawan di Jorhat Medical College and Hospital.
Direktur Jenderal Polisi Assam Kuladhar Saikia mengatakan penyelidikan sedang dilakukan dalam insiden tersebut.

Baca: Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang

"Sebuah tim pejabat Departemen Investigasi Kriminal dan ahli forensik telah dibentuk dan 12 orang telah dijemput untuk diinterogasi. Kami akan mengambil tindakan tegas," kata Saikia kepada Al Jazeera.

Suklabaidya menambahkan bahwa tujuh tersangka telah ditangkap sejauh ini oleh polisi atas dugaan keterlibatan mereka dalam memproduksi minuman keras ilegal.

Menteri Utama Assam Sarbananda Sonowal mengunjungi para korban di rumah sakit Jorhat dan mengumumkan bantuan sebesar Rs 200.000 kepada kerabat yang meninggal dan Rs 50.000 untuk mereka yang menjalani perawatan. Kso

Terkait
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Lainnya
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu
Rusia Diselimuti Salju Hitam
Koalisi Rohingya Merdeka Serukan Dunia Tekan Myanmar
Tentara Israel Tembak Mati Gadis Palestina
Pendidikan
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
SDN 4 Siak Kecil Bengkalis Dukung Pembatasan Penggunaan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Aceh
HK Buka Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1, Permudah Akses Bantuan Bencana dan Libur Nataru
HK Buka Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1, Permudah Akses Bantuan Bencana dan Libur Nataru
Presiden Prabowo Tinjau Pengerjaan Jembatan Bailey Teup
Pemko Banda Aceh Gratiskan Air untuk Rumah Ibadah selam
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegi
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan