Turki Kecam Perlakuan Pemerintah China Pada Warga Muslim Uighur

Alwira Fanzary
Minggu, 10 Februari 2019 08:31:34
Muslim Uighur

KANALSUMATERA.com - Pemerintah Turki mengecam perlakuan China terhadap orang-orang etnis Uighur di wilayah Xinjiang. Turki menyebut, perlakuan pemerintah China memalukan bagi umat manusia.

"Kebijakan asimilasi sistematis otoritas China terhadap warga Turki Uighur adalah hal yang memalukan bagi kemanusiaan," kata juru bicara kementerian luar negeri Turki Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan (Sabtu, 9/2) seperti dimuat Channel News Asia.

Diketahui, wilayah barat laut Xinjiang di China, tempat sebagian besar warga Uighur tinggal, berada di bawah pengawasan ketat polisi dalam beberapa tahun terakhir.

Hampir satu juta warga Uighur dan minoritas penutur bahasa Turki lainnya di China dilaporkan telah ditahan di kamp-kamp pendidikan ulang, menurut panel ahli PBB.

Baca: Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

Beijing mengatakan, pusat pendidikan kejuruan itu membantu orang menghindari terorisme dan memungkinkan mereka untuk diintegrasikan kembali ke dalam masyarakat.

Tetapi para kritikus mengatakan China berusaha untuk mengasimilasi populasi minoritas Xinjiang dan menekan praktik agama dan budaya yang bertentangan dengan ideologi Komunis dan budaya Han yang dominan. Rmol/Kso



Terkait
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih da
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
Lainnya
Keluarga Terkaya Ini Sumbang Rp 150 Miliar untuk Minta Maaf
Keluarga Terkaya Ini Sumbang Rp 150 Miliar untuk Minta Maaf
OKI akan Bawa Kasus Rohingya ke Pengadilan Internasiona
Kerjasama dengan Cina Hantarkan Mantan Presiden Maladew
Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam, Siti Aisyah Menang Bandi
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini