Facebook Gugat 4 Perusahaan Tiongkok

Alwira Fanzary
Sabtu, 2 Maret 2019 23:00:25
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Facebook dan Instagram, diketahui telah mengajukan gugatan terhadap 4 perusahaan Tiongkok dan 3 orang individu, dengan tuduhan melakukan penjualan akun palsu, like (suka) dan pengguna fiktif.

Menurut pengaduan yang diterima Pengadilan Federal di San Francisco, Amerika Serikat (AS), perusahaan dan individu di Tiongkok tersebut, diketahui telah menerbitkan dan membuat akun palsu dalam kurun waktu dua tahun terakhir dan menjualnya di enam situs web.

"Akun palsu dan pengguna fiktif, dapat digunakan untuk spam dan phishing, penyebaran informasi palsu, penipuan pemasaran, penipuan iklan, dan skema penipuan lainnya yang merugikan kalangan pengguna," kata pernyataan pihak Facebook, seperti dikutip dari laman GizChina oleh Beritasatu.com, Sabtu (2/3/2019).

Tindakan yang dilakukan oleh Facebook dan Instagram disebutkan sebagai langkah strategis perusahaan untuk melawan penyalahgunaan media sosial (Medsos) untuk kepentingan komersial yang melanggar hukum.

Baca: Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu

Terlebih, Facebook dan Instagram telah menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendeteksi akun palsu, dan telah menghapus 2,1 miliar akun fiktif dan diduga palsu sepanjang Januari hingga September 2018.

Adapun perusahaan Tiongkok yang didaftarkan dalam gugatan tersebut, diketahui berkantor pusat di Longyan dan Shenzhen, Tiongkok. Menurut dugaan, perusahaan tersebut merupakan produsen elektronik dan perangkat keras yang berafiliasi, serta penyedia perangkat lunak dan layanan iklan online. Kso



Terkait
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Lainnya
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Akibat Gempa Turki 4.000 Orang Meninggal, Diperkirakan
Lima Tahun Berlalu, Keluarga Masih Menanti Kepastian Na
Erdogan: Semua Teroris yang Bunuh Muslim Miliki Senjata
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pendidikan
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
Kapolda NTB Tekankan Disiplin Pelajar, Jauhi Narkoba hi
Wisuda Politeknik Kampar, Ahmad Yuzar Dorong Lulusan Ku
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Politik
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di Bimteknas DPP PKS se-Indonesia
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di Bimteknas DPP PKS se-Indonesia
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicab
TOP dan JoinPKS Kampar, Syahrul Aidi Ajak Warga Bergabu
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket