Karyawan Korupsi, Perusahaan Ini Rugi Rp 2 Triliun

Alwira Fanzary
Minggu, 20 Januari 2019 17:12:50
Produk DJI.

KANALSUMATERA.com - DJI Technology Co Ltd, produsen drone consumer terbesar di dunia yang berbasis di China, memergoki beberapa kasus korupsi serius yang dilakukan oleh para karyawannya sendiri.

Dikutip detikINET dari Reuters, korupsi tersebut sangat merugikan perusahaan. Diestimasi, DJI kehilangan sampai USD 150 juta atau di kisaran Rp 2 triliun.

DJI yang kantor pusatnya berada di Shenzen, menyatakan mereka mengungkap kasus ini saat menggelar kontrol kualitas di 2018. Sebagian kasus telah diserahkan pada otoritas.

"DJI tegas mengutuk setiap bentuk korupsi dan telah membuat satgas anti korupsi tingkat tinggi untuk investigasi lebih lanjut dan memperkuat upaya anti korupsi," kata DJI.

Baca: Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

"Beberapa kasus korupsi ini telah diserahan kepada otoritas dan sebagian karyawan telah diberhentikan," tambah mereka.

Laporan dari media China Securities Journal menyebutkan lebih dari 40 karyawan DJI diperiksa terkait korupsi tersebut.

DJI tercatat mempekerjakan 12 ribu karyawan sampai akhir tahun 2018. Jumkah itu diperkirakan bertambah jadi 14 ribu samlai akhir tahun 2019 ini.

Kasus korupsi karyawan di perusahaan asal China tak hanya menerpa DJI. Sebelumnya awal bulan ini, perusahaan taksi online Didi Chuxing mengumumkan pemberhentian 80 pegawai karena korupsi. dto/kso



Terkait
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel T
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
Lainnya
Ditabrak Burung, Jet Tempur MiG-21 India Jatuh di Dekat Pakistan
Ditabrak Burung, Jet Tempur MiG-21 India Jatuh di Dekat Pakistan
OKI akan Bawa Kasus Rohingya ke Pengadilan Internasiona
Kecam Perlakuan Terhadap Kaum Muslim Uighur, China Kemb
Tidak Bisa Bahasa Mandarin, Taiwan Tolak Visa 20 Mahasi
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202