Ilmuan Dunia Pro Kontra Atas Klaim Rekayasa Gen Janin oleh Ilmuwan Cina

Amar
Kamis, 29 November 2018 11:19:36
Ilmuwan asal Cina, He Jianku, yang mengklaim telah berhasil menyunting atau merekayasa gen sepasang bayi kembar di Cina.

KANAL SUMATERA.com - Ilmuwan di dunia gempar sekaligus geram setelah mendengar seorang pakar genetika Cina mengklaim berhasil merekayasa gen sepasang bayi kembar yang lahir pada November ini.

He Jianku, nama ilmuwan itu, mengaku telah menanamkan sebuah embrio yang gennya telah disunting ke dalam rahim seorang ibu di Cina. Ibu itu belakangan melahirkan sepasang puteri kembar bernama Lulu dan Nana.

Dalam wawancara dengan kantor berita Associated Press dan dalam video yang diunggahnya di YouTube, He mengaku menonaktifkan sebuah gen bernama CCR5. Gen ini lazimnya memproduksi sebuah protein yang berperan sebagai pintu masuk virus HIV ke dalam sel tubuh manusia.


Dengan menonaktifkan gen itu, He berharap bayi-bayi yang telah direkayasa itu akan kebal dari penyakit mematikan HIV AIDS.

Ia mengatakan bahwa kini dua bayi perempuan itu dalam kondisi sehat dan telah berada di rumah orang tua mereka. Ia mengklaim penyuntingan gen yang dia lakukan berhasil dan hanya mengubah gen yang disasar.

Baca: Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

Meski demikian, klaim He belum bisa diperiksa kebenarannya lewat pengujian independen atau dalam jurnal peer-review. Tetapi jika benar, maka kelahiran dua bayi perempuan itu menunjukkan lompatan besar dalam penyuntingan genetika, sekaligus secara gamblang pelanggaran terhadap etika dalam dunia sains.

Sejauh ini rekayasa genetika terhadap janin hanya dilakukan di laboratorium untuk riset, sering kali untuk mengetahui manfaat penyuntingan gen untuk menghilangkan penyakit-penyakit yang memicu mutasi genetik.

Tetapi dalam beberapa kasus, metode itu memiliki efek samping yang menunjukkan bahwa rekayasa genetika belum benar-benar aman untuk digunakan.


Dalam kasus He, dari dokumen yang diunggahnya di daftar eksperimen klinik Cina, diketahui bahwa teknik yang digunakan adalah CRISPR-Cas9 - teknik yang sudah dikenal luas dalam dunia kedokteran.

Pakar penyuntingan gen, Fyodor Urnov dari Altius Intitute for Biomedical Science di Seattle, Amerika Serikat mengatakan dari hasil pengamatannya terhadap dokumen itu, tampaknya He memang telah menyunting gen dua bayi itu.

Baca: Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu

Tetapi ia menekankan bahwa satu-satunya cara untuk memastikan bahwa bocah kembar itu telah direkayasa adalah dengan meneliti DNA mereka.

Urnov sendiri juga pernah menyunting gen CCR5 menggunakan teknik CRISPR-Cas9, tetapi ia melakukannya pada sel-sel orang dewasa bukan pada janin. Ia menekankan bahwa ada banyak cara memanfaatkan ilmu genetika untuk melindungi manusia dari HIV yang tak mewajibkan dilakukannya penyuntingan gen janin.

"Saat ini belum ada kebutuhan medis yang mewajibkan adanya penyuntingan janin," kata dia.

Urnov bukan satu-satunya ilmuwan yang tak sepakat dengan karya He. Joyce Harper dari University College London, Inggris juga menilai bahwa diperlukan payung hukum serta diskusi publik sebelum penyuntingan gen pada janin dipraktikan luas.

"Laporan hari ini soal penyuntingan gen demi kekebalan terhadap virus HIV masih prematur, berbahaya, dan tak bertanggung jawab," tegas Harper yang merupakan pakar kesehatan reproduksi perempuan.

Baca: Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang

"Ini sesuatu yang amoral... sebuah eksperimen pada manusia yang secara moral atau secara etis tak bisa dipertanggungjawabkan," tegas Kiran Masunuru, pakar rekayasa genetika dari University of Pennsylvania dan editor pada sebuah jurnal genetika terkemuka.

Sementara pakar bioetika pada Universitas Hokkaido, Jepang, Tetsuya Ishii mengatakan bahwa penyuntingan gen pada janin untuk mengurangi risiko infeksi HIV dibenarkan. Ia mengatakan ibu yang HIV positif masih bisa menjalani operasi sesar agar bayinya tak terjangkit virus HIV.

Tetapi ada juga ilmuwan yang sepakat dengan He. George Church, salah satu pakar genetika terkemuka dunia dari Universitas Harvard, AS, justru mengatakan bahwa penyuntingan gen untuk melawan HIV patut didukung.

"Menurut saya hal ini bisa dibenarkan," kata Church.

Kementerian Kesehatan Cina sendiri pada 2003 membuat sebuah panduan yang di dalamnya melarang penyuntingan gen bayi. Tetapi belum ada hukum yang mengatur soal hal itu.

Baca: HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP

"Saya paham karya saya akan kontroversial. Tetapi saya yakin bahwa banyak keluarga yang membutuhkan teknologi ini dan saya siap menerima kritik demi mereka," tegas He. (AP/Nature)



Terkait
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembunyikan di Botol Air Mineral
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembunyikan di Botol Air Mineral
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Lainnya
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Pesawat Jatuh, 14 Orang Tewas Termasuk Wali Kota
Lagi Sarapan, Wartawan Ditembak Mati
Pembuat Kapal Induk Pertama China, Sun Bo Terancam Diek
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Nasional
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan Ikon Jakarta Dipadamkan
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan Ikon Jakarta Dipadamkan
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi
Peringatan Keamanan Arab Saudi Meningkat, Begini Kondis
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad