PM Nepal Balendra Shah Tolak Tim SAR Asing, Sosok Eks Rapper Jadi Sorotan
KANALSUMATERA.com - KATHMANDU – Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menjadi sorotan setelah pemerintahnya memutuskan belum membutuhkan bantuan tim pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) dari sejumlah negara untuk menangani bencana banjir besar yang melanda wilayah Nepal. Sabtu (29/08/2026).
Banjir bandang yang terjadi sejak Rabu (26/08/2026) menyebabkan kerusakan besar di sejumlah wilayah. Bencana tersebut juga menelan ratusan korban jiwa dan membuat ribuan orang dilaporkan hilang.
Keputusan Nepal menolak bantuan tim SAR asing disampaikan Kementerian Luar Negeri Nepal. Pemerintah menyatakan aparat keamanan dan lembaga terkait di dalam negeri masih mampu menangani operasi pencarian dan penyelamatan.
Sejumlah negara sebelumnya telah menawarkan bantuan, termasuk India, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Sri Lanka, dan Bangladesh. Namun, Nepal menilai bantuan khusus berupa tim SAR asing belum menjadi kebutuhan utama pada tahap tersebut.
Pemerintah Nepal kemudian menjelaskan bahwa negara tersebut lebih membutuhkan dukungan teknis khusus untuk menghadapi sejumlah persoalan pascabencana. Bantuan yang dibutuhkan antara lain keahlian untuk penyelamatan di terowongan, pemulihan jaringan komunikasi, hingga layanan forensik dan identifikasi korban.
Menteri Luar Negeri Nepal mengatakan kebutuhan bantuan teknis tersebut lebih mendesak dibandingkan pengerahan tim SAR asing secara umum.
Bencana banjir juga berdampak terhadap infrastruktur penting, termasuk bangunan, jembatan, serta fasilitas pembangkit listrik. Kondisi cuaca buruk turut menghambat proses pencarian dan penyelamatan di sejumlah lokasi terdampak.
Di tengah situasi tersebut, sosok Balendra Shah ikut menjadi perhatian publik. Sebelum terjun ke dunia politik nasional, pria yang akrab disapa Balen itu dikenal sebagai rapper sekaligus insinyur struktur.
Shah sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Kathmandu. Karier politiknya kemudian berkembang hingga mengantarkannya menjadi Perdana Menteri Nepal pada Maret 2026. Latar belakangnya yang tidak berasal dari kelompok politik tradisional membuat sosok Shah banyak mendapat perhatian, terutama dari generasi muda Nepal.
Sebelum memasuki pemerintahan, Shah dikenal melalui musik rap yang kerap mengangkat isu korupsi dan buruknya tata kelola pemerintahan. Ia kemudian menggunakan popularitasnya untuk masuk ke arena politik dan membawa citra sebagai tokoh di luar lingkaran elite politik lama.
Dalam menghadapi bencana terbaru, pemerintah Shah menegaskan keputusan mengenai bantuan asing didasarkan pada kebutuhan operasional di lapangan. Nepal tetap membuka ruang untuk dukungan internasional dalam bentuk bantuan teknis yang dinilai sesuai dengan kebutuhan pascabencana.
Sementara itu, skala kerusakan akibat banjir membuat Nepal menghadapi tantangan besar dalam tahap pemulihan. Pemerintah memperkirakan kebutuhan rekonstruksi dapat mencapai sekitar US$4 miliar hingga US$5 miliar.
Krisis tersebut juga mendapat perhatian dari negara-negara tetangga. India, misalnya, telah mengirim bantuan dan menawarkan dukungan kemanusiaan untuk membantu Nepal menangani dampak bencana.
Dengan kondisi medan yang masih berbahaya dan cuaca yang belum sepenuhnya mendukung, pemerintah Nepal kini memprioritaskan penanganan korban, pemulihan infrastruktur, serta dukungan teknis untuk wilayah yang paling terdampak. (SM)
