DPR RI: Genosida Israel ke Gaza Benar Terjadi, Netanyahy Harus Ditangkap Segera

Mawardi Tombang
Sabtu, 23 November 2024 23:23:31
Dr. Syahrul Aidi Maazat

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Keputusan Pengadilan Pidana Internasional memerintahkan untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mendapat respon positif dari dunia internasional. Ini sebagai langkah maju dalam penegakan HAM.

"Mahkamah Pidana Internasional ( ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk dua orang, Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant, atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang yang dilakukan setidaknya sejak 8 Oktober 2023 hingga 20 Mei 2024," jelas ICC dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNBC Indonesia.

Merespon hal itu, Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI untuk Palestina, Dr. Syahrul Aidi Maazat saat dihubungi pada Sabtu (23/11/2024) pagi mendukung penuh atas langkah maju Pengadilan Pidana Internasional dalam penegakan keadilan di Palestina. Dia meminta agar langkah ini mendapat dukungan penuh negara-negara anggota ICC.

"Ini langkah yang sangat tepat Mahkamah Pengadilan Pidana Internasional. Dan kita dari parlemen Indonesia meminta keputusan ini segera ditegakkan terutama oleh 124 negara anggota ICC. Semua negara turut membantu mendukung menegakkannya. Tangkap Netanyahu segera" kata Syahrul Aidi secara tegas.

Baca: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Milik Teheran, Bantah Klaim Trump

Keputusan ICC ini menurutnya jadi bukti yang sah bahwa segala aktifitas yang dilakukan Israel itu benar-benar genosida. Kemudian mendorong proses ini tidak hanya selesai pada penangkapan Netanyahu saja tapi menegaskan bahwa Israel sudah melakukan kejahatan perang super genosida di era modern ini.

"Jangan sampai hanya berhenti pada penangkapan Netanyahu saja. Pengadilan juga harus menghukum Israel sebagai negara pelaku kejahatan perang. Israel harus dikucilkan dari dunia internasional dan harus dicabut sebagai sebuah nation atau negara. Karena sejatinya sebuah negara sesuai piagam PBB harus berdaulat dan mencintai perdamaian" tegasnya.



Terkait
Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Bukan untuk Menghadapi Iran
Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Bukan untuk Menghadapi Iran
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj d
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakam
Lainnya
Kunker ke Taiwan, Kepala BP2MI Bertemu 8 Pekerja Migran Indonesia Terkendala
Kunker ke Taiwan, Kepala BP2MI Bertemu 8 Pekerja Migran Indonesia Terkendala
Trump Kutuk Serangan di Masjid New Zealand
Perempuan Amerika Tewas Diserang Anjing Piaraannya
Merokok Dalam Mobil Sambil Bawa Anak, Siap-Siap Kena De
Politik
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi di DPR
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi di DPR
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung
Ganjar Minta Gerindra Fokus Rakyat Sebelum Bicara Pilpr
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Nasional
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan Ikon Jakarta Dipadamkan
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan Ikon Jakarta Dipadamkan
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi
Peringatan Keamanan Arab Saudi Meningkat, Begini Kondis
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad