Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang

Kanama
Jumat, 28 Agustus 2026 07:36:52

KANALSUMATERA.com - NEPAL — Bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet kembali memperlihatkan dampak besar. Hingga Jumat (28/08/2026), jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 392 orang.

Selain korban tewas, lebih dari 1.400 orang masih dilaporkan hilang. Tim penyelamat terus melakukan pencarian di tengah kondisi wilayah yang dipenuhi lumpur dan material longsoran.

Bencana tersebut menerjang sejumlah permukiman hingga menyebabkan desa-desa tersapu material banjir. Gelombang air bercampur lumpur juga merusak rumah, jembatan, bendungan, serta menyeret kendaraan.

Baca: HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP

Menurut laporan AFP, tim penyelamat masih bekerja di lokasi bencana untuk menemukan warga yang belum diketahui keberadaannya. Kondisi medan yang sulit membuat proses pencarian dan evakuasi berlangsung tidak mudah.

Ratusan Warga dan Wisatawan Masih Hilang

Baca: Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembunyikan di Botol Air Mineral

Kepolisian Nepal menyebut sebanyak 389 jenazah telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, 910 orang lainnya belum dapat dihubungi. Dari jumlah tersebut, 517 di antaranya merupakan wisatawan asing.

Pemerintah China juga menyampaikan adanya 100 warga negara Tiongkok yang masih hilang di Nepal. Wisatawan asal India menjadi salah satu kelompok terbesar dalam daftar orang yang belum ditemukan.

Amerika Serikat turut melaporkan 90 warganya masih belum dapat dihubungi setelah bencana melanda kawasan tersebut.

Baca: Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran pada 9 Juli

Di wilayah Tibet, China, kondisi serupa terjadi di Pelabuhan Gyirong. Media pemerintah setempat melaporkan tiga orang meninggal dunia akibat tanah longsor, sedangkan 558 orang lainnya dinyatakan hilang. Sebanyak 260 orang dari daftar tersebut merupakan warga asing.

Bencana Dipicu Runtuhnya Gletser

Baca: China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia, Nilai Mencapai Rp 1.760 Trilliun

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut bencana tersebut berkaitan dengan runtuhnya gletser. Material es dan puing dalam jumlah besar kemudian mengalir dan memicu banjir serta longsor dahsyat.

Para ahli juga mengingatkan adanya potensi banjir susulan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan terdampak masih menghadapi ancaman material longsoran dan aliran air yang dapat kembali bergerak.

Perubahan iklim turut menjadi sorotan karena pencairan gletser di berbagai wilayah dunia dinilai dapat meningkatkan risiko banjir danau glasial serta keruntuhan gletser.

Besarnya dampak bencana membuat proses pencarian korban masih menjadi prioritas. Tim penyelamat terus menyisir kawasan terdampak untuk menemukan warga maupun wisatawan yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. (SM)

Lainnya
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembunyikan di Botol Air Mineral
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembunyikan di Botol Air Mineral
Perkuat Penempatan Kerja PMI, Kepala BP2MI Temui HRD Ko
Kunker ke Taiwan, Kepala BP2MI Bertemu 8 Pekerja Migran
Ramai-ramai Terbitkan Larangan Terbang Boeing 737 Max 8
Nasional
Sejumlah Gerbang Tol Dalam Kota Jakarta Ditutup, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif
Sejumlah Gerbang Tol Dalam Kota Jakarta Ditutup, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif
Jelang Demo di DPR 27 Agustus 2026, Sejumlah Orang Diam
Demo 27 Agustus di DPR Mulai Padat, Jalan Gatot Subroto
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Global
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel T
Kevin Lamour Dipecat FIFA Usai Kritik Proyek Gianni Inf
Ekonomi
Produk Unggulan Kampar Unjuk Gigi di APKASI Otonomi Expo 2026, Bidik Pasar Nasional
Produk Unggulan Kampar Unjuk Gigi di APKASI Otonomi Expo 2026, Bidik Pasar Nasional
Kanada Balas Tarif AS 50 Persen, Mark Carney Siapkan Pe
Karmila Sari Dorong UMKM Pekanbaru Inovatif dan Manfaat
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Politik
Pengisian Kursi DPRD Masa Transisi: Usulan Diisi Suara Terbanyak Caleg Berikutnya Menguat
Pengisian Kursi DPRD Masa Transisi: Usulan Diisi Suara Terbanyak Caleg Berikutnya Menguat
Dasco Pasang Taruhan Jabatan, Pimpinan DPR Siap Mundur
Empat Arahan Presiden PKS Saat Silaturahmi dengan Ribua
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan