HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP

Kanama
Selasa, 18 Agustus 2026 12:34:15

KANALSUMATERA.com - Jakarta — Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mendesak negara-negara pendukung proses perdamaian untuk memperkuat tekanan internasional terhadap Israel setelah pemerintah negara tersebut menolak gagasan pembentukan Palestina sebagai negara merdeka.

Sikap Israel tersebut juga berkaitan dengan proposal perdamaian 15 poin yang dibahas dalam Board of Peace (BoP). HNW menilai penolakan itu berpotensi semakin mempersempit jalan menuju perdamaian di Palestina.

HNW menyoroti pernyataan Perdana Menteri Israel pada 10 Agustus 2026 yang menolak berdirinya negara Palestina. Menurut dia, sikap tersebut kembali memperlihatkan adanya hambatan terhadap berbagai upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik.

Baca: Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

Karena itu, HNW mendorong delapan negara pendukung BoP, yakni Turki, Mesir, Arab Saudi, Pakistan, Indonesia, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yordania, mengambil langkah diplomatik yang lebih kuat.

"Negara-negara anggota BoP ini juga perlu serta mendesak agar Donald Trump dan dunia internasional melakukan tekanan yang lebih efektif dan lebih kuat, dan bila perlu disertai dengan ancaman sanksi yang tegas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/08/2026).

Baca: Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu

HNW Minta Israel Patuhi Kesepakatan Perdamaian

HNW menilai tekanan internasional diperlukan agar Israel menjalankan berbagai kesepakatan yang berkaitan dengan perdamaian, termasuk membuka akses bantuan kemanusiaan serta mendukung proses pembangunan kembali Gaza.

"Sikap arogan dan penolakan Israel itu selain membuka kembali kedoknya, sejatinya juga justru menampar wajah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang merupakan inisiator dan pemimpin dari BoP, sehingga sudah sewajarnya bila tekanan terhadap Israel, terutama atas Perdana Menteri Benjamin Netanyahu harus semakin efektif dilakukan sendiri oleh Donald Trump," katanya.

Baca: Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang

Ia juga mengapresiasi sikap Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang sebelumnya menyatakan penyesalan dan penolakan terhadap sikap Israel yang dinilai tidak mendukung perdamaian.

Menurut HNW, pemerintah Indonesia perlu memainkan peran lebih besar dalam membangun komunikasi dengan negara-negara yang mendukung proses perdamaian Palestina. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat tekanan diplomatik terhadap Israel.

Baca: Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembunyikan di Botol Air Mineral

"Apalagi dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, saatnyalah Pemerintah Indonesia untuk membuktikan komitmennya untuk kemerdekaan Palestina serta janjinya kepada para Pimpinan Ormas Islam, serta menjawab kritikan banyak pihak di dalam negeri, terutama para aktivis Pro Palestina, terkait sikap Indonesia yang bergabung sebagai anggota BoP," jelasnya.

Dorong Solusi Dua Negara untuk Palestina

HNW menegaskan Indonesia tidak seharusnya pasif ketika proposal perdamaian yang didukung BoP menghadapi penolakan dari Israel. Ia menilai penyelesaian konflik perlu tetap diarahkan pada terwujudnya negara Palestina merdeka melalui solusi dua negara.

Baca: Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran pada 9 Juli

Dalam pandangannya, Yerusalem Timur harus menjadi ibu kota Palestina sebagai bagian dari penyelesaian politik yang berkelanjutan.

HNW juga menyebut kelompok perlawanan Palestina cenderung responsif terhadap proposal perdamaian tersebut. Karena itu, ia menilai penolakan Israel menjadi salah satu persoalan utama yang menghambat proses perdamaian.

Baca: China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia, Nilai Mencapai Rp 1.760 Trilliun

"Jadi, inti persoalannya adalah sikap Israel yang memang anti segala bentuk perdamaian, dan berusaha untuk terus menguasai dan menjajah Jalur Gaza dan bahkan memperluas wilayah jajahannya ke kawasan Palestina di luar Gaza seperti Tepi Barat dan Yerusalem," imbuhnya.

HNW mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat semakin menjauhkan cita-cita kemerdekaan Palestina. Ia menyebut Palestina saat ini telah diakui oleh 157 negara anggota PBB.

HNW Dorong Persoalan Dibawa ke DK PBB

HNW berharap pemerintah Indonesia memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI untuk memperkuat komunikasi dengan negara-negara pendukung BoP, termasuk Amerika Serikat.

Menurutnya, Presiden AS Donald Trump perlu didorong untuk memastikan proposal perdamaian yang digagasnya dapat dijalankan dan tidak terhambat oleh penolakan pemerintah Israel.

"Presiden Donald Trump perlu diingatkan, bahwa 'usahanya' untuk menciptakan perdamaian itu justru dihalangi dan ditolak oleh PM Netanyahu yang konon dikenal dekat dan mendengarkan Donald Trump, tokoh yang menginisiasi pembentukan BOP, langkah politik yang disetujui menjadi Resolusi 2803 Dewan Keamanan PBB," tuturnya.

HNW selanjutnya mendorong agar persoalan tersebut dikembalikan kepada Dewan Keamanan (DK) PBB apabila Israel tetap menolak atau tidak menjalankan rencana perdamaian BoP yang telah memiliki mandat DK PBB.

Ia menilai mekanisme tersebut dapat menjadi jalan untuk mendorong langkah yang lebih tegas terhadap pihak yang tidak mematuhi kesepakatan.

"Dan karena sikap Israel yang kali ini tidak sejalan dengan kebijakan Amerika Serikat, maka kali ini juga Amerika Serikat mestinya tidak lagi mempergunakan hak veto-nya untuk membela Israel," pungkasnya.

HNW berharap tekanan internasional yang lebih kuat dapat membuka akses bantuan kemanusiaan, menghentikan serangan militer, mendukung rekonstruksi Gaza, sekaligus mempercepat terwujudnya Palestina sebagai negara merdeka. (SM)



Lainnya
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakamkan di Baqi: Kanwil Sampaikan Duka Mendalam
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakamkan di Baqi: Kanwil Sampaikan Duka Mendalam
Perkuat Penempatan Kerja PMI, Kepala BP2MI Temui HRD Ko
Tenggak Miras Palsu, 100 Lebih Warga India Tewas
Indonesia Tak Masuk Daftar 60 Negara Paling Inovatif Du
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Hukum
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Gatot Heroe Akui Terima Rp3,25 Miliar dari Bos Blueray,
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan