Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Milik Teheran, Bantah Klaim Trump

Kanama
Sabtu, 15 Agustus 2026 12:36:56

KANALSUMATERA.com - Jakarta — Iran menolak keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berencana mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah perang dengan Iran berakhir.

Teheran menegaskan status Selat Hormuz tidak dapat ditentukan secara sepihak oleh Washington. Iran bahkan menyatakan jalur perairan strategis tersebut "akan tetap" menjadi milik Iran. Sabtu (15/08/2026).

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei dalam merespons klaim terbaru Trump terkait penguasaan Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa keberadaan kekuatan militer AS tidak otomatis membuat Washington memiliki hak atas kawasan tersebut.

Baca: Erdogan Soroti Upaya Israel Singkirkan Isu Palestina dari Agenda Global

"Selat Hormuz tidak bisa direbut hanya dengan sebuah cuitan, dengan kapal induk, dengan perintah, atau dengan pidato kampanye," tegas Gharibabadi. Jumat (14/08/2026).

Iran juga memperingatkan bahwa keputusan terkait pembukaan maupun penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz berada dalam kendali Teheran.

Baca: Tujuh Tentara AS Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan di USS Abraham Lincoln

"Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran, dan selama Anda tidak menerima kenyataan soal kekalahan Anda dan meninggalkan fantasi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade (di Selat Hormuz)," kata Gharibabadi memperingatkan Trump.

Trump Klaim Akan Kuasai Selat Hormuz

Penolakan Iran muncul setelah Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial mengenai masa depan Selat Hormuz.

Baca: Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Bukan untuk Menghadapi Iran

Dalam kunjungannya ke Akademi Kepolisian Nassau County di Garden City, New York, Jumat (14/08/2026) waktu setempat, Trump menyatakan AS akan mengambil langkah lebih jauh setelah mengalahkan Iran dalam perang.

"Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," tegas Trump saat berbicara dalam kunjungan ke Akademi Kepolisian Nassau County yang baru di Garden City, New York.

Baca: Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026

Trump juga menyatakan blokade terhadap Selat Hormuz akan terus diberlakukan oleh AS. Ia bahkan mengatakan kapal-kapal tidak dapat melintasi jalur tersebut tanpa izin Washington.

"tidak ada kapal yang bisa melintasi kecuali jika kita mengizinkannya".

Pernyataan Trump tersebut memperuncing perselisihan antara Washington dan Teheran mengenai siapa yang memiliki kendali atas jalur perairan yang menjadi salah satu rute penting perdagangan energi dunia.

Baca: BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

Selat Hormuz Jadi Titik Panas Konflik AS-Iran

Selat Hormuz telah menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik AS-Iran. Kedua negara saling mengklaim memiliki kendali atas jalur strategis tersebut.

Baca: Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakamkan di Baqi: Kanwil Sampaikan Duka Mendalam

Sebelumnya, Iran juga menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendalinya, sementara AS menyatakan memiliki kemampuan untuk mengatur lalu lintas pelayaran di kawasan itu. Perselisihan tersebut turut meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi global.

Ketegangan semakin meningkat setelah upaya diplomasi untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz belum menghasilkan kesepakatan konkret.

Dengan posisi kedua negara yang masih berseberangan, masa depan Selat Hormuz menjadi salah satu isu utama yang berpotensi memengaruhi hubungan AS-Iran sekaligus stabilitas perdagangan energi internasional. (SM)



Lainnya
Di Oxford, Menteri Yasonna bicara soal Human Dignity
Di Oxford, Menteri Yasonna bicara soal Human Dignity
Pasang Surut Hubungan Prancis Dengan Dunia Islam, Atas
Pria di Hawaii Ini Bunuh dan Simpan Potongan Jasad Ibun
Ternyata Ini yang Dibawa Pesawat Ethiopia yang Dipaksa
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Nasional
Syahrul Aidi Fasilitasi Kerjasama Pemprov Riau dengan Jepang: Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi
Syahrul Aidi Fasilitasi Kerjasama Pemprov Riau dengan Jepang: Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi
Gelang Merah, Kuning, Hijau Jadi Penanda Kondisi Korban
Tragedi KMP Virgo Transport 8, DPR Desak Kemenhub Perke
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Pendidikan
Zulhas Ungkap 3 Kunci Sukses kepada 3.005 Mahasiswa Baru UMRI
Zulhas Ungkap 3 Kunci Sukses kepada 3.005 Mahasiswa Baru UMRI
Skor TKA SMA-SMK 2026 Berubah, Kini Gunakan Rentang 200
28 Desa Kampar Jadi Sasaran Pengabdian 266 Mahasiswa Fa