Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Bukan untuk Menghadapi Iran

Kanama Amar
Minggu, 9 Agustus 2026 16:28:59

KANALSUMATERA.com - ANKARA – Turki menegaskan Pakta Pertahanan Bersama Mekkah yang dibentuk bersama Arab Saudi dan Pakistan tidak ditujukan untuk menghadapi Iran. Meski mekanisme pertahanannya disebut menyerupai Pasal 5 NATO, Ankara menyatakan kerja sama tersebut berfokus pada keamanan bersama negara-negara anggotanya. Minggu (09/08/2026).

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan kesepakatan yang ditandatangani Turki, Arab Saudi, dan Pakistan tersebut secara teknis memiliki prinsip pertahanan kolektif seperti yang diterapkan NATO.

Dalam mekanisme itu, serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Namun, bentuk dan tingkat bantuan yang diberikan tetap akan ditentukan melalui konsultasi antarpihak.

Baca: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Milik Teheran, Bantah Klaim Trump

Fidan menegaskan pakta tersebut tidak dibuat untuk menjadikan Iran sebagai musuh.

"Pakta ini tidak ditujukan terhadap Iran atau negara lain, tetapi merupakan komitmen umum untuk mendukung keamanan ketiga negara sekutu," kata Fidan seperti dikutip dari laporan Reuters.

Baca: Erdogan Soroti Upaya Israel Singkirkan Isu Palestina dari Agenda Global

Menurut dia, suatu negara tidak akan dianggap sebagai ancaman selama tidak melakukan serangan terhadap salah satu anggota pakta.

Kesepakatan yang dikenal sebagai Mecca Joint Defence Agreement itu ditandatangani pada Jumat. Pembentukan pakta berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah, termasuk serangan rudal Iran yang berdampak pada negara-negara pengekspor minyak di kawasan Teluk.

Turki Buka Peluang Perluasan Anggota

Baca: Tujuh Tentara AS Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan di USS Abraham Lincoln

Fidan mengatakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menginginkan kerja sama pertahanan tersebut tidak berhenti pada tiga negara.

Turki bahkan membuka peluang bagi negara kawasan lain untuk bergabung. Mesir disebut menjadi salah satu negara yang berpotensi masuk ke dalam pakta setelah persoalan teknis keanggotaan diselesaikan.

Baca: Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026

"NATO is a giant military alliance where there are 32 countries. We have started here as three countries and we have to take very humble but concrete steps," ujar Fidan.

Ia menyebut proses finalisasi kesepakatan tersebut telah berlangsung selama sekitar dua tahun delapan bulan.

Sebagai bagian dari mekanisme kerja sama, ketiga negara akan membentuk komite para menteri yang memiliki fungsi serupa dengan struktur tertentu di NATO. Selain itu, sekretariat jenderal akan ditempatkan di Arab Saudi.

Baca: BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

Rincian mengenai mekanisme operasional pakta akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan pertama komite tersebut.

Fokus pada Keamanan Regional

Baca: Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakamkan di Baqi: Kanwil Sampaikan Duka Mendalam

Turki, Arab Saudi, Pakistan, dan Mesir sebelumnya telah membangun kelompok kerja sama regional yang dikenal sebagai R4. Kelompok tersebut dibentuk untuk membahas berbagai persoalan keamanan di kawasan.

Fidan mengatakan Ankara juga memandang penting keterlibatan Turki dalam upaya internasional menjaga keamanan pelayaran di Laut Merah dari ancaman serangan kelompok Houthi.

Menurutnya, keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan Turki.

Baca: Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M

Dengan demikian, Ankara berupaya menempatkan Pakta Pertahanan Mekkah sebagai mekanisme kerja sama keamanan regional yang dapat diperluas, bukan sebagai aliansi militer yang secara khusus diarahkan untuk menghadapi Iran. (SM)



Lainnya
Usai Rebut Ibukota, Taliban Segera Umumkan Negara Islamic Emirate of Afghanistan
Usai Rebut Ibukota, Taliban Segera Umumkan Negara Islamic Emirate of Afghanistan
Tujuh Partai Oposisi Thailand Tuntut Pemerintahan Milit
Laporan PBB: Muslim Rohingya Paling Teraniaya Saat ini,
Malaysia Batalkan Proyek KA Cina
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pendidikan
Zulhas Ungkap 3 Kunci Sukses kepada 3.005 Mahasiswa Baru UMRI
Zulhas Ungkap 3 Kunci Sukses kepada 3.005 Mahasiswa Baru UMRI
Skor TKA SMA-SMK 2026 Berubah, Kini Gunakan Rentang 200
28 Desa Kampar Jadi Sasaran Pengabdian 266 Mahasiswa Fa
Nasional
Syahrul Aidi Fasilitasi Kerjasama Pemprov Riau dengan Jepang: Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi
Syahrul Aidi Fasilitasi Kerjasama Pemprov Riau dengan Jepang: Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi
Gelang Merah, Kuning, Hijau Jadi Penanda Kondisi Korban
Tragedi KMP Virgo Transport 8, DPR Desak Kemenhub Perke
Hukum
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor, Ada Fahd A Rafiq dan Bos Summarecon
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor, Ada Fahd A Rafiq dan Bos Summarecon
Golkar Respons Fahd A Rafiq Kena OTT KPK, Tunggu Kejela
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan
Politik
Golkar-PKS Bahas RUU Pemilu, Ambang Batas Parlemen 5 Persen Mengemuka
Golkar-PKS Bahas RUU Pemilu, Ambang Batas Parlemen 5 Persen Mengemuka
Telepon Istana Jadi Awal Suahasil Nazara Menjabat Mente
Kabinet Merah Putih Dirombak, Suahasil Nazara Gantikan
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat