Kapal Feri Tabrak Paus, 80 Orang Terluka

Alwira Fanzary
Minggu, 10 Maret 2019 16:34:32
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Lebih dari 80 penumpang kapal feri dilaporkan terluka setelah moda transportasi ini menabrak paus di Laut Jepang. Kapal hidrofoil berkecepatan tinggi itu berada dalam perjalanan ke Pulau Sado dari pelabuhan Niigata pada hari Sabtu, 9 Maret 2019.

Coast Guard mengabarkan, 13 korban luka-luka berada dalam kondisi serius, meskipun mereka sadar. Mereka juga telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu, keseluruhan penumpang ada 121 orang, ditambah 4 awak yang ada di kapal pada saat insiden itu terjadi.

"Tenggorokan saya mengenai kursi di depan saya," kata seorang penumpang kepada media setempat, yang dikutip dari BBC, Minggu (10/3/2019). "Orang-orang di sekitar saya mengerang (kesakitan)."

Operator kapal mengatakan, feri menabrak suatu benda saat berlayar. Alhasil, celah sepanjang 15 cm terjadi di buritan (bagian belakang kapal).

Baca: Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

Media Jepang, NHK, mengutip seorang pakar kelautan yang menjelaskan bahwa skala dampak kerusakan menunjukkan kapal itu menabrak paus.

Dalam sebuah pernyataan, operator feri meminta maaf kepada seluruh pelanggannya dan menyebut kapal itu bertabrakan dengan "kehidupan laut". Sedangkan perusahaan Kapal Uap Sado, yang mengoperasikan feri bernama Ginga itu, mengklaim pihaknya berhasil mencapai tempat kejadian perkara (TKP) sekitar satu jam.

Kapal ini ditenagai oleh jet air laut dan dapat melakukan perjalanan hingga 80 km/jam (49 mph). Salah satu sayap hidrofoil di kapal juga rusak.

Di satu sisi, paus minke (Balaenoptera acutorostrata) dan paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) dilaporkan bermigrasi melalui Laut Jepang pada saat ini. Lpo/Kso

Terkait
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Lainnya
Kevin Lamour Dipecat FIFA Usai Kritik Proyek Gianni Infantino
Kevin Lamour Dipecat FIFA Usai Kritik Proyek Gianni Infantino
Erdogan: Hagia Sophia akan Jadi Masjid, tidak Lagi Muse
Pilih Raja Malaysia yang Baru, Para Sultan Berkumpul
Puluhan Siswa SD Korban Insiden Penikaman di Beijing
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Olahraga
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan Talenta Sepak Bola Kampar
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan Talenta Sepak Bola Kampar
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Dukungan Gianni Infantino Makin Tergerus Jelang Pemilih
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hukum
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegi
Bengkalis
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind