Rusia Diselimuti Salju Hitam

Alwira Fanzary
Minggu, 24 Februari 2019 19:06:35
Salju hitam

KANALSUMATERA.com - Pada awal tahun 2019, fenomena Polar Vortex menghantui negara bagian Kanada dan Amerika Serikat. Sekarang salah satu negara di Eropa, yaitu Rusia mengalami fenomena aneh lailnnya, salju hitam.

Akhir Februari 2019, di beberapa bagian Siberia (dataran terbesar Rusia) menjadikan salju di daerah tersebut berubah menjadi bertema ''gothic''.

Salju hitam ini diketahui sangat menyeramkan dan dapat membahayakan kesehatan.

Fenomena ini sebagian besar terlihat di wilayah Kemerovo di Siberia barat daya.

Baca: Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM Kanada Tegas Menolak

Daerah tersebut terkenal berada di Cekungan Kuznetzk, salah satu pusat penambangan batubara terbesar di negara tersebut.

Ekonomi dan identitas kawasan itu begitu didominasi oleh batu bara.

Krasnaya Gorka, sebuah museum tambang batu bara yang terkenal di daerah tersebut, terdaftar sebgai salah satu daya tarik utama Kemerovo.

Baca: Kevin Lamour Dipecat FIFA Usai Kritik Proyek Gianni Infantino

Meski sumber daya batu bara sangat menolong daerah itu sebagai mata pencaharian utama yang menghidupi warga sekitar, namun itu mempunyai dampak lain.

Peneliti dan aktivis lingkungan setempat memperkirakan bahwa salju hitam terbentuk karena polusi yang di luar batas kewajaran.

Kini salju hitam telah mendominasi beberapa kota di Rusia seperti Prokopyevsk, Kiselyovsk, dan Leninsk di pekan ini.

Menurut laporan peneliti, pabrik gagal memfilter asap dari tambang batu bara sehingga polusi membesar.

Baca: Ketua BKSAP DPR RI Sampaikan Pesan Dukungan Perdamaian Palestina dalam Sidang OKI di Azerbaijan

Dikutip dari IFLScience, Andrei Panov, wakil gubernur Kemerovo, menyalahkan boilerbatubara, knalpot mobil, dan filter pabrik batubara yang gagal menyaring limbah udara.

Tak hanya Rusia, Temirtau, wilayah penambangan besi di Kazakhstan tengah, tertutup salju hitam di awal tahun 2019.

Sebagai tanggapan atas hal ini, penduduk sekaligus aktivis lingkungan telah mengirimkan surat kepada pejabat Aliya Nazarbayeva.

Pejabat tersebut merupakan kepala Asosiasi Organisasi Ekologi Kazakhstan dan juga putri bungsu dari presiden Kazakhstan.

''Salju bertindak sebagai uji lakmus (kertas uji coba kimia), mengungkapkan skala menakutkan dari emisi berbahaya ini. Semua debu dari polusi itu berakhir di paru-paru kita dan paru-paru anak kita,'' tulis aktivis lingkungan setempat di dalam salah satu penggalan suratnya.

Lebih jauh, Greenland, Himalaya, dan bahkan Kutub Utara semuanya merasakan efek dari emisi karbon hitam ini.

Salju hitam yang mulai meluas akan menjadi prioritas utama para peneliti selain perubahan iklim yang tak kalah berbahayanya. Kso



Lainnya
Perempuan Amerika Tewas Diserang Anjing Piaraannya
Perempuan Amerika Tewas Diserang Anjing Piaraannya
Babak Baru Politik Thailand, Adik Sang Raja Maju Jadi P
Balita Jatuh di Sumur 107 Meter
Jika Kekerasan Suku Uighur Berkaitan dengan Islam, PBNU
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Hukum
GEMA Keadilan Riau Desak Polda Usut Tuntas 22 Kasus Mafia BBM Bersubsidi
GEMA Keadilan Riau Desak Polda Usut Tuntas 22 Kasus Mafia BBM Bersubsidi
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut P
Syahrul Aidi: Investasi Asing Harus Sejalan Kepentingan
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan