Setelah Facebook dan Twitter, Negara Ini Akan Blokir Instagram

Alwira Fanzary
Kamis, 3 Januari 2019 18:11:31
Ilustrasi


Kanalsumatera.com - Pemerintah Iran akan memblokir media sosial berbagi foto, Instagram. Rencana larangan ini datang karena khawatir atas keamanan nasional negara tersebut.

Seperti yang dilansir melalui situs Telegraph, Kamis, 3 Januari 2018, Dewan Cyberspace Nasional Iran telah menyetujui langkah-langkah untuk memblokir Instagram, menyusul media sosial lainnya yang sudah diblokir.

Media sosial tersebut adalah Twitter, Facebook, YouTube, dan Telegram. Aplikasi-aplikasi itu sering digunakan untuk menyebarkan kampanye antipemerintah, khususnya Telegram.

Baca: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Milik Teheran, Bantah Klaim Trump

Kendati telah dilarang, banyak warga Iran terus mengakses Instagram dengan memanfaatkan VPN (virtual private network).

Media sosial berlogokan burung biru, Twitter, telah ditiadakan sejak 2009. Akan tetapi, Presiden Iran, Hassan Rouhani, masih memiliki akun Twitter resmi.

Lalu, Rouhani juga memiliki akun resmi Instagram, yang memiliki pengikut lebih dari dua juta dan telah mengunggah postingan lebih dari seribu.

Belum jelas kapan larangan ini resmi diberlakukan. Iran diketahui membatasi akses layanan internet, termasuk Instagram sejak satu tahun yang lalu.

Baca: Erdogan Soroti Upaya Israel Singkirkan Isu Palestina dari Agenda Global

Upaya pemblokiran itu semakin menguat karena mereka disalahkan atas penyalahgunaan media sosial untuk mengganggu politik di Inggris dan AS.

Bahkan, pada Agustus 2018, Instagram dan Facebook menghapus ratusan akun yang berhubungan dengan pemerintah Iran. Vo/Kso



Terkait
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakam
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Lainnya
Berakhirnya Perang Paten Huawei dan Samsung di Meja Hijau
Berakhirnya Perang Paten Huawei dan Samsung di Meja Hijau
Kemenlu Ajukan Indonesia Sebagai Anggota Dewan HAM PBB
Masyarakat 5.0, Inovasi Jepang Hadapi Masalah Sosial da
Indonesia Tak Masuk Daftar 60 Negara Paling Inovatif Du
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Politik
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicab
Pendidikan
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tek
Kapolda NTB Tekankan Disiplin Pelajar, Jauhi Narkoba hi
Kriminal
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan, Nilai Barang Bukti Rp3,48 Triliun
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan, Nilai Barang Bukti Rp3,48 Triliun
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di J
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan