India Tamu Kehormatan Sidang OKI, Menlu Pakistan Memilih Absen

Alwira Fanzary
Minggu, 3 Maret 2019 09:37:43
Sushma Swaraj

KANALSUMATERA.com - Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj menjadi tamu kehormatan dalam sidang tingkat menteri Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Abu Dhabi pada Jumat, 2 Maret 2019.

Swaraj hadir sebagai sebagai pembicara utama dalam sidang tersebut. Hal itu menyebabkan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi memilih untuk tidak hadir, sebagaimana dikutip dari media VOA Indonesia pada Sabtu (2/3/2019).

Qureshi mengatakan, kehadiran Swaraj adalah berdasarkan undangan bilateral dari Uni Emirat Arab yang tidak diketahui oleh para pejabat OKI.

Tuan rumah pertemuan mengundang Swaraj secara bilateral. Tidak ada hubungannya dengan OKI. Bahkan sekretaris jenderal OKI-pun tidak mengetahuinya, sebagaimana dikatakan oleh Qureshi kepada VOA Siaran Bahasa Urdu.

Baca: Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

Dalam pidatonya pada sidang itu Swaraj mengangkat isu terorisme menyebutnya "penyalah-gunaan agama". India mengklaim kegagalan Pakistan menumpas kelompok teroris di buminya yang menyebabkan hubungan antara kedua negara menderita.

India ingin menjadi anggota OKI, organisasi 57 negara Muslim yang menyebut diri "suara dunia Muslim" meskipun ada analis yang menyebut "macan kertas" yang umumnya tidak relevan dengan masalah internasional. Meskipun mayoritas penduduk India penganut Hindu, namun India juga mempunyai salah satu kota yang dihuni mayoritas penduduk Muslim. Kso



Terkait
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih da
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel T
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Lainnya
Keluarga Terkaya Ini Sumbang Rp 150 Miliar untuk Minta Maaf
Keluarga Terkaya Ini Sumbang Rp 150 Miliar untuk Minta Maaf
Harimau Sumatera Mati di Kebun Binatang London saat Dij
Tolak Atlet Israel, Malaysia Dicopot Jadi Tuan Rumah Ke
Mahathir Tolak Atlet Israel Masuk Malaysia
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Politik
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicab
Pendidikan
Wabup Misharti Edukasi Pelajar SMP V Tambang tentang Bahaya Narkoba
Wabup Misharti Edukasi Pelajar SMP V Tambang tentang Bahaya Narkoba
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tek
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Hukum
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI T
PC PMII Pekanbaru Kecam Dugaan Aktivitas Tak Pantas di