Indonesia, Turki, Qatar, dan Pakistan Teken Kesepakatan Pertahanan Badr
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Indonesia bersama Turki, Qatar, dan Pakistan resmi memperkuat kerja sama di bidang pertahanan melalui penandatanganan nota kesepahaman bertajuk Badr Memorandum of Understanding di Doha, Qatar, Rabu (21/10/2026).
Kesepakatan ini membuka peluang kolaborasi dalam produksi militer, pengembangan teknologi, serta peningkatan kemampuan industri pertahanan keempat negara.
Penandatanganan kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas kemitraan pertahanan sekaligus mendorong kemandirian industri militer melalui pertukaran teknologi, penelitian, pengembangan, dan pelatihan teknis.
Baca: Trump Kembali Berulah, Nama New Mexico Diusulkan Jadi New America
Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan Turki, kerja sama Badr dirancang untuk menggabungkan kemampuan dan keunggulan industri pertahanan masing-masing negara.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat ekosistem industri pertahanan, serta membuka peluang pemenuhan kebutuhan pertahanan negara-negara mitra.
Baca: Pesawat Kargo Amazon Tergelincir di Bandara Miami, Tabrak Kendaraan hingga Terbakar
Indonesia Perkuat Kolaborasi Industri Pertahanan
Indonesia diwakili Wakil Menteri Pertahanan Yusuf Jauhari dalam penandatanganan kesepakatan tersebut. Sementara itu, Turki diwakili Menteri Pertahanan Nasional Ya?ar Güler, Qatar oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Sheikh Saud bin Abdulrahman bin Hasan Al Thani, dan Pakistan oleh Menteri Pertahanan Khawaja Muhammad Asif.
Ketua Presidensi Industri Pertahanan Turki, Haluk Gorgun, menyebut kesepakatan itu sebagai landasan untuk membangun kerja sama strategis yang berorientasi pada produksi bersama dan pengembangan teknologi.
Baca: Malaysia Tetapkan Darurat Asap, Kemlu RI Tegaskan Penanganan Karhutla Terus Dikebut
Menurutnya, pertukaran teknologi, pengembangan produk secara kolaboratif, serta penguatan kemampuan produksi dalam negeri menjadi unsur penting dalam membangun industri pertahanan yang berkelanjutan.
Kerja sama ini juga membuka ruang bagi negara peserta untuk tidak hanya melakukan pengadaan peralatan militer, tetapi turut mengembangkan sumber daya manusia dan infrastruktur industri pertahanan.
Baca: Inggris Murka, Anak Netanyahu Ikut Campur Sengketa Falkland dengan Argentina
Produksi Bersama hingga Riset Teknologi
Melalui nota kesepahaman Badr, keempat negara berpeluang mengembangkan berbagai proyek bersama, mulai dari produksi militer, penelitian dan pengembangan, pertukaran teknologi, hingga pelatihan teknis.
Implementasi kerja sama tersebut diharapkan menghasilkan program konkret yang dapat memperkuat kemampuan industri pertahanan masing-masing negara. Meski demikian, rincian proyek, nilai investasi, dan jadwal pelaksanaan setiap program belum diumumkan secara terperinci dalam keterangan yang tersedia.
Baca: JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosiasi Masih Buntu
Bagi Indonesia, kerja sama multilateral ini berpotensi memperluas akses terhadap pengembangan teknologi dan membuka peluang bagi industri pertahanan nasional untuk terlibat dalam proyek bersama dengan mitra internasional.
Kerja Sama Strategis Empat Negara
Baca: Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah
Turki selama ini mengembangkan industri pertahanan dan menjalin hubungan militer dengan Qatar serta Pakistan. Sementara itu, hubungan Indonesia dan Turki juga mencakup kerja sama di sektor industri pertahanan.
Kesepakatan Badr menjadi wadah untuk memperluas hubungan tersebut dalam kerangka kolaborasi empat negara. Keberhasilan kerja sama ini nantinya akan bergantung pada realisasi proyek, pembagian peran, serta kesepakatan teknis yang disusun oleh masing-masing pihak.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, Indonesia, Turki, Qatar, dan Pakistan diharapkan dapat memperkuat kapasitas industri pertahanan, meningkatkan penguasaan teknologi, serta memperluas kemitraan untuk mendukung kepentingan keamanan dan pertahanan masing-masing negara. (SM)
