Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

Kanama
Minggu, 11 Oktober 2026 18:14:38

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi, terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) setelah serangan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Sabtu (10/10/2026).

Hingga Minggu (11/10/2026), belum ada laporan resmi mengenai WNI yang menjadi korban meninggal dunia maupun terluka dalam insiden tersebut. Meski demikian, pihak KBRI masih melakukan verifikasi untuk memastikan kondisi seluruh warga Indonesia yang berpotensi terdampak.

Dalam keterangan resminya, KBRI Riyadh menyampaikan:

Baca: Kopilot Flydubai Serang Pilot Pakai Kapak, Identitas dan Dugaan Motif Terungkap

“Sampai rilis ini dibuat, tidak ada laporan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan Warga Negara Indonesia di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut,”

Pihak kedutaan terus menjalin komunikasi dengan otoritas Arab Saudi dan melakukan pemantauan lapangan untuk memastikan apakah terdapat WNI yang menjadi korban atau sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya.

Baca: Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Mulai Pidato di PBB

12 Orang Meninggal Dunia, 309 Lainnya Terluka

Berdasarkan informasi Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), serangan tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Baca: Prabowo Tiba di New Delhi, KTT BRICS Jadi Panggung Strategis Indonesia

Sejumlah korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.

Insiden ini menambah perhatian terhadap situasi keamanan di Riyadh, terutama karena serangan menyasar fasilitas transportasi udara yang menjadi salah satu pintu masuk dan keluar utama Arab Saudi.

Baca: Indonesia dan 7 Negara Arab-Muslim Dukung Langkah Inggris Tekan Israel

Operasional Bandara Riyadh Dihentikan Sementara

Dampak serangan juga dirasakan pada operasional Bandara Internasional King Khalid. Aktivitas bandara dihentikan sementara untuk memungkinkan pemeriksaan dan penilaian kondisi fasilitas demi memastikan keselamatan penerbangan.

Penghentian operasional tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas terkait hingga pemeriksaan yang diperlukan selesai.

Baca: Iran Serang Kapal Nirawak AS di Selat Hormuz, Konflik Kian Memanas

Situasi ini berpotensi memengaruhi perjalanan penumpang yang hendak berangkat dari maupun tiba di Riyadh.

Karena itu, KBRI Riyadh mengimbau WNI yang memiliki jadwal perjalanan ke Arab Saudi atau hendak meninggalkan negara tersebut agar terlebih dahulu menghubungi maskapai masing-masing untuk memastikan status penerbangan.

Baca: Pesawat Kargo Amazon Tergelincir di Bandara Miami, Tabrak Kendaraan hingga Terbakar

KBRI Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan

Di tengah perkembangan situasi keamanan tersebut, KBRI Riyadh meminta seluruh WNI yang berada di Arab Saudi, khususnya di Riyadh, agar meningkatkan kewaspadaan.

WNI juga diimbau menjauhi lokasi yang berpotensi menjadi titik kerawanan, terutama kawasan Bandara Internasional King Khalid dan sekitarnya. Perjalanan yang tidak mendesak sebaiknya dibatasi hingga situasi dinilai lebih aman.

Baca: Iran Tangkap Pengibar Bendera MEK, Aparat Klaim Semua yang Terekam Video Sudah Ditahan

KBRI turut mengingatkan warga Indonesia agar tetap tenang, mengikuti instruksi otoritas setempat, serta memantau informasi melalui saluran resmi Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh.

Kedutaan memastikan pemantauan terhadap kondisi keamanan dan keselamatan WNI akan terus dilakukan, termasuk melalui koordinasi dengan pihak berwenang dan fasilitas kesehatan setempat.

Baca: Pengadilan Filipina Terbitkan Surat Perintah Tangkap Sara Duterte, Kasus Ancam Presiden Jadi Sorotan

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan perkembangan informasi mengenai kemungkinan WNI yang terdampak dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Masyarakat Indonesia yang berada di Arab Saudi diharapkan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta selalu mengutamakan keselamatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (SM)



Terkait
Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran
Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran
Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Pakar Ungkap
Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Ten
Kim Jong Un Rombak Militer Korut, Kim Song-gi Jadi Ment
Lainnya
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakamkan di Baqi: Kanwil Sampaikan Duka Mendalam
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakamkan di Baqi: Kanwil Sampaikan Duka Mendalam
Benjamin de Rothschild Meninggal Dunia, Tinggalkan Asse
Data Terbaru, KBRI Catat Korban WNI Penembakan Selandia
Ribuan Orang Turun ke Jalan, Kepung TV Pemerintah
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hukum
Kasus Korupsi Motor Listrik BGN Memasuki Babak Baru, Lima Tersangka Segera Disidang
Kasus Korupsi Motor Listrik BGN Memasuki Babak Baru, Lima Tersangka Segera Disidang
Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, Polisi Amankan 24 Ora
Bareskrim Bekuk Buron Impor HP Bekas Ilegal Senilai Rp2
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Pendidikan
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2026, Ini Prestasinya
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2026, Ini Prestasinya
Ahmad Yuzar Hadiri Grand Opening Kebun Raya Universitas
Mendikdasmen Siapkan Kebijakan Siswa Tak Otomatis Naik
Politik
JEJAK POLITIK EDI BASRI: Dari Politik sebagai Ibadah Menuju Politik Kebangsaan
JEJAK POLITIK EDI BASRI: Dari Politik sebagai Ibadah Menuju Politik Kebangsaan
PKS Tanjungpinang Dorong Perempuan Aktif di Politik Lew
Pemkab Bogor Petakan Sekolah Prioritas untuk Perbaikan
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini