Selat Hormuz Memanas, Negara Arab Siapkan Kesepakatan Jalur Pelayaran Bersama
KANALSUMATERA.com - MUSCAT — Sejumlah negara Arab dijadwalkan berkumpul di Muscat, Oman, Senin (14/09/2026), untuk membahas sekaligus menandatangani kesepakatan mengenai pembentukan jalur pelayaran bersama Iran-Oman di Selat Hormuz.
Rencana pertemuan tersebut disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Menurutnya, kesepakatan jalur pelayaran itu nantinya akan diberitahukan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO).
“Pekan ini, pada Senin, para menteri luar negeri negara-negara Arab akan bertemu di Muscat untuk menandatangani kesepakatan pembentukan jalur bersama antara Oman dan Iran di Selat Hormuz serta memberitahukan kesepakatan itu kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO),” kata Pezeshkian dalam wawancara dengan stasiun televisi India Today yang dipublikasikan, Sabtu.
Baca: Dana Pendidikan Prancis Melimpah, Kekurangan Guru Picu Gelombang Protes
Pertemuan tersebut disebut melibatkan negara-negara yang wilayahnya turut digunakan dalam serangan Amerika Serikat terhadap Iran.
“Negara-negara yang wilayahnya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap kami oleh Amerika Serikat (AS) juga akan menghadiri pertemuan ini,” tambahnya.
Baca: Trump Kaitkan Demo Pelajar Prancis dengan Migrasi dan Islam
Rencana pembentukan koridor pelayaran baru ini berlangsung ketika ketegangan di kawasan Teluk masih tinggi. Iran sebelumnya menyatakan Selat Hormuz menjadi salah satu titik penting dalam menghadapi tekanan dan blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat.
Pezeshkian menilai tekanan ekonomi yang dilakukan Washington merupakan langkah lanjutan setelah Amerika Serikat dinilai tidak berhasil mencapai tujuannya melalui perang.
“Mereka tidak dapat mencapai tujuan melalui perang, itulah sebabnya mereka beralih ke tekanan ekonomi, tetapi kami tidak akan berhenti,” katanya.
Baca: Selain Palestina, Kondisi Minoritas Muslim India Jadi Sorotan BKSAP DPR RI di Sidang IPU Tanzania
Presiden Iran tersebut juga menegaskan bahwa negaranya tidak sepenuhnya bergantung pada jalur pelayaran laut untuk mempertahankan kelangsungan ekonominya.
“Jalur laut tentu bukan sesuatu yang menjadi tumpuan kelangsungan hidup kami, dan mereka juga tidak akan dapat mencapai tujuan mereka dengan cara ini,” katanya.
Baca: KTT BRICS New Delhi Dibayangi Perang, Ketegangan Global Makin Memanas
Iran, lanjut Pezeshkian, akan membuka kembali Selat Hormuz setelah Amerika Serikat menghentikan blokade dan serangannya.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyebut Oman akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri regional yang diikuti perwakilan delapan negara yang berbatasan dengan kawasan Teluk.
Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah persoalan regional, termasuk hasil pembicaraan Iran dan Oman mengenai penetapan jalur aman bagi kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Baca: Prabowo Tiba di New Delhi, KTT BRICS Jadi Panggung Strategis Indonesia
Baqaei mengatakan Iran berupaya menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut. Namun, menurutnya, keselamatan kapal belum dapat dijamin selama blokade laut dan intervensi militer Amerika Serikat masih berlangsung.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei sebelumnya mengatakan kesepakatan dengan Oman mengenai koridor baru di Selat Hormuz akan segera ditandatangani.
Baca: Iran Tangkap Pengibar Bendera MEK, Aparat Klaim Semua yang Terekam Video Sudah Ditahan
Rezaei juga menyebut pintu masuk dan keluar koridor pelayaran yang diusulkan tersebut akan berada di bawah kendali Iran.
Hingga laporan ini diterbitkan, belum terdapat konfirmasi langsung dari pemerintah Oman mengenai agenda pertemuan tingkat menteri yang dijadwalkan berlangsung Senin tersebut. (SM)
