Selat Hormuz Memanas, Negara Arab Siapkan Kesepakatan Jalur Pelayaran Bersama

Kanama
Minggu, 13 September 2026 17:36:56

KANALSUMATERA.com - MUSCAT — Sejumlah negara Arab dijadwalkan berkumpul di Muscat, Oman, Senin (14/09/2026), untuk membahas sekaligus menandatangani kesepakatan mengenai pembentukan jalur pelayaran bersama Iran-Oman di Selat Hormuz.

Rencana pertemuan tersebut disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Menurutnya, kesepakatan jalur pelayaran itu nantinya akan diberitahukan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO).

“Pekan ini, pada Senin, para menteri luar negeri negara-negara Arab akan bertemu di Muscat untuk menandatangani kesepakatan pembentukan jalur bersama antara Oman dan Iran di Selat Hormuz serta memberitahukan kesepakatan itu kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO),” kata Pezeshkian dalam wawancara dengan stasiun televisi India Today yang dipublikasikan, Sabtu.

Baca: Trump Kembali Berulah, Nama New Mexico Diusulkan Jadi New America

Pertemuan tersebut disebut melibatkan negara-negara yang wilayahnya turut digunakan dalam serangan Amerika Serikat terhadap Iran.

“Negara-negara yang wilayahnya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap kami oleh Amerika Serikat (AS) juga akan menghadiri pertemuan ini,” tambahnya.

Baca: Iran Serang Kapal Nirawak AS di Selat Hormuz, Konflik Kian Memanas

Rencana pembentukan koridor pelayaran baru ini berlangsung ketika ketegangan di kawasan Teluk masih tinggi. Iran sebelumnya menyatakan Selat Hormuz menjadi salah satu titik penting dalam menghadapi tekanan dan blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat.

Pezeshkian menilai tekanan ekonomi yang dilakukan Washington merupakan langkah lanjutan setelah Amerika Serikat dinilai tidak berhasil mencapai tujuannya melalui perang.

“Mereka tidak dapat mencapai tujuan melalui perang, itulah sebabnya mereka beralih ke tekanan ekonomi, tetapi kami tidak akan berhenti,” katanya.

Baca: Pesawat Kargo Amazon Tergelincir di Bandara Miami, Tabrak Kendaraan hingga Terbakar

Presiden Iran tersebut juga menegaskan bahwa negaranya tidak sepenuhnya bergantung pada jalur pelayaran laut untuk mempertahankan kelangsungan ekonominya.

“Jalur laut tentu bukan sesuatu yang menjadi tumpuan kelangsungan hidup kami, dan mereka juga tidak akan dapat mencapai tujuan mereka dengan cara ini,” katanya.

Baca: Iran Tangkap Pengibar Bendera MEK, Aparat Klaim Semua yang Terekam Video Sudah Ditahan

Iran, lanjut Pezeshkian, akan membuka kembali Selat Hormuz setelah Amerika Serikat menghentikan blokade dan serangannya.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyebut Oman akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri regional yang diikuti perwakilan delapan negara yang berbatasan dengan kawasan Teluk.

Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah persoalan regional, termasuk hasil pembicaraan Iran dan Oman mengenai penetapan jalur aman bagi kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Baca: Pengadilan Filipina Terbitkan Surat Perintah Tangkap Sara Duterte, Kasus Ancam Presiden Jadi Sorotan

Baqaei mengatakan Iran berupaya menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut. Namun, menurutnya, keselamatan kapal belum dapat dijamin selama blokade laut dan intervensi militer Amerika Serikat masih berlangsung.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei sebelumnya mengatakan kesepakatan dengan Oman mengenai koridor baru di Selat Hormuz akan segera ditandatangani.

Baca: Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah

Rezaei juga menyebut pintu masuk dan keluar koridor pelayaran yang diusulkan tersebut akan berada di bawah kendali Iran.

Hingga laporan ini diterbitkan, belum terdapat konfirmasi langsung dari pemerintah Oman mengenai agenda pertemuan tingkat menteri yang dijadwalkan berlangsung Senin tersebut. (SM)



Terkait
Serangan AS di Iran Tewaskan Sedikitnya 19 Orang, Korban Luka Capai 142
Serangan AS di Iran Tewaskan Sedikitnya 19 Orang, Korban Luka Capai 142
Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balisti
Taliban Rayu AS Investasi Mineral Afghanistan Senilai R
Kim Jong Un Rombak Militer Korut, Kim Song-gi Jadi Ment
Lainnya
Keluarga Terkaya Ini Sumbang Rp 150 Miliar untuk Minta Maaf
Keluarga Terkaya Ini Sumbang Rp 150 Miliar untuk Minta Maaf
Wanita Ini Lahirkan 6 Bayi Perempuan dan 1 Laki-laki
Jasad Sala Dekat Puing-puing Pesawat di Dasar Laut
Perang Dagang AS - China Disepakati akan Diselesaikan
Kriminal
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 3.378 Hektare
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 3.378 Hektare
Polda Metro Bongkar Alur Dana Kerusuhan 27 Agustus, Akt
Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB Saat
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta