Mojtaba Khamenei Perintahkan Iran Kurangi Ketergantungan Dolar di Tengah Sanksi AS

Kanama
Minggu, 30 Agustus 2026 08:32:12

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei meminta pemerintah memperkuat perekonomian nasional di tengah tekanan akibat sanksi Amerika Serikat (AS) yang semakin meningkat. Minggu (30/08/2026).

Mojtaba mendorong Iran untuk memperbesar produksi dalam negeri sekaligus secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai persoalan ekonomi yang semakin membebani masyarakat.

Dalam pesan yang disampaikan bertepatan dengan Pekan Pemerintah Iran, Mojtaba meminta pemerintah memberikan "perhatian serius" terhadap sejumlah persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Baca: Selat Hormuz Memanas, Negara Arab Siapkan Kesepakatan Jalur Pelayaran Bersama

Beberapa masalah yang menjadi sorotan antara lain inflasi, pengangguran, pengendalian harga serta pengaturan pasar barang dan jasa.

"Kunci utama untuk mengatasi semua persoalan ini terletak pada peningkatan ketergantungan terhadap produksi dalam negeri," cetus Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Baca: Indonesia dan 7 Negara Arab-Muslim Dukung Langkah Inggris Tekan Israel

Dorong Investasi dan Produksi Nasional

Mojtaba juga meminta pemerintah Iran mengambil langkah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi. Investasi diarahkan ke sektor-sektor yang dianggap strategis serta memberikan manfaat bagi perekonomian nasional.

Selain meningkatkan produksi, pemerintah diminta menjalankan kebijakan yang dapat mengurangi dominasi dolar AS dalam aktivitas ekonomi Iran secara bertahap.

Baca: Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Balasan atas Sanksi Permukiman Tepi Barat

Mojtaba menekankan pentingnya menempatkan konsep "ekonomi perlawanan" sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda ekonomi pemerintah.

Seruan tersebut muncul ketika Iran menghadapi tekanan ekonomi berat akibat konflik berkepanjangan dan peningkatan sanksi dari Washington.

Baca: Iran Ancam Balas Serangan AS di Pesta Pernikahan, 4 Orang Tewas

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyebut perdagangan luar negeri negaranya mengalami penurunan sekitar 35 persen akibat sanksi dan blokade laut AS. Pada saat yang sama, inflasi tahunan Iran telah mencapai sekitar 66 persen.

Tekanan tersebut membuat pemerintah Iran harus menghadapi persoalan ganda, yakni menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mempertahankan kebijakan politik dan pertahanan di tengah ketegangan dengan AS.

Meski menghadapi tekanan ekonomi, pemerintahan Iran tetap menyatakan sikap bertahan dan mendorong penguatan produksi dalam negeri sebagai salah satu strategi menghadapi dampak sanksi. (SM)



Terkait
Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas
Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas
Trump Klaim Kendali Minyak Venezuela, Rodriguez Tegaska
AS Pertimbangkan Ubah Sikap soal Falkland, Inggris Jadi
Kim Jong Un Rombak Militer Korut, Kim Song-gi Jadi Ment
Lainnya
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
Siti Aisyah Bebas, Setelah Persidangan Alot Pembunuhan
Protes Presiden, Petani Nikaragua Divonis 216 Tahun Pen
Tidak Bisa Bahasa Mandarin, Taiwan Tolak Visa 20 Mahasi
Politik
Golkar-PKS Bahas RUU Pemilu, Ambang Batas Parlemen 5 Persen Mengemuka
Golkar-PKS Bahas RUU Pemilu, Ambang Batas Parlemen 5 Persen Mengemuka
Telepon Istana Jadi Awal Suahasil Nazara Menjabat Mente
Kabinet Merah Putih Dirombak, Suahasil Nazara Gantikan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Nasional
Syahrul Aidi Fasilitasi Kerjasama Pemprov Riau dengan Jepang: Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi
Syahrul Aidi Fasilitasi Kerjasama Pemprov Riau dengan Jepang: Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi
Gelang Merah, Kuning, Hijau Jadi Penanda Kondisi Korban
Tragedi KMP Virgo Transport 8, DPR Desak Kemenhub Perke
Pendidikan
Zulhas Ungkap 3 Kunci Sukses kepada 3.005 Mahasiswa Baru UMRI
Zulhas Ungkap 3 Kunci Sukses kepada 3.005 Mahasiswa Baru UMRI
Skor TKA SMA-SMK 2026 Berubah, Kini Gunakan Rentang 200
28 Desa Kampar Jadi Sasaran Pengabdian 266 Mahasiswa Fa