Mojtaba Khamenei Perintahkan Iran Kurangi Ketergantungan Dolar di Tengah Sanksi AS
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei meminta pemerintah memperkuat perekonomian nasional di tengah tekanan akibat sanksi Amerika Serikat (AS) yang semakin meningkat. Minggu (30/08/2026).
Mojtaba mendorong Iran untuk memperbesar produksi dalam negeri sekaligus secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai persoalan ekonomi yang semakin membebani masyarakat.
Dalam pesan yang disampaikan bertepatan dengan Pekan Pemerintah Iran, Mojtaba meminta pemerintah memberikan "perhatian serius" terhadap sejumlah persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Baca: Selat Hormuz Memanas, Negara Arab Siapkan Kesepakatan Jalur Pelayaran Bersama
Beberapa masalah yang menjadi sorotan antara lain inflasi, pengangguran, pengendalian harga serta pengaturan pasar barang dan jasa.
"Kunci utama untuk mengatasi semua persoalan ini terletak pada peningkatan ketergantungan terhadap produksi dalam negeri," cetus Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.
Baca: Indonesia dan 7 Negara Arab-Muslim Dukung Langkah Inggris Tekan Israel
Dorong Investasi dan Produksi Nasional
Mojtaba juga meminta pemerintah Iran mengambil langkah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi. Investasi diarahkan ke sektor-sektor yang dianggap strategis serta memberikan manfaat bagi perekonomian nasional.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah diminta menjalankan kebijakan yang dapat mengurangi dominasi dolar AS dalam aktivitas ekonomi Iran secara bertahap.
Baca: Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Balasan atas Sanksi Permukiman Tepi Barat
Mojtaba menekankan pentingnya menempatkan konsep "ekonomi perlawanan" sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda ekonomi pemerintah.
Seruan tersebut muncul ketika Iran menghadapi tekanan ekonomi berat akibat konflik berkepanjangan dan peningkatan sanksi dari Washington.
Baca: Iran Ancam Balas Serangan AS di Pesta Pernikahan, 4 Orang Tewas
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyebut perdagangan luar negeri negaranya mengalami penurunan sekitar 35 persen akibat sanksi dan blokade laut AS. Pada saat yang sama, inflasi tahunan Iran telah mencapai sekitar 66 persen.
Tekanan tersebut membuat pemerintah Iran harus menghadapi persoalan ganda, yakni menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mempertahankan kebijakan politik dan pertahanan di tengah ketegangan dengan AS.
Meski menghadapi tekanan ekonomi, pemerintahan Iran tetap menyatakan sikap bertahan dan mendorong penguatan produksi dalam negeri sebagai salah satu strategi menghadapi dampak sanksi. (SM)
