Kim Jong Un Rombak Militer Korut, Kim Song-gi Jadi Menteri Pertahanan Baru
KANALSUMATERA.com - PYONGYANG — Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali melakukan perombakan di jajaran militer. Menteri Pertahanan No Kwang-chol dicopot dari jabatannya dan digantikan Kim Song-gi, pejabat yang sebelumnya memimpin Biro Politik Umum Tentara Rakyat Korea. Minggu (30/08/2026).
Pergantian tersebut menjadi bagian dari penataan kembali kepemimpinan militer Korea Utara. Langkah ini disebut berkaitan dengan upaya Pyongyang mempercepat modernisasi pertahanan sekaligus memperkuat disiplin di lingkungan militer.
Laporan Yonhap dan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) menyebut keputusan tersebut diambil dalam pertemuan kedua Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea (WPK) kesembilan. Pertemuan itu berlangsung sehari sebelumnya dan dipimpin langsung Kim Jong Un.
Baca: Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Balasan atas Sanksi Permukiman Tepi Barat
No Kwang-chol tidak sepenuhnya keluar dari struktur pemerintahan. Setelah dicopot sebagai menteri pertahanan dan dari kepemimpinan pusat partai, ia dipindahkan menjadi wakil direktur pertama Departemen Industri Amunisi Partai Buruh Korea.
Sementara itu, Kim Song-gi dipercaya menempati posisi menteri pertahanan. Pengangkatannya dilakukan di tengah agenda Pyongyang untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan mengembangkan persenjataan militernya.
Baca: Teluk Persia Memanas, Iran Peringatkan Keras Pergerakan Militer Korea Selatan
Pak Jong-chon Kembali ke Puncak Militer
Perombakan juga menyentuh posisi strategis lainnya. Pejabat militer senior Pak Jong-chon ditunjuk sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea.
Pak kembali mendapatkan posisi penting setelah sebelumnya kehilangan jabatan sebagai anggota Politbiro, sekretaris partai, dan wakil ketua Komisi Militer Pusat pada Februari lalu.
Baca: Iran Serang Kapal Nirawak AS di Selat Hormuz, Konflik Kian Memanas
Kembalinya Pak Jong-chon ke jajaran pimpinan militer menunjukkan adanya penataan ulang struktur komando di lingkaran elite pertahanan Korea Utara. Posisi wakil ketua Komisi Militer Pusat sendiri merupakan jabatan penting dalam menentukan kebijakan militer negara tersebut.
Kim Jong Un Tekankan Modernisasi Militer
Baca: Pesawat Kargo Amazon Tergelincir di Bandara Miami, Tabrak Kendaraan hingga Terbakar
Dalam pertemuan tersebut, para pejabat Korea Utara membahas perubahan organisasi yang diarahkan untuk meningkatkan sektor pertahanan.
KCNA menyebut pertemuan itu "membahas serangkaian rencana reorganisasi struktural untuk peningkatan dan pengembangan urusan pertahanan secara keseluruhan di masa depan," kata KCNA.
Para komandan yang baru mendapatkan jabatan juga diminta menjalankan garis kebijakan Partai Buruh Korea secara konsisten.
Baca: Pengadilan Filipina Terbitkan Surat Perintah Tangkap Sara Duterte, Kasus Ancam Presiden Jadi Sorotan
Mereka disebut harus "dengan teguh mempersenjatai diri dengan gagasan partai untuk membangun tentara yang kuat" dan menerapkan kebijakan militer partai dengan "pengabdian tanpa batas dan aktivitas yang luar biasa tinggi," kata laporan itu.
Pergantian elite militer tersebut berlangsung bersamaan dengan perhatian Kim Jong Un terhadap pengembangan teknologi persenjataan.
Baca: Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran
KCNA melaporkan Kim bertemu dengan ilmuwan, peneliti, serta pejabat dari lembaga penelitian pertahanan utama. Mereka diberikan penghargaan negara atas kontribusi terhadap pengembangan sistem senjata tempur baru dan peningkatan kemampuan persenjataan.
Kim menyebut para ilmuwan dan peneliti tersebut sebagai "para patriot dan pahlawan terbesar," sekaligus memberikan apresiasi terhadap kemajuan teknologi militer Korea Utara.
Ia menilai "pencapaian teknologi dan ilmu pengetahuan militer inovatif eksklusif baru-baru ini ... sebagai revolusi besar yang membuka prospek pasti untuk secara radikal meningkatkan modernitas sistem senjata tempur tentara kita."
Baca: IRGC Klaim Gempur Markas Komandan AS di Kuwait, Hanggar Drone Terbakar
Rangkaian perubahan ini memperlihatkan fokus Kim Jong Un terhadap penguatan struktur militer sekaligus modernisasi persenjataan Korea Utara. Namun, alasan spesifik pencopotan No Kwang-chol dari jabatan menteri pertahanan tidak dijelaskan secara terbuka oleh Pyongyang. (SM)
