Tidak Bisa Bahasa Mandarin, Taiwan Tolak Visa 20 Mahasiswa RI

Alwira Fanzary
Jumat, 1 Februari 2019 07:50:27
Bendera Taiwan

KANALSUMATERA.com - Sebanyak 20 mahasiswa Indonesia yang mengajukan visa untuk berkuliah di Taiwan ditolak oleh Kementerian Luar Negeri setempat. Para mahasiswa itu dianggap tak mampu berbahasa Mandarin dan juga tak memadai secara finansial.

Dikutip dari Taiwan News, Jumat (1/2/2019), total ada 57 WNI yang ingin berkuliah di Universitas Taiwan Shoufu. Keputusan Kemlu Taiwan ini mendapat kritik dari profesor universitas tersebut.

Meski mendapat kritik, pihak Kemlu Taiwan berdalih bahwa kantor perwakilan mereka di Indonesia mendapati para mahasiswa tersebut tak memadai secara finansial. Selain itu pengetahuan mereka akan bahasa Mandarin ataupun Inggris tak cukup untuk memulai kuliah di Taiwan.

Sementara itu ada 17 mahasiswa yang masih ditinjau oleh otoritas Taiwan. Selebihnya ada 20 lainnya merupakan peraih beasiswa dari perusahaan pertambangan Indonesia.

Baca: China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia, Nilai Mencapai Rp 1.760 Trilliun

Isu mengenai perkuliahan WNI di Taiwan juga pernah muncul beberapa waktu lalu. Sekitar akhir Desember 2018 hingga awal Januari 2019, ramai pemberitaan mengenai mahasiswa RI yang dipaksa bekerja.

Kabar mengenai dugaan kerja paksa itu diawali dengan laporan anggota parlemen Taiwan Ko Chieh En. Laporan itu menyebut para mahasiswa bekerja dari Minggu hingga Rabu dengan jam kerja mulai pukul 07.30-19.30 waktu setempat.

Pihak kampus, Universitas Hsin Wu, membantah adanya pemberlakuan kerja paksa ke peserta didik mereka. Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) juga menepis adanya dugaan kerja paksa. Meski begitu, PPI Taiwan mengakui adanya kelebihan jam kerja. Dto/Kso

Lainnya
Usai Rebut Ibukota, Taliban Segera Umumkan Negara Islamic Emirate of Afghanistan
Usai Rebut Ibukota, Taliban Segera Umumkan Negara Islamic Emirate of Afghanistan
Penyidik PBB Mulai Usut Pembunuhan Khashoggi di Turki
Siasat Kurangi Keramaian, Tokyo Metro Tawarkan Makanan
Sultan Muhammad V Mengundurkan Diri jadi Raja, Ini Tang
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Nasional
Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi dari Kemenkes dan Akademisi Indonesia
Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi dari Kemenkes dan Akademisi Indonesia
Ahli Gizi Ingatkan Batas Aman Konsumsi Daging, Maksimal
Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainka
Pendidikan
Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi Indonesia Bermasalah Sistemik
Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi Indonesia Bermasalah Sistemik
Pemkab Bengkalis Usulkan 5 Lokasi Pembangunan Sekolah N
Disdukcapil Bengkalis Jemput Bola Rekam KTP-el di Sekol