Ribuan Orang Teken Petisi Desak Nike Tarik Sepatu Berlafaz Allah

Alwira Fanzary
Selasa, 5 Februari 2019 13:31:26
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Lebih dari 33.000 orang, hingga Senin (04/02), telah menandatangani petisi daring mendesak Nike menarik sepatu Air Max setelah muncul klaim sol pada sepatu ini "ada tulisan Allah dalam huruf Arab".

Petisi di situs change.org tersebut, seperti yang dilansir viva.co.id diajukan oleh Saiqa Noreen yang mengatakan logo Air Max "mirip dengan tulisan Allah dalam bahasa Arab".

Tulisan itu ditempatkan pada bagian bawah, tentu saja "tulisan ini akan diinjak dan terkena tanah bahkan kotoran", kata Noreen.

"Ini memalukan dan menjadikan prihatin bagaimana Nike membolehkan nama Tuhan ada pada sol sepatu ... ini menghina Muslim dan Islam. Islam mengajarkan kebaikan dan keadilan bagi semuanya," katanya.

Ia mendesak Nike menarik sepatu ini secara global sesegera mungkin karena desain yang ia katakan "menista agama".

Baca: Eksodus Tenaga Ahli dari Israel Meningkat, Sektor Teknologi dan Kesehatan Terancam Kehilangan SDM

Ia juga meminta Nike untuk lebih berhati-hati dan melakukan pengawasan secara ketat sebelum meluncurkan produk ke pasar.

Menanggapi protes ini, Nike mengeluarkan pernyataan bahwa desain yang mirip dengan tulisan Allah tersebut "semata-mata kebetulan".

"Nike menghormati semua agama dan kami menganggap masalah ini sangat serius," kata Nike dalam satu pernyataan tertulis.

Disebutkan pula bahwa Logo AIR MAX dirancang sedemikian rupa untuk mencerminkan merek dagang Nike Air Max.

"Hanya diniatkan untuk mencerminklan merek AIR MAX," kata Nike seraya menambahkan tidak ada niat lain di luar keinginan untuk menekankan desain AIR MAX pada sol sepatu.

Baca: Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen

Ini bukan pertama kalinya Nike disorot gara-gara desain yang dikatakan mirip dengan tulisan Allah dalam huruf Arab.

Produsen peralatan olahraga ini menghadapi masalah serupa pada 1997, yang memaksa mereka menarik tak kurang dari 38.000 pasang sepatu di seluruh dunia.

Selain menarik sepatu, Nike juga menyumbang uang sebesar US$50.000 ke satu sekolah dasar Islam di Amerika Serikat, yang dipakai untuk membangun tempat bermain bagi anak-anak.

Logo lain yang memicu polemik

Selain logo Air Max milik Nike, ada logo-logo lain yang juga memicu kontroversi.

Mereka yang berkecimpung di dunia desain paham betul bahwa satu logo bisa memiliki banyak interpretasi begitu logo ini dilempar ke ruang publik.

Baca: Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional

Kadang tafsir yang muncul sama sekali di luar yang diperkirakan para perancang.

`Pemuja setan`

Procter and Gamble , perusahaan Amerika Serikat yang banyak membuat produk kesehatan dan perawatan pribadi, pada 1980-an menghadapi tuduhan "berhubungan dengan sekte pemuja setan".

Tuduhan ini terkait dengan logo perusahaan yang dipakai sejak 1851 yang menggambarkan laki-laki berjenggot dan 13 bintang.

Rumor menyebutkan bahwa desain ini "melambangkan setan dan bahwa Procter and Gamble menyisihkan keuntungan untuk secara diam-diam diberikan kepada sekte pemuja setan".

Baca: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026, Berikut Tugas dan Wewenangnya

Sebagian orang melihat "laki-laki tua ini memiliki tanduk dan bahwa bintang-bintang melambangkan 666 kombinasi rahasia, angka yang biasanya diasosiasikan dengan setan".

Procter and Gamble mengubah logo pada 1991.

Mereka juga menang gugatan terhadap perusahaan pesaing Amway karena pengadilan menyatakan sebagian rumor tersebut dihembuskan oleh Amway.

Hakim memerintahkan Amway membayar ganti rugi US$19 juta kepada Procter and Gamble.

Plagiarisme

Kasus logo yang juga menarik perhatian global adalah logo Olimpiade 2020 di Tokyo.

Pada 2015 panitia pelaksana Olimpiade Tokyo 2020 dipaksa mengubah desain setelah muncul tuduhan logonya mirip dengan Theatre De Liege di Belgia.

Perancang Belgia, Olivier Debie, membawa kasus ini ke pengadilan dengan mengklaim bahwa desain logo yang ia rancang pada 2013 "dijiplak oleh perancang Jepang Kenjiro Sano".

Tuduhan ini ditolak baik oleh Kenjiro maupun panitia pelaksana Olimpiade 2020.

Tapi logo Olimpiade 2020 akhirnya diganti dengan rancangan karya Asao Tokolo. Kso



Lainnya
Bertambah Lagi, Korban Gempa Turki-Suriah Capai 24.178 Orang
Bertambah Lagi, Korban Gempa Turki-Suriah Capai 24.178 Orang
Dior Tampilkan Kain Endek Bali Pada Paris Fashion Week
DK PBB Tolak Keputusan AS Akui Klaim Israel atas Golan
Perempuan di India Ini Nyaris Dibakar Hidup-hidup Karen
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan