Joaram Van Klaveren, Mantan Politikus Anti-Islam yang Kini Mualaf

Alwira Fanzary
Rabu, 6 Februari 2019 06:14:55
Joaram Van Klaveren

KANALSUMATERA.com - Seorang mantan politikus Belanda yang sebelumnya anti-Islam, Joaram Van Klaveren memutuskan memeluk Islam. Ia mengumumkan keputusannya menjadi mualaf, Senin (4/2).

Klaveren mengungkapkan keputusannya berpindah keyakinan setelah kerap kali mengkritik Islam, terutama dengan menulis buku tentang Islam. “Selama tulisan itu, saya menemukan semakin banyak hal yang membuat pandangan saya tentang Islam berubah,” kata Klaveren dalam sebuah siaran radio seperti dilansir Politico.eu pada Selasa (5/2).

Klaveren pernah menjadi seorang anggota parlemen Belanda dari Partai Kebebasan (PBB) pada 2010 hingga 2014. Ia kemudian meninggalkan PVV dan mendirikan partai baru, For Netherlands.

Namun, partai barunya itu gagal memenangkan kursi dalam pemilu 2017. Setelah itu, Klaveren pun memutuskan gantung sepatu dari dunia politik praktis.

Baca: Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM Kanada Tegas Menolak

Ketika masih menjadi politikus PVV, Klaveren dikenal sebagai kritikus yang begitu keras terhadap Islam. Bahkan dirinya mengatakan Islam adalah dusta dan Alquran adalah racun.

Dalam pernyataannya di sebuah surat kabar, Klaveren justru membeberkan alasannya yang selalu mengkritik keras Islam. Klaveren mengatakan aksinya mengkritik Islam adalah kebijakan partai PVV, di mana segala hal yang salah harus dikaitkan dengan Islam dengan cara apa pun.

Namun sebelum Klaveren, seorang mantan pejabat PVV lainnya, Arnoud van Doorn sudah terlebih dulu memutuskan masuk Islam. Melalui media sosialnya, Van Doorn pun mengucapkan selamat pada Klaveren atas keputusannya menjadi mualaf.

“Tak pernah terpikirkan PVV akan menjadi tempat berkembang biak bagi orang-orang yang insaf,” kata Van Doorn. Kso



Terkait
Kevin Lamour Dipecat FIFA Usai Kritik Proyek Gianni Infantino
Kevin Lamour Dipecat FIFA Usai Kritik Proyek Gianni Infantino
Ketua BKSAP DPR RI Sampaikan Pesan Dukungan Perdamaian
Lainnya
Di Oxford, Menteri Yasonna bicara soal Human Dignity
Di Oxford, Menteri Yasonna bicara soal Human Dignity
Penembakan di Masjid Selandia Baru: Sekitar 30 Orang Te
Pasca Kecelakaan, Pangeran Philip Serahkan SIM ke Polis
Koalisi Rohingya Merdeka Serukan Dunia Tekan Myanmar
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai