Venezuela-AS Sepakati Kerja Sama Energi 25 Tahun, Target Produksi Minyak 1,5 Juta Barel

Kanama
Senin, 31 Agustus 2026 07:23:22

KANALSUMATERA.com - CARACAS – Venezuela mengungkap kesepakatan energi dengan Amerika Serikat (AS) yang akan berlaku selama 25 tahun. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mengembangkan sektor minyak sekaligus meningkatkan produksi minyak mentah Venezuela hingga lebih dari 1,5 juta barel per hari. Senin (31/08/2026).

Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan kesepakatan bilateral tersebut mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis. Pemerintah Venezuela berharap kerja sama itu dapat membantu memulihkan industri energi yang selama bertahun-tahun menghadapi tekanan akibat kurangnya investasi, persoalan pengelolaan, serta sanksi.

“Proyek bilateral yang berdurasi 25 tahun ini dengan pengembangan 17 ladang minyak strategis dengan target produksi lebih dari 1,5 juta barel per hari,” kata Rodriguez dalam siaran televisi pemerintah VTV.

Baca: Teluk Persia Memanas, Iran Peringatkan Keras Pergerakan Militer Korea Selatan

Menurut Rodriguez, target produksi 1,5 juta barel per hari tersebut merupakan bagian awal dari rencana yang lebih besar. Venezuela juga menyiapkan pengembangan delapan blok minyak baru di kawasan Orinoco Oil Belt.

Kerja sama dengan AS tersebut diproyeksikan memberikan pemasukan besar bagi pemerintah Venezuela. Rodriguez memperkirakan kesepakatan itu berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar US$209 miliar dengan menggunakan asumsi harga minyak US$65 per barel.

Baca: Trump Tagih Eropa, Ratusan Miliar Dolar Bantuan Ukraina Bakal Diminta Kembali

“Secara spesifik, ini berarti bahwa untuk setiap barel yang diproduksi dan dijual, sekitar $19 langsung masuk ke negara kami,” kata Rodriguez.

Ia menjelaskan skema kerja sama mencakup pembayaran royalti dan pajak keuntungan kepada negara. Untuk delapan blok baru yang dikembangkan di Sabuk Minyak Orinoco, royalti minimum disebut mencapai 16 persen, sementara pajak keuntungan ditetapkan sebesar 34 persen.

Dalam kerja sama tersebut, Venezuela menyediakan cadangan minyak, basis industri, serta pengalaman pengelolaan sektor energi. Sementara itu, Amerika Serikat menyediakan modal, teknologi, dan kemampuan operasional untuk membantu mengembangkan kembali aset-aset energi Venezuela.

Baca: Inggris Murka, Anak Netanyahu Ikut Campur Sengketa Falkland dengan Argentina

“Sebagai imbalannya, Venezuela memperoleh hasil produksi, lapangan kerja, investasi infrastruktur, pendapatan yang signifikan bagi negara, serta rantai pasok untuk industri nasional,” kata Rodriguez.

Venezuela Tegaskan Kedaulatan Sumber Daya Minyak

Baca: Iran Ancam Balas Serangan AS di Pesta Pernikahan, 4 Orang Tewas

Rodriguez menegaskan kerja sama dengan AS tidak berarti Venezuela kehilangan kepemilikan atas sumber daya alamnya. Pemerintah Caracas tetap menyatakan bahwa sumber daya minyak berada di bawah kepemilikan dan kedaulatan Venezuela.

Menurut dia, pemanfaatan modal serta teknologi asing diperlukan untuk menghidupkan kembali industri strategis yang terdampak berat oleh berbagai persoalan, termasuk sanksi internasional.

Kesepakatan tersebut juga menjadi bagian dari ambisi Venezuela untuk kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu negara utama dalam industri energi dunia. Pemerintah Caracas tidak hanya menargetkan peningkatan produksi minyak, tetapi juga ingin memperbesar ekspor gas dan mengembangkan industri petrokimia nasional.

Baca: JD Vance Soroti Rekam Jejak Perang AS: Hampir Tak Pernah Menang Selama 42 Tahun

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan rencana peningkatan keterlibatan perusahaan Amerika dalam sektor minyak Venezuela. Trump menyebut AS memperoleh kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti Venezuela melalui kemitraan dengan perusahaan swasta.

Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Namun, produksi negara tersebut masih berada di bawah potensinya dan diperkirakan sekitar 1,25 juta barel per hari.

Baca: Volkswagen Siapkan PHK 100.000 Karyawan, Tarif Trump dan China Jadi Tekanan

Pemerintah Venezuela kini bersiap memberikan hak eksplorasi dan produksi baru kepada sejumlah perusahaan. Salah satu perusahaan yang disebut dalam proses transisi menuju kerangka energi baru tersebut adalah Chevron.

Dengan masa berlaku mencapai 25 tahun, kesepakatan Venezuela-AS ini menjadi salah satu langkah penting Caracas untuk menarik investasi, meningkatkan produksi minyak, dan memperbesar penerimaan negara dari sektor energi. (SM)



Terkait
Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah
Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah
IRGC Klaim Gempur Markas Komandan AS di Kuwait, Hanggar
Mojtaba Khamenei Perintahkan Iran Kurangi Ketergantunga
Wapres Tanzania Mundur Usai Bersitegang dengan Presiden
Lainnya
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
Ratu Kecantikan Rela Bayar Rp 42 Miliar untuk Bunuh Sua
Militer Myanmar Dilaporkan Tembaki Desa-Desa di Rakhine
Miris, Sepertiga Staf PBB Pernah Alami Pelecehan Seksua
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Politik
Golkar-PKS Bahas RUU Pemilu, Ambang Batas Parlemen 5 Persen Mengemuka
Golkar-PKS Bahas RUU Pemilu, Ambang Batas Parlemen 5 Persen Mengemuka
Telepon Istana Jadi Awal Suahasil Nazara Menjabat Mente
Kabinet Merah Putih Dirombak, Suahasil Nazara Gantikan
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Kriminal
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penipuan Rp5,7 Miliar Diselidiki
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penipuan Rp5,7 Miliar Diselidiki
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Polda Metro Bongkar Alur Dana Kerusuhan 27 Agustus, Akt