AS Pertimbangkan Ubah Sikap soal Falkland, Inggris Jadi Sorotan Trump
KANALSUMATERA.com - Jakarta – Amerika Serikat (AS) membuka kemungkinan meninjau kembali sikapnya terhadap status Kepulauan Falkland yang selama ini berada di bawah kendali Inggris. Wilayah tersebut menjadi objek sengketa kedaulatan antara Inggris dan Argentina. Minggu (30/08/2026).
Wacana perubahan sikap Washington muncul di tengah evaluasi Pentagon terhadap komitmen negara-negara sekutu NATO, khususnya terkait target peningkatan belanja pertahanan hingga 5 persen.
Inggris disebut menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian khusus dalam evaluasi tersebut. Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Daily Telegraph bahwa Inggris akan "mendapat perhatian khusus karena memiliki potensi yang sangat besar".
Baca: Trump Klaim Kendali Minyak Venezuela, Rodriguez Tegaskan Sumber Daya Tetap Berdaulat
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Washington mengubah kebijakannya terhadap Kepulauan Falkland, pemerintah AS disebut belum menutup opsi tersebut.
"Tidak ada yang dikesampingkan sejauh menyangkut opsi untuk mendorong pembagian beban yang kami inginkan," ujarnya.
Baca: Kim Jong Un Rombak Militer Korut, Kim Song-gi Jadi Menteri Pertahanan Baru
Persoalan ini mencuat setelah adanya laporan mengenai kebocoran email internal Pentagon pada April 2026. Dokumen tersebut mengindikasikan bahwa AS dapat melakukan peninjauan terhadap posisinya terkait Kepulauan Falkland.
Inggris Tegaskan Sikap soal Falkland
Pemerintah Inggris merespons perkembangan tersebut dengan kembali menegaskan sikapnya mengenai Kepulauan Falkland. London menyatakan tidak ada perubahan terhadap posisi Inggris atas wilayah yang juga dikenal Argentina sebagai Kepulauan Malvinas tersebut.
Baca: Mojtaba Khamenei Perintahkan Iran Kurangi Ketergantungan Dolar di Tengah Sanksi AS
"Posisi Inggris mengenai Kepulauan Falkland sudah lama dan tidak berubah: kepulauan tersebut adalah dan akan tetap menjadi Wilayah Luar Negeri Inggris sesuai dengan keinginan penduduk Kepulauan Falkland," ujar salah seorang juru bicara Inggris.
Pemerintah Inggris juga menekankan kontribusinya terhadap NATO dan peran militernya dalam menjaga pertahanan kolektif negara-negara Eropa.
Baca: Wapres Tanzania Mundur Usai Bersitegang dengan Presiden, Jadi yang Pertama dalam Sejarah
"Inggris memainkan peran sentral dalam NATO dan memperkuat pertahanan kolektif di seluruh Eropa."
Sengketa Falkland atau Malvinas sendiri telah berlangsung selama puluhan tahun. Argentina terus mempertahankan klaim kedaulatannya atas kepulauan tersebut, sementara Inggris menegaskan status Falkland sebagai Wilayah Seberang Laut Inggris.
Dalam forum Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) pada Juni 2026, Inggris kembali menyatakan bahwa keinginan penduduk Falkland harus menjadi pertimbangan utama. London juga menegaskan bahwa referendum 2013 menghasilkan 99,8 persen suara untuk tetap berada dalam keluarga Inggris.
Baca: PM Nepal Balendra Shah Tolak Tim SAR Asing, Sosok Eks Rapper Jadi Sorotan
Di sisi lain, Argentina tetap mempertahankan klaim kedaulatannya atas Falkland/Malvinas dan mendorong penyelesaian sengketa melalui jalur diplomatik serta hukum internasional.
Perkembangan terbaru ini membuat sengketa Falkland kembali menjadi perhatian internasional, terutama karena muncul bersamaan dengan tekanan AS terhadap sekutu NATO mengenai peningkatan kontribusi pertahanan. (SM)
