AS Pertimbangkan Ubah Sikap soal Falkland, Inggris Jadi Sorotan Trump

Kanama
Minggu, 30 Agustus 2026 20:40:15

KANALSUMATERA.com - Jakarta – Amerika Serikat (AS) membuka kemungkinan meninjau kembali sikapnya terhadap status Kepulauan Falkland yang selama ini berada di bawah kendali Inggris. Wilayah tersebut menjadi objek sengketa kedaulatan antara Inggris dan Argentina. Minggu (30/08/2026).

Wacana perubahan sikap Washington muncul di tengah evaluasi Pentagon terhadap komitmen negara-negara sekutu NATO, khususnya terkait target peningkatan belanja pertahanan hingga 5 persen.

Inggris disebut menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian khusus dalam evaluasi tersebut. Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Daily Telegraph bahwa Inggris akan "mendapat perhatian khusus karena memiliki potensi yang sangat besar".

Baca: Selat Hormuz Memanas, Negara Arab Siapkan Kesepakatan Jalur Pelayaran Bersama

Ketika ditanya mengenai kemungkinan Washington mengubah kebijakannya terhadap Kepulauan Falkland, pemerintah AS disebut belum menutup opsi tersebut.

"Tidak ada yang dikesampingkan sejauh menyangkut opsi untuk mendorong pembagian beban yang kami inginkan," ujarnya.

Baca: Teluk Persia Memanas, Iran Peringatkan Keras Pergerakan Militer Korea Selatan

Persoalan ini mencuat setelah adanya laporan mengenai kebocoran email internal Pentagon pada April 2026. Dokumen tersebut mengindikasikan bahwa AS dapat melakukan peninjauan terhadap posisinya terkait Kepulauan Falkland.

Inggris Tegaskan Sikap soal Falkland

Pemerintah Inggris merespons perkembangan tersebut dengan kembali menegaskan sikapnya mengenai Kepulauan Falkland. London menyatakan tidak ada perubahan terhadap posisi Inggris atas wilayah yang juga dikenal Argentina sebagai Kepulauan Malvinas tersebut.

Baca: Malaysia Tetapkan Darurat Asap, Kemlu RI Tegaskan Penanganan Karhutla Terus Dikebut

"Posisi Inggris mengenai Kepulauan Falkland sudah lama dan tidak berubah: kepulauan tersebut adalah dan akan tetap menjadi Wilayah Luar Negeri Inggris sesuai dengan keinginan penduduk Kepulauan Falkland," ujar salah seorang juru bicara Inggris.

Pemerintah Inggris juga menekankan kontribusinya terhadap NATO dan peran militernya dalam menjaga pertahanan kolektif negara-negara Eropa.

Baca: Pengadilan Filipina Terbitkan Surat Perintah Tangkap Sara Duterte, Kasus Ancam Presiden Jadi Sorotan

"Inggris memainkan peran sentral dalam NATO dan memperkuat pertahanan kolektif di seluruh Eropa."

Sengketa Falkland atau Malvinas sendiri telah berlangsung selama puluhan tahun. Argentina terus mempertahankan klaim kedaulatannya atas kepulauan tersebut, sementara Inggris menegaskan status Falkland sebagai Wilayah Seberang Laut Inggris.

Dalam forum Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) pada Juni 2026, Inggris kembali menyatakan bahwa keinginan penduduk Falkland harus menjadi pertimbangan utama. London juga menegaskan bahwa referendum 2013 menghasilkan 99,8 persen suara untuk tetap berada dalam keluarga Inggris.

Baca: JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosiasi Masih Buntu

Di sisi lain, Argentina tetap mempertahankan klaim kedaulatannya atas Falkland/Malvinas dan mendorong penyelesaian sengketa melalui jalur diplomatik serta hukum internasional.

Perkembangan terbaru ini membuat sengketa Falkland kembali menjadi perhatian internasional, terutama karena muncul bersamaan dengan tekanan AS terhadap sekutu NATO mengenai peningkatan kontribusi pertahanan. (SM)



Terkait
Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah
Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah
Prabowo di Depan Putin Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blo
Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Pakar Ungkap
Wapres Tanzania Mundur Usai Bersitegang dengan Presiden
Lainnya
Maduro Usir Lima Anggota Parlemen Eropa
Maduro Usir Lima Anggota Parlemen Eropa
Turki Kecam Perlakuan Pemerintah China Pada Warga Musli
Perempuan di India Ini Nyaris Dibakar Hidup-hidup Karen
Waspada..! Siklon Tropis Pabuk Landa Laut Cina Selatan,
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Politik
Golkar-PKS Bahas RUU Pemilu, Ambang Batas Parlemen 5 Persen Mengemuka
Golkar-PKS Bahas RUU Pemilu, Ambang Batas Parlemen 5 Persen Mengemuka
Telepon Istana Jadi Awal Suahasil Nazara Menjabat Mente
Kabinet Merah Putih Dirombak, Suahasil Nazara Gantikan
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Pendidikan
Zulhas Ungkap 3 Kunci Sukses kepada 3.005 Mahasiswa Baru UMRI
Zulhas Ungkap 3 Kunci Sukses kepada 3.005 Mahasiswa Baru UMRI
Skor TKA SMA-SMK 2026 Berubah, Kini Gunakan Rentang 200
28 Desa Kampar Jadi Sasaran Pengabdian 266 Mahasiswa Fa