Kabut Asap Karhutla Indonesia Memburuk, Sekolah di Johor Malaysia Ditutup Lima Hari

Kanama
Senin, 19 Oktober 2026 12:04:06

KANALSUMATERA.com - JOHOR, MALAYSIA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali berdampak pada aktivitas pendidikan di negara tetangga. Pemerintah Negara Bagian Johor, Malaysia, memutuskan memperpanjang penutupan sekolah selama lima hari mulai Senin (19/10/2026) menyusul kualitas udara yang masih mengkhawatirkan.

Kebijakan tersebut diambil untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa di tengah pencemaran udara yang belum menunjukkan perbaikan signifikan. Pemerintah setempat terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum menentukan langkah selanjutnya. Senin (19/10/2026)

Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Negara Bagian Johor, Muhammad Naqib Md Ghazali, mengatakan keputusan penutupan sekolah diambil setelah rapat Komite Koordinasi Penanganan Kabut Asap Johor pada Sabtu.

Baca: Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

"Laporan pemantauan menunjukkan bahwa pembacaan Indeks Pencemaran Udara (API) masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, tanpa perbaikan yang signifikan," kata Naqib, dikutip CNA.

Pembelajaran dari Rumah Tetap Berlangsung

Baca: Dana Pendidikan Prancis Melimpah, Kekurangan Guru Picu Gelombang Protes

Selama penutupan sekolah, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui pembelajaran dan pengajaran dari rumah atau Pengajaran dan Pembelajaran di Rumah (PdPR).

Pelaksanaannya mengikuti Manual PdPR Versi 2.0 yang berlaku di Malaysia. Dengan demikian, siswa tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran meskipun tidak hadir secara langsung di sekolah.

Pemerintah Johor juga menegaskan bahwa kebijakan penutupan sekolah akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara, prakiraan cuaca, serta hasil penilaian kesehatan yang sedang berlangsung.

Baca: Trump Kaitkan Demo Pelajar Prancis dengan Migrasi dan Islam

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan polusi udara terhadap siswa, terutama ketika konsentrasi pencemaran masih berada pada kategori tidak sehat.

Indeks Pencemaran Udara Johor Masih Tinggi

Baca: Arab Saudi Kerahkan 100 Jet Tempur, Ratusan Target Houthi Jadi Sasaran di Yaman

Berdasarkan laporan media setempat yang dikutip detikHealth, Pasir Gudang mencatat Indeks Pencemaran Udara atau Air Pollution Index (API) sebesar 190 pada Minggu pagi pukul 08.00 waktu setempat.

Angka tersebut masuk kategori tidak sehat menurut skala indeks pencemaran udara Malaysia. Sejumlah wilayah lain di Johor juga mengalami kondisi serupa, antara lain Larkin dan Kota Tinggi yang masing-masing mencatat indeks 181, serta Pengerang dengan indeks 178.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pencemaran udara masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Baca: Pilot Flydubai Smit Machchhar Ungkap Perjuangan Melawan Kopilot di Udara

Sebelumnya, pemerintah Johor telah memerintahkan penutupan sekolah selama dua hari mulai 8 Oktober 2026. Kebijakan itu kemudian diperpanjang selama lima hari mulai 12 Oktober sebelum kembali diberlakukan untuk periode berikutnya.

Kasus Gangguan Pernapasan Ikut Meningkat

Baca: Sidang Umum PBB ke-81, Menlu Sugiono Pimpin Delegasi Indonesia

Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan dalam sektor pendidikan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.

Sepanjang Oktober 2026, tercatat 30.648 kasus asma dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di Johor. Angka tersebut dilaporkan meningkat 20,7 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat memperburuk gangguan pernapasan, khususnya pada anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan.

Baca: Iran Serang Kapal Nirawak AS di Selat Hormuz, Konflik Kian Memanas

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai saat diperlukan, serta mengikuti arahan otoritas kesehatan setempat.

Kabut Asap Karhutla Meluas ke Negara Tetangga

Baca: Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi kualitas udara di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Singapura.

Kebakaran di kawasan Sumatera dan Kalimantan, terutama pada lahan gambut yang mudah terbakar ketika cuaca kering, menjadi salah satu sumber utama asap yang terbawa angin melintasi perbatasan negara.

Situasi tersebut kembali menyoroti pentingnya penanganan karhutla secara serius, mulai dari pencegahan kebakaran, pemadaman titik api, hingga pengawasan terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Baca: Prabowo di Depan Putin Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blok dan Hormati Semua Kekuatan

Penutupan sekolah di Johor menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan lingkungan di lokasi kebakaran. Asap yang menyebar lintas wilayah juga dapat mengganggu pendidikan, aktivitas masyarakat, dan kesehatan penduduk negara tetangga.

Upaya pengendalian kebakaran dan pemulihan kualitas udara pun menjadi penting agar kegiatan masyarakat dapat kembali berjalan normal serta risiko kesehatan akibat kabut asap dapat ditekan. (SM)



Terkait
Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas
Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas
Kim Jong Un Rombak Militer Korut, Kim Song-gi Jadi Ment
Mojtaba Khamenei Perintahkan Iran Kurangi Ketergantunga
PM Nepal Balendra Shah Tolak Tim SAR Asing, Sosok Eks R
Lainnya
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembunyikan di Botol Air Mineral
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembunyikan di Botol Air Mineral
Arab Saudi Diminta Publikasikan Nama Pembunuh Khashoggi
Hujan Deras, Sebagian Distrik Di Makkah Banjir
Israel Bunuh 56 Anak Palestina Sepanjang Tahun 2018
Pendidikan
Kapolda Metro Jaya Dorong Literasi AI Sejak Dini, Sekolah Diminta Siapkan Generasi Melek Teknologi
Kapolda Metro Jaya Dorong Literasi AI Sejak Dini, Sekolah Diminta Siapkan Generasi Melek Teknologi
Syahrul Aidi Maazat Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Tr
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Hukum
BNNK Pelalawan Gandeng Tiga OPD Berdayakan Mantan Penyalahguna Narkoba
BNNK Pelalawan Gandeng Tiga OPD Berdayakan Mantan Penyalahguna Narkoba
Tong Biru Berisi Rp 934 Juta Jadi Barang Bukti OTT Bupa
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, T
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind