Taliban Rayu AS Investasi Mineral Afghanistan Senilai Rp17.732 Triliun

Kanama
Selasa, 1 September 2026 13:42:19

KANALSUMATERA.com - KABUL – Pemerintahan Taliban di Afghanistan mulai membuka pendekatan ekonomi kepada Amerika Serikat (AS) dengan menawarkan peluang investasi di sektor pertambangan, infrastruktur, pertanian, hingga perdagangan. Selasa (01/09/2026).

Langkah tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi di tengah upaya Kabul mengurangi keterisolasian ekonomi dan menarik lebih banyak investasi asing.

Salah satu peluang terbesar yang ditawarkan adalah sektor pertambangan. Afghanistan diperkirakan menyimpan sumber daya mineral yang belum tergarap dengan nilai sedikitnya US$1 triliun atau sekitar Rp17.732 triliun.

Baca: Iran Tawarkan Mediasi Konflik Arab Saudi-Houthi, Riyadh dan Sanaa Belum Merespons

Menurut laporan Financial Times yang dikutip Al Arabiya, Muttaqi menyatakan Afghanistan terbuka terhadap investasi dari perusahaan-perusahaan AS. Ia juga mendorong agar hubungan kedua negara tidak terus dibayangi sejarah konflik selama dua dekade.

Dalam wawancara tersebut, Muttaqi mengusulkan agar hubungan Afghanistan dan AS "tidak dinilai berdasarkan perspektif perang selama 20 tahun terakhir".

Baca: Kabut Asap Karhutla Indonesia Memburuk, Sekolah di Johor Malaysia Ditutup Lima Hari

"Melainkan atas dasar kerja sama di masa depan," cetus Menlu Taliban tersebut.

Muttaqi menambahkan bahwa Afghanistan "tentu saja" akan menyambut baik investasi AS.

Kekayaan Mineral Afghanistan Jadi Daya Tarik

Baca: Trump Kaitkan Demo Pelajar Prancis dengan Migrasi dan Islam

Potensi ekonomi Afghanistan menjadi salah satu alasan Taliban berupaya mendekati Washington. Penilaian terhadap data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) pada 2009 memperkirakan Afghanistan memiliki sumber daya mineral yang belum dimanfaatkan dengan nilai sedikitnya US$1 triliun.

Cadangan tersebut mencakup tembaga, bijih besi, litium, logam tanah jarang, kobalt, kromit, emas, niobium hingga berbagai jenis batu permata.

Baca: Selain Palestina, Kondisi Minoritas Muslim India Jadi Sorotan BKSAP DPR RI di Sidang IPU Tanzania

Sejumlah mineral yang dimiliki Afghanistan juga masuk dalam daftar mineral kritis AS pada 2025. Litium, tembaga, kobalt, dan logam tanah jarang memiliki peran penting dalam industri baterai kendaraan listrik, teknologi pertahanan, serta berbagai teknologi strategis.

Potensi tersebut membuat Afghanistan memiliki posisi penting dalam persaingan mendapatkan pasokan mineral strategis global.

Taliban Sudah Gandeng Investor Asing

Baca: Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Mulai Pidato di PBB

Sejak kembali menguasai Afghanistan pada 2021 setelah penarikan pasukan AS dan NATO, Taliban telah mengumumkan kontrak dan investasi pertambangan dengan nilai lebih dari US$7 miliar.

Sebagian besar investasi tersebut melibatkan perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan China, Iran, dan sejumlah negara lain yang telah membuka hubungan dengan pemerintahan Taliban.

Baca: Indonesia dan 7 Negara Arab-Muslim Dukung Langkah Inggris Tekan Israel

Namun, kekayaan alam tersebut belum mampu mengubah kondisi ekonomi Afghanistan secara signifikan.

Negara itu masih menghadapi persoalan kemiskinan dan ketahanan pangan. Sekitar sepertiga penduduk Afghanistan dilaporkan menghadapi kelaparan akut.

Di sisi lain, pemerintahan Taliban juga menghadapi sorotan internasional terkait pembatasan terhadap hak-hak perempuan dan anak perempuan.

Baca: Pesawat Kargo Amazon Tergelincir di Bandara Miami, Tabrak Kendaraan hingga Terbakar

Karena itu, tawaran investasi kepada AS bukan hanya berkaitan dengan eksploitasi sumber daya mineral, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Taliban membangun hubungan ekonomi dan diplomatik yang lebih luas.

Meski demikian, belum ada kesepakatan final senilai US$1 triliun antara Taliban dan AS. Nilai tersebut merupakan estimasi potensi sumber daya mineral Afghanistan yang dapat menjadi dasar peluang investasi, bukan nilai kontrak yang telah disepakati kedua pihak. (SM)



Terkait
Volkswagen Siapkan PHK 100.000 Karyawan, Tarif Trump dan China Jadi Tekanan
Volkswagen Siapkan PHK 100.000 Karyawan, Tarif Trump dan China Jadi Tekanan
Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Pakar Ungkap
Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balisti
Wapres Tanzania Mundur Usai Bersitegang dengan Presiden
Lainnya
Ketika Presentasi 2 Menit Anies Baswedan Dipuji Para Dubes dan Sekjend PBB
Ketika Presentasi 2 Menit Anies Baswedan Dipuji Para Dubes dan Sekjend PBB
Penembakan di Masjid Selandia Baru: Sekitar 30 Orang Te
Perempuan Amerika Tewas Diserang Anjing Piaraannya
Lagi Sarapan, Wartawan Ditembak Mati
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Nasional
Prabowo Peringatkan Negara Penghina Indonesia, Siap Bongkar Perusahaan Terkait Karhutla
Prabowo Peringatkan Negara Penghina Indonesia, Siap Bongkar Perusahaan Terkait Karhutla
Kemenag Tegaskan Etika Dakwah Usai Ceramah Habib Alwi A
Wagub Sumbar Desak Usut Penanaman Sawit di Bekas Karhut
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Politik
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicab
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I