Usai Diresmikan PM Modi, Kereta Cepat Pertama Buatan India Mogok

Alwira Fanzary
Minggu, 17 Februari 2019 11:47:58
Saat diresmikan

KANALSUMATERA.com - Kereta cepat pertama buatan India mogok pada Sabtu (16/2/2019) ketika dalam perjalanan pulang ke New Delhi dari Varanasi di Uttar Pradesh utara. Insiden ini terjadi sehari setelah moda itu diresmikan oleh Perdana Menteri (PM) Narendra Modi.

Kereta cepat bernama Vande Bharat Express dapat melaju hingga kecepatan maksimum 160 kilometer per jam.

"Tampaknya ada gangguan karena diduga ada hewan ternak terlindas. Itu bukan jadwal komersial," tulis media setempat, ANI dalam tweet-nya yang mengutip Kementerian Kereta Api.

Meski sempat mogok, kereta cepat itu akhirnya mencapai New Delhi dan akan melanjutkan komersial mulai dari hari Minggu.

Baca: Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

PM Modi meresmikan kereta cepat pertama buatan India, Vande Bharat Express, pada hari Jumat. Media lokal, NDTV, menyebut kereta tersebut diduga menabrak seekor sapi, namun tidak ada tanda-tanda kerusakan di bagian depan kereta setelah insiden tersebut.


Mengutip BBC, setelah rem mengalami kegagalan, masinis melihat asap dan kereta kehilangan tenaga di semua kompartemen.

Layanan kereta baru ini diharapkan akan memangkas waktu perjalanan enam jam antara Delhi dan Varanasi. Kso

Terkait
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Bertemu
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 392 Orang, Lebih da
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Lainnya
Pesawat Malaysia Airlines Mendarat Darurat di Bandara Sultan Thaha Jambi
Pesawat Malaysia Airlines Mendarat Darurat di Bandara Sultan Thaha Jambi
Konsumsi Miras Oplosan, 72 Orang Tewas di India
Pilih Raja Malaysia yang Baru, Para Sultan Berkumpul
Lima Pelaku Pembunuhan Khashoggi Dituntut Hukuman Mati
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Nasional
DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhirnya Dibayarkan
DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhirnya Dibayarkan
Usai Dapat Amnesti Prabowo, Gus Nur Gugat Negara Rp3,4
Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Real
Bengkalis
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hukum
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegi