Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran
KANALSUMATERA.com - Jakarta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keyakinannya bahwa pemerintahan Iran di bawah Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei berada dalam kondisi semakin tertekan dan berpotensi segera runtuh. Jumat (04/09/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu ketika ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran masih berlangsung. Menurutnya, serangkaian serangan terbaru terhadap Iran telah membuat kekuatan rezim di Teheran melemah dibandingkan sebelumnya.
Netanyahu bahkan menilai pemerintahan Iran kini harus menghadapi tekanan serius untuk mempertahankan keberlangsungan kekuasaannya.
Baca: Volkswagen Siapkan PHK 100.000 Karyawan, Tarif Trump dan China Jadi Tekanan
“Rezim ini saat ini berada di ambang kehancuran. Mereka lebih lemah dari sebelumnya. Mereka sedang berjuang untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya,” kata Netanyahu dalam sebuah acara bersama para petinggi militer Israel, Kamis (03/09/2026).
Netanyahu Soroti Kondisi Iran
Baca: JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosiasi Masih Buntu
Keyakinan Netanyahu mengenai kemungkinan runtuhnya pemerintahan Iran muncul setelah konflik antara kedua negara memasuki fase yang semakin intens.
Israel menilai tekanan militer dan berbagai gangguan terhadap kemampuan Iran dapat memperlemah struktur kekuasaan di Teheran. Pemerintah Iran sendiri masih berada di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei, yang mengambil posisi sebagai Pemimpin Tertinggi setelah Ali Khamenei.
Situasi tersebut membuat masa depan pemerintahan Iran menjadi salah satu perhatian utama dalam perkembangan konflik Timur Tengah.
Baca: Prabowo di Depan Putin Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blok dan Hormati Semua Kekuatan
Tekanan terhadap Pemerintahan Mojtaba Khamenei
Klaim Netanyahu juga tidak terlepas dari upaya Israel dan Amerika Serikat menekan Iran melalui operasi militer serta kebijakan yang bertujuan mengurangi kemampuan strategis Teheran.
Baca: AS Serang Dua Kapal Tanker Iran, Kebijakan “Tanker for Tanker” Trump Mulai Diterapkan
Namun, pernyataan bahwa rezim Iran akan segera tumbang tetap merupakan penilaian dari pihak Israel. Kondisi politik dan militer di Iran masih terus berkembang sehingga belum dapat dipastikan apakah tekanan tersebut benar-benar akan berujung pada perubahan pemerintahan.
Di sisi lain, kepemimpinan Mojtaba Khamenei menghadapi tantangan untuk mempertahankan stabilitas internal sekaligus merespons tekanan eksternal.
Perkembangan konflik selanjutnya akan menjadi penentu apakah tekanan yang disebut Netanyahu benar-benar mampu mengguncang fondasi pemerintahan Iran atau justru mendorong Teheran memperkuat perlawanan. (SM)
