Malaysia Tetapkan Darurat Asap, Kemlu RI Tegaskan Penanganan Karhutla Terus Dikebut

Kanama
Sabtu, 5 September 2026 18:51:11

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Pemerintah Indonesia merespons keputusan Malaysia menetapkan status keadaan darurat asap di Distrik Serian, Sarawak, akibat memburuknya kualitas udara yang dipengaruhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Indonesia tidak tinggal diam menghadapi persoalan kabut asap yang dampaknya mulai dirasakan negara-negara tetangga.

Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl, mengatakan pemerintah terus memperkuat pengendalian karhutla di dalam negeri sekaligus meningkatkan komunikasi dengan negara-negara kawasan.

Baca: Diisukan Meninggal akibat Pendarahan Otak, Kim Jong-un Muncul di Pameran Fashion

"Selain terus meningkatkan berbagai langkah pengendalian di dalam negeri, pemerintah Indonesia juga terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara di kawasan," kata Vahd kepada wartawan, Sabtu (05/09/2026).

Menurut Vahd, Indonesia tetap mengedepankan jalur kerja sama regional untuk menangani persoalan kabut asap yang memiliki dampak lintas batas. Pemerintah juga berupaya menjaga hubungan baik dengan negara-negara ASEAN di tengah meningkatnya perhatian terhadap kualitas udara.

Baca: Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

"Indonesia senantiasa mengedepankan kerja sama dengan negara-negara tetangga, menjaga hubungan bilateral yang baik, khususnya dalam menghadapi isu lingkungan yang memiliki dampak lintas batas seperti kabut asap," ujarnya.

Mekanisme ASEAN Terus Berjalan

Kemlu RI menyebut penanganan kabut asap tidak hanya dilakukan melalui langkah domestik. Indonesia juga memanfaatkan mekanisme ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) sebagai kerangka kerja sama untuk menghadapi pencemaran asap lintas negara.

Baca: Arab Saudi Kerahkan 100 Jet Tempur, Ratusan Target Houthi Jadi Sasaran di Yaman

"Mekanisme ASEAN berdasarkan ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) untuk menangani isu kabut asap sudah berjalan. Pertemuan berkala untuk membahas isu kabut asap dan koordinasi tindak lanjutnya terus dilakukan," katanya.

Sekretariat ASEAN sebelumnya telah menetapkan status siaga kawasan pada Alert Level 3 sejak 26 Agustus 2026. Dalam kondisi tersebut, negara-negara anggota diminta menyampaikan laporan situasi secara berkala, termasuk perkembangan titik panas dan pergerakan asap.

Baca: Profesor Biao Xiang Jadi Idola Gen Z China, Bahas Kecemasan Anak Muda

Indonesia menyatakan tetap menjalankan kewajiban pelaporan harian tersebut. Data yang disampaikan mencakup kondisi lingkungan, indikasi pergerakan asap, titik panas, hingga langkah penanggulangan karhutla yang dilakukan pemerintah.

Di sisi lain, keputusan Malaysia menetapkan keadaan darurat di Serian menunjukkan kabut asap kini menjadi persoalan serius di tingkat kawasan. Pemerintah Malaysia menyatakan status tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang dinilai membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Situasi ini membuat penanganan karhutla Indonesia mendapat sorotan lebih luas karena asap berpotensi bergerak melintasi batas negara.

Baca: Selat Hormuz Memanas, Negara Arab Siapkan Kesepakatan Jalur Pelayaran Bersama

Kemlu RI menegaskan koordinasi dengan negara-negara ASEAN akan terus dilakukan bersamaan dengan upaya pemerintah menangani sumber karhutla di dalam negeri.

Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan kabut asap tidak semakin meluas dan memicu ketegangan hubungan Indonesia dengan negara-negara tetangga. (SM)



Terkait
Trump Kembali Berulah, Nama New Mexico Diusulkan Jadi New America
Trump Kembali Berulah, Nama New Mexico Diusulkan Jadi New America
Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza,
Dan Driscoll Mundur dari Sekretaris Angkatan Darat AS d
Mojtaba Khamenei Perintahkan Iran Kurangi Ketergantunga
Lainnya
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
Zakir Naik Berharap Masyarakat Mendengar Penyataannya S
Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah Raja Baru Malaysia
Ledakan Pipa Bahan Bakar Renggut 66 Nyawa
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hukum
BNNK Pelalawan Gandeng Tiga OPD Berdayakan Mantan Penyalahguna Narkoba
BNNK Pelalawan Gandeng Tiga OPD Berdayakan Mantan Penyalahguna Narkoba
Tong Biru Berisi Rp 934 Juta Jadi Barang Bukti OTT Bupa
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, T
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik