Iran Tangkap Pengibar Bendera MEK, Aparat Klaim Semua yang Terekam Video Sudah Ditahan

Kanama
Minggu, 6 September 2026 22:05:19

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Otoritas Iran menangkap sejumlah orang yang diduga mengibarkan bendera Organisasi Mujahidin Rakyat Iran atau Mujahideen-e-Khalq (MEK), kelompok oposisi yang telah dilarang pemerintah Iran.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah sebuah video yang menampilkan sejumlah orang mengendarai sepeda motor sambil membawa bendera MEK beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Minggu (06/09/2026).

Dilansir AFP, rekaman tersebut memperlihatkan iring-iringan sepeda motor melintas di sebuah ruas jalan yang tampak sepi. Para pengendara terlihat membawa panji berwarna putih-merah yang dikaitkan dengan MEK.

Baca: JD Vance Soroti Rekam Jejak Perang AS: Hampir Tak Pernah Menang Selama 42 Tahun

Lokasi dalam rekaman disebut berada di sekitar Karaj, wilayah yang terletak di sebelah barat Teheran. Meski demikian, belum diketahui secara pasti kapan video tersebut direkam.

Televisi pemerintah Iran menyebut aparat telah melakukan identifikasi terhadap orang-orang yang terlihat dalam rekaman tersebut. Pihak berwenang menyatakan telah menangkap "semua individu yang muncul dalam klip tersebut".

Baca: Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran

Mereka juga disebut "berafiliasi" dengan MEK. Namun, pemerintah Iran belum memberikan informasi mengenai jumlah pasti orang yang ditangkap dalam operasi tersebut.

MEK Dilarang di Iran

MEK merupakan organisasi yang dibentuk pada dekade 1960-an sebagai gerakan perlawanan terhadap pemerintahan Shah Iran yang ketika itu mendapat dukungan negara-negara Barat.

Baca: JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosiasi Masih Buntu

Setelah Revolusi Islam 1979, organisasi tersebut dinyatakan ilegal oleh pemerintah Iran. MEK kemudian terlibat dalam konflik bersenjata dan pernah bertempur bersama pasukan Saddam Hussein selama Perang Iran-Irak.

Dalam perkembangannya, MEK berupaya mendorong perubahan pemerintahan Iran dari luar negeri. Pemerintah Teheran selama bertahun-tahun juga menuduh kelompok tersebut bekerja sama dengan Israel, yang merupakan salah satu musuh utama Iran.

Baca: AS Serang Dua Kapal Tanker Iran, Kebijakan “Tanker for Tanker” Trump Mulai Diterapkan

Penangkapan Berlangsung di Tengah Ketegangan Iran

Kasus penangkapan pengibar bendera MEK ini terjadi ketika situasi politik dan keamanan Iran masih berada dalam kondisi tegang.

Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sebelumnya berkembang menjadi perang terbuka sejak 28 Februari. Serangan AS-Israel dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat tinggi militer.

Baca: Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas

Iran kemudian merespons dengan serangkaian serangan ke berbagai wilayah seiring meluasnya konflik.

Dalam situasi tersebut, aktivitas yang dikaitkan dengan kelompok oposisi di dalam negeri menjadi perhatian serius aparat Iran. Namun, hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai proses hukum terhadap orang-orang yang telah ditangkap dalam kasus pengibaran bendera MEK tersebut. (SM)



Terkait
Dan Driscoll Mundur dari Sekretaris Angkatan Darat AS di Tengah Konflik dengan Hegseth
Dan Driscoll Mundur dari Sekretaris Angkatan Darat AS di Tengah Konflik dengan Hegseth
Venezuela-AS Sepakati Kerja Sama Energi 25 Tahun, Targe
Mojtaba Khamenei Perintahkan Iran Kurangi Ketergantunga
PM Nepal Balendra Shah Tolak Tim SAR Asing, Sosok Eks R
Lainnya
GKSB DPR RI Kutuk Serangan Israel ke Aqsha, Sebut Negara Barat Jangan Standar Ganda
GKSB DPR RI Kutuk Serangan Israel ke Aqsha, Sebut Negara Barat Jangan Standar Ganda
Pesawat Malaysia Airlines Mendarat Darurat di Bandara S
Erdogan: Semua Teroris yang Bunuh Muslim Miliki Senjata
Setelah Facebook dan Twitter, Negara Ini Akan Blokir In
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Nasional
Anwar Ibrahim Telepon Jokowi di Penang, Ada Pesan Penting?
Anwar Ibrahim Telepon Jokowi di Penang, Ada Pesan Penting?
Prabowo Pantau Erupsi Anak Krakatau, Jajaran Pemerintah
Abu Anak Krakatau Meluas, 6 Bandara Ditutup Termasuk Hu
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung