Iran Tangkap Pengibar Bendera MEK, Aparat Klaim Semua yang Terekam Video Sudah Ditahan
KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Otoritas Iran menangkap sejumlah orang yang diduga mengibarkan bendera Organisasi Mujahidin Rakyat Iran atau Mujahideen-e-Khalq (MEK), kelompok oposisi yang telah dilarang pemerintah Iran.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah sebuah video yang menampilkan sejumlah orang mengendarai sepeda motor sambil membawa bendera MEK beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Minggu (06/09/2026).
Dilansir AFP, rekaman tersebut memperlihatkan iring-iringan sepeda motor melintas di sebuah ruas jalan yang tampak sepi. Para pengendara terlihat membawa panji berwarna putih-merah yang dikaitkan dengan MEK.
Baca: JD Vance Soroti Rekam Jejak Perang AS: Hampir Tak Pernah Menang Selama 42 Tahun
Lokasi dalam rekaman disebut berada di sekitar Karaj, wilayah yang terletak di sebelah barat Teheran. Meski demikian, belum diketahui secara pasti kapan video tersebut direkam.
Televisi pemerintah Iran menyebut aparat telah melakukan identifikasi terhadap orang-orang yang terlihat dalam rekaman tersebut. Pihak berwenang menyatakan telah menangkap "semua individu yang muncul dalam klip tersebut".
Baca: Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran
Mereka juga disebut "berafiliasi" dengan MEK. Namun, pemerintah Iran belum memberikan informasi mengenai jumlah pasti orang yang ditangkap dalam operasi tersebut.
MEK Dilarang di Iran
MEK merupakan organisasi yang dibentuk pada dekade 1960-an sebagai gerakan perlawanan terhadap pemerintahan Shah Iran yang ketika itu mendapat dukungan negara-negara Barat.
Baca: JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosiasi Masih Buntu
Setelah Revolusi Islam 1979, organisasi tersebut dinyatakan ilegal oleh pemerintah Iran. MEK kemudian terlibat dalam konflik bersenjata dan pernah bertempur bersama pasukan Saddam Hussein selama Perang Iran-Irak.
Dalam perkembangannya, MEK berupaya mendorong perubahan pemerintahan Iran dari luar negeri. Pemerintah Teheran selama bertahun-tahun juga menuduh kelompok tersebut bekerja sama dengan Israel, yang merupakan salah satu musuh utama Iran.
Baca: AS Serang Dua Kapal Tanker Iran, Kebijakan “Tanker for Tanker” Trump Mulai Diterapkan
Penangkapan Berlangsung di Tengah Ketegangan Iran
Kasus penangkapan pengibar bendera MEK ini terjadi ketika situasi politik dan keamanan Iran masih berada dalam kondisi tegang.
Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sebelumnya berkembang menjadi perang terbuka sejak 28 Februari. Serangan AS-Israel dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat tinggi militer.
Baca: Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas
Iran kemudian merespons dengan serangkaian serangan ke berbagai wilayah seiring meluasnya konflik.
Dalam situasi tersebut, aktivitas yang dikaitkan dengan kelompok oposisi di dalam negeri menjadi perhatian serius aparat Iran. Namun, hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai proses hukum terhadap orang-orang yang telah ditangkap dalam kasus pengibaran bendera MEK tersebut. (SM)
