Iran Tangkap Pengibar Bendera MEK, Aparat Klaim Semua yang Terekam Video Sudah Ditahan

Kanama
Minggu, 6 September 2026 22:05:19

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Otoritas Iran menangkap sejumlah orang yang diduga mengibarkan bendera Organisasi Mujahidin Rakyat Iran atau Mujahideen-e-Khalq (MEK), kelompok oposisi yang telah dilarang pemerintah Iran.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah sebuah video yang menampilkan sejumlah orang mengendarai sepeda motor sambil membawa bendera MEK beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Minggu (06/09/2026).

Dilansir AFP, rekaman tersebut memperlihatkan iring-iringan sepeda motor melintas di sebuah ruas jalan yang tampak sepi. Para pengendara terlihat membawa panji berwarna putih-merah yang dikaitkan dengan MEK.

Baca: Parlemen Malaysia Sindir Indonesia soal Asap dengan Bahasa Jawa: Pak Prabowo, Pripun Kabare?

Lokasi dalam rekaman disebut berada di sekitar Karaj, wilayah yang terletak di sebelah barat Teheran. Meski demikian, belum diketahui secara pasti kapan video tersebut direkam.

Televisi pemerintah Iran menyebut aparat telah melakukan identifikasi terhadap orang-orang yang terlihat dalam rekaman tersebut. Pihak berwenang menyatakan telah menangkap "semua individu yang muncul dalam klip tersebut".

Baca: KTT BRICS New Delhi Dibayangi Perang, Ketegangan Global Makin Memanas

Mereka juga disebut "berafiliasi" dengan MEK. Namun, pemerintah Iran belum memberikan informasi mengenai jumlah pasti orang yang ditangkap dalam operasi tersebut.

MEK Dilarang di Iran

MEK merupakan organisasi yang dibentuk pada dekade 1960-an sebagai gerakan perlawanan terhadap pemerintahan Shah Iran yang ketika itu mendapat dukungan negara-negara Barat.

Baca: Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Balasan atas Sanksi Permukiman Tepi Barat

Setelah Revolusi Islam 1979, organisasi tersebut dinyatakan ilegal oleh pemerintah Iran. MEK kemudian terlibat dalam konflik bersenjata dan pernah bertempur bersama pasukan Saddam Hussein selama Perang Iran-Irak.

Dalam perkembangannya, MEK berupaya mendorong perubahan pemerintahan Iran dari luar negeri. Pemerintah Teheran selama bertahun-tahun juga menuduh kelompok tersebut bekerja sama dengan Israel, yang merupakan salah satu musuh utama Iran.

Baca: Inggris Mulai Jaga Jarak dengan Israel, Dukungan ke Palestina Makin Tegas

Penangkapan Berlangsung di Tengah Ketegangan Iran

Kasus penangkapan pengibar bendera MEK ini terjadi ketika situasi politik dan keamanan Iran masih berada dalam kondisi tegang.

Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sebelumnya berkembang menjadi perang terbuka sejak 28 Februari. Serangan AS-Israel dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat tinggi militer.

Baca: Malaysia Tetapkan Darurat Asap, Kemlu RI Tegaskan Penanganan Karhutla Terus Dikebut

Iran kemudian merespons dengan serangkaian serangan ke berbagai wilayah seiring meluasnya konflik.

Dalam situasi tersebut, aktivitas yang dikaitkan dengan kelompok oposisi di dalam negeri menjadi perhatian serius aparat Iran. Namun, hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai proses hukum terhadap orang-orang yang telah ditangkap dalam kasus pengibaran bendera MEK tersebut. (SM)



Terkait
Inggris Murka, Anak Netanyahu Ikut Campur Sengketa Falkland dengan Argentina
Inggris Murka, Anak Netanyahu Ikut Campur Sengketa Falkland dengan Argentina
IRGC Klaim Gempur Markas Komandan AS di Kuwait, Hanggar
Taliban Rayu AS Investasi Mineral Afghanistan Senilai R
Trump Klaim Kendali Minyak Venezuela, Rodriguez Tegaska
Lainnya
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakamkan di Baqi: Kanwil Sampaikan Duka Mendalam
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakamkan di Baqi: Kanwil Sampaikan Duka Mendalam
Ketika Presentasi 2 Menit Anies Baswedan Dipuji Para Du
Didesak Oposisi, Perdana Menteri Papua Nugini Mengundur
Insinyur Bendungan yang Jebol di Brazil Ditangkap
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Politik
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicab
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pendidikan
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tek
Kapolda NTB Tekankan Disiplin Pelajar, Jauhi Narkoba hi