IRGC Klaim Gempur Markas Komandan AS di Kuwait, Hanggar Drone Terbakar
KANALSUMATERA.com - TEHERAN – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan gabungan rudal dan drone terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait. Kamis (03/09/2026).
Dalam operasi tersebut, IRGC menyatakan sasaran serangan adalah kompleks komando dan tempat tinggal para komandan militer AS di Pangkalan Udara Ali Al-Salem, Kuwait.
Serangan itu, menurut klaim IRGC, memicu kebakaran di hanggar drone dan area peluncuran pesawat tanpa awak. Sejumlah drone juga disebut mengalami kerusakan dalam serangan tersebut.
Baca: Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Pakar Ungkap Peran Angin dan El Nino
Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menyebut operasi militer itu dilakukan sebagai respons atas serangan Amerika Serikat yang diklaim menewaskan warga sipil Iran.
IRGC menuding serangan AS sebelumnya menghantam sebuah rumah hunian di Sirik, Iran selatan, yang disebut berkaitan dengan upacara pernikahan pasangan muda Sunni.
Baca: Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia
Dalam insiden tersebut, hampir 70 warga sipil dilaporkan terdampak. Lima orang, termasuk seorang anak, dilaporkan tewas.
"Sebagai tanggapan atas kejahatan ini, pada waktu subuh hari ini, para pejuang pemberani dari Angkatan Darat IRGC—bersamaan dengan serangan terhadap pangkalan AS di Yordania, Bahrain, dan Erbil—melakukan serangan gabungan rudal dan drone yang menyasar pusat komando serta tempat tinggal komandan AS di pangkalan Ali Al-Salem," ungkap pernyataan tersebut, dilansir Press TV.
Serangan ke Kuwait disebut menjadi bagian dari operasi balasan Iran yang juga menyasar sejumlah lokasi yang berkaitan dengan kepentingan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Baca: Venezuela-AS Sepakati Kerja Sama Energi 25 Tahun, Target Produksi Minyak 1,5 Juta Barel
Hingga kini, klaim mengenai tingkat kerusakan dan dampak serangan tersebut masih didasarkan pada pernyataan IRGC. Informasi mengenai serangan terhadap fasilitas AS di Kuwait juga muncul di tengah eskalasi terbaru konflik Iran dan Amerika Serikat di kawasan. (SM)
