Selain Palestina, Kondisi Minoritas Muslim India Jadi Sorotan BKSAP DPR RI di Sidang IPU Tanzania

Mawardi Tombang Amar
Selasa, 6 Oktober 2026 13:48:00

KANALSUMATERA.com - ARUSHA, TANZANIA — Selain menyuarakan persoalan Palestina dan Sudan, kondisi minoritas Muslim di India turut menjadi perhatian Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dalam rangkaian Sidang ke-153 Inter-Parliamentary Union (IPU) di Arusha, Tanzania.

Ketua BKSAP DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, mengatakan persoalan yang dihadapi komunitas Muslim di India perlu mendapat perhatian masyarakat internasional. Hal itu disampaikannya dalam salah satu rangkaian kegiatan IPU yaitu pertemuan parlemen negara Islam yang dikenal dengan nama Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC).

Menurut Syahrul Aidi, berbagai laporan lembaga hak asasi manusia internasional mencatat adanya tindakan diskriminasi, intimidasi dan kekerasan terhadap komunitas Muslim di India. Dalam sejumlah kasus, laporan tersebut juga menyoroti pembongkaran rumah, properti hingga tempat ibadah.

"Kondisi seperti ini tidak boleh luput dari perhatian masyarakat internasional," ujar Syahrul Aidi.

Baca: Selat Hormuz Memanas, Negara Arab Siapkan Kesepakatan Jalur Pelayaran Bersama

Karena itu, ia mendorong parlemen negara-negara Muslim, khususnya melalui forum parlemen dunia, untuk menyatakan sikap dan menyerukan kepada Pemerintah India agar sungguh-sungguh menghormati hak asasi manusia, kebebasan beragama serta hak-hak kelompok minoritas.

"Kita menghormati kedaulatan setiap negara. Namun pada saat yang sama, penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia adalah nilai universal yang menjadi tanggung jawab bersama," katanya.

Syahrul Aidi menegaskan, tidak boleh ada seseorang yang kehilangan rasa aman hanya karena agama yang dianutnya. Demikian pula tidak boleh ada masyarakat yang mengalami intimidasi dan diskriminasi hanya karena mereka merupakan kelompok minoritas.

Menurutnya, persoalan kemanusiaan harus menjadi perhatian bersama parlemen dunia tanpa membedakan latar belakang agama maupun negara.

Baca: Prabowo Tiba di New Delhi, KTT BRICS Jadi Panggung Strategis Indonesia

"Palestina harus kita suarakan. Sudan harus kita pedulikan. Dan penderitaan minoritas Muslim di berbagai belahan dunia juga tidak boleh kita abaikan," tegasnya.

Dari Arusha, Tanzania, Syahrul Aidi menyerukan agar parlemen dunia tidak hanya berbicara mengenai demokrasi dan tata kelola pemerintahan, tetapi juga berdiri teguh dalam memperjuangkan keadilan, kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak asasi setiap manusia tanpa diskriminasi.



Terkait
Iran Tangkap Pengibar Bendera MEK, Aparat Klaim Semua yang Terekam Video Sudah Ditahan
Iran Tangkap Pengibar Bendera MEK, Aparat Klaim Semua yang Terekam Video Sudah Ditahan
Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Amban
JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosia
Wapres Tanzania Mundur Usai Bersitegang dengan Presiden
Lainnya
Korban Jiwa Gempa Turki Bertambah 20 Ribu Orang
Korban Jiwa Gempa Turki Bertambah 20 Ribu Orang
India Tamu Kehormatan Sidang OKI, Menlu Pakistan Memili
Turki Kecam Perlakuan Pemerintah China Pada Warga Musli
India akan Bangun Kuil di Atas Reruntuhan Masjid
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pendidikan
Baznas Kampar Siapkan Dukungan Pendidikan untuk Alumni Pesantren Berprestasi
Baznas Kampar Siapkan Dukungan Pendidikan untuk Alumni Pesantren Berprestasi
Kualitas Udara Memburuk, Sekolah Pekanbaru Kembali Tera
UB Perkuat Pendidikan Tinggi Timor-Leste, Gandeng Dua K