Iran Serang Kapal Nirawak AS di Selat Hormuz, Konflik Kian Memanas
KANALSUMATERA.com - TEHERAN – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah pasukan Iran mengklaim menyerang kapal permukaan nirawak milik Angkatan Laut AS yang berusaha memasuki kawasan Selat Hormuz. Senin (07/09/2026).
Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu dan menjadi bagian dari rangkaian bentrokan terbaru antara kedua negara. Insiden berlangsung hanya beberapa jam setelah militer AS menyerang tiga kapal tanker minyak yang dikaitkan dengan Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan kapal nirawak militer Amerika menjadi sasaran ketika berupaya memasuki Selat Hormuz. Kawasan tersebut merupakan jalur pelayaran strategis yang memiliki peran penting terhadap distribusi energi dunia.
Baca: Diisukan Meninggal akibat Pendarahan Otak, Kim Jong-un Muncul di Pameran Fashion
IRGC juga sebelumnya mengumumkan tindakan terhadap tiga kapal tanker minyak yang disebut menggunakan rute tidak resmi di Selat Hormuz.
"Dan tiga kapal yang berafiliasi dengan Amerika pembunuh anak-anak di wilayah lainnya," kata IRGC, seperti dikutip AFP.
Iran kemudian memperingatkan kapal-kapal lain agar tidak melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang tidak mendapat persetujuan.
Baca: Demo Paris Berujung Rusuh, Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Terlibat
AS Sebut Serangan terhadap Kapal Perang Gagal
Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukan Iran sebelumnya gagal menyerang kapal perang Amerika.
Sebagai respons, militer AS melakukan serangan terhadap sejumlah kapal tanker yang disebut memiliki keterkaitan dengan Garda Revolusi Iran. CENTCOM menyatakan dua kapal tanker, M/T Downy dan M/T Stark 1, dilumpuhkan secara permanen.
Baca: Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban
“Setelah serangan Iran yang gagal, CENTCOM melumpuhkan secara permanen kapal pengangkut minyak mentah milik IRGC, M/T Downy di lepas pantai Pulau Kharg dan M/T Stark 1 di dekat Jask,” kata CENTCOM.
Selat Hormuz Jadi Titik Panas Konflik
Baca: Selat Hormuz Memanas, Negara Arab Siapkan Kesepakatan Jalur Pelayaran Bersama
Rangkaian serangan tersebut menunjukkan konflik AS-Iran memasuki fase yang semakin berisiko, khususnya di jalur pelayaran Selat Hormuz.
Amerika Serikat terus memberikan tekanan terhadap Iran melalui operasi militer dan sanksi ekonomi. Sementara itu, Iran mempertahankan pengaruhnya terhadap lalu lintas kapal di kawasan strategis tersebut.
Laporan Reuters menyebut bentrokan terbaru juga berkaitan dengan serangan rudal Iran terhadap dua kapal perang AS. Washington kemudian menyerang tiga kapal tanker minyak Iran sebagai tindakan balasan. Tidak ada personel AS yang dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.
Baca: JD Vance Soroti Rekam Jejak Perang AS: Hampir Tak Pernah Menang Selama 42 Tahun
Eskalasi di Selat Hormuz kini menjadi perhatian internasional karena gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi berdampak terhadap perdagangan minyak dan stabilitas pasar energi global. (SM)
